Kamus Obat

Oralit

December 6, 2020 | Arin Khurota
feature image

Oralit merupakan obat bebas yang sering digunakan untuk mengatasi dehidrasi. Obat ini sebenarnya berisi garam yang bisa menggantikan cairan eletrolit tubuh yang hilang.

Selain untuk menggantikan ion elektrolit tubuh, sebenarnya oralit ini obat apa? Dan bagaimana cara minum oralit? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Untuk apa obat oralit?

Oralit adalah obat bebas kelas larutan rehidrasi oral yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Obat ini biasa diberikan pada penderita yang mengalami diare, muntah-muntah, atau gangguan lain yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan secara drastis.

Oralit termasuk obat bebas yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi semua usia. Obat ini mengandung garam-garam elektrolit yang efektif menggantikan cairan elektolit tubuh, antara lain:

  • Glukosa anhidrat 4g
  • Natrium Klorida (NaCl) 0,7g
  • Natrium bikarbonat 0,5g
  • Kalsium Klorida (CaCl2) 0,3g

Obat ini biasa dikemas dalam bentuk serbuk 4,1g per sachet. Untuk meminumnya, biasanya obat dilarutkan lebih dahulu dalam 200 ml air.

Apa fungsi dan manfaat obat oralit?

Oralit berfungsi untuk menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh akibat kehilangan banyak cairan akibat dehidrasi.

Obat ini biasa dimanfaatkan sebagai obat pelengkap ketika dijumpai pasien, khususnya anak-anak dan balita di atas usia dua tahun mengalami diare.

Manfaat oralit untuk mengantisipasi apabila terjadi dehidrasi karena anak-anak dan balita yang mengalami diare rentan kehilangan banyak cairan tubuh.

Dalam dunia medis, oralit secara umum biasa dimanfaatkan untuk mencegah, mengontrol, mengatasi kondisi dan gejala gangguan berikut ini:

  • Kadar glukosa darah rendah
  • Kekurangan kalium
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Tingkat natrium rendah
  • Kadar kalium rendah
  • Tingkat magnesium rendah
  • Kadar kalsium rendah
  • Kehilangan cairan dalam darah
  • Masalah asam lambung dan gastrointestinal
  • Batu ginjal

Obat ini juga sering ditambahkan dalam pengobatan gangguan yang menyebabkan tidak seimbangnya cairan elektrolit dalam tubuh, seperti gejala akibat gangguan berikut ini:

Diare

Anak-anak dan balita menjadi rentan dehidrasi apabila mengalami diare karena ketahanan tubuh dalam mengendalikan sekresi cairan belum sempurna.

Oleh karena itu, dokter biasa menambahkan obat eletrolit pada resep anak-anak dan balita yang mengalami diare.

Muntah terus-menerus

Muntah-muntah tidak hanya mengeluarkan kembali isi perut yang telah dimakan, tetapi ada banyak cairan yang ikut keluar.

Biasanya gangguan ini dialami oleh ibu hamil pada trisemester pertama. Oleh karena itu, biasanya dokter meresepkan oralit bersamaan dengan vitamin yang diberikan pada ibu hamil.

Namun, penggunaan obat ini tidak boleh sembarang digunakan tanpa ada anjuran dari dokter. Dikhawatirkan terjadi sesuatu berkaitan dengan kondisi janin.

Dehidrasi berat

Gejala dehidrasi bisa terjadi ditandai dengan keluarnya keringat berlebihan. Biasanya dehidrasi terjadi sebab efek yang timbul dari suatu penyakit, seperti demam berdarah.

Dehidrasi berat juga dapat terjadi pada seseorang yang melakukan aktivitas berat, seperti olahraga marathon di cuaca yang panas. Untuk mengatasi hal ini, biasanya cukup membawa minuman elektrolit.

Saat meminum oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, penting sekali untuk memerhatikan kondisi tubuh. Sebaiknya tidak melakukan aktivitas sejenak setelah meminum obat ini.

Merek dan harga obat oralit

Ada beberapa nama dagang dan generik dari oralit yang mungkin sudah cukup dikenal masyarakat, yaitu sebagai berikut:

Nama generik

Oralit generik adalah obat yang paling banyak dijumpai dan mudah didapatkan di beberapa apotek.

Merek yang paling terkenal adalah Oralit 200 mg, sediaan berupa serbuk yang diproduksi Indofarma, bisa didapatkan dengan harga Rp1.025/sachet.

Oralit generik juga diproduksi oleh PT Phapros, berupa sediaan oralit serbuk 200 mg yang bisa didapatkan dengan harga Rp1.003/sachet.

Nama dagang

Beberapa nama dagang oralit yang telah dipasarkan sebagai berikut:

  • Ramolit ZAK 25S, sediaan oralit serbuk yang biasa dijual dengan harga Rp752/sachet.
  • Pharolit sediaan oralit serbuk dengan komposisi NaCl, natrium sitrat, dan glukosa. Sediaan obat ini diproduksi Novell Pharma yang biasa dijual dengan harga Rp1.765/sachet.
  • Trolit, sediaan oralit serbuk yang telah dilengkapi vitamin dan ekstrak daun psidii. Obat ini bisa didapatkan dengan harga Rp14.974/sachet.

Bagaimana cara minum oralit?

  • Ikuti aturan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis.
  • Perhatikan seksama berapa dosis yang diberikan dan tata cara minum yang ada di kemasan.
  • Oralit serbuk biasa dilarutkan dahulu dalam 200 ml air sebelum diminum. Aduk hingga serbuk larut sempurna, kemudian minum.
  • Obat yang ditujukan untuk anak-anak dan balita biasanya per sachet dibagi menjadi beberapa bagian. Perhatikan aturan ini sebelum melarutkan oralit.
  • Oralit bisa diminum setelah makan, atau sesudah makan. Efek terapi terbaik didapatkan apabila obat diminum sebelum makan.

Berapa dosis obat oralit?

Dosis minum obat disesuaikan berdasarkan usia penderita. Untuk tiga jam pertama, dosis minum obat yang ditetapkan sebagai berikut:

  • Anak usia di bawah 1 tahun = 300 ml atau 1,5 gelas
  • Anak usia 1 – 5 tahun = 600 ml atau 3 gelas
  • Anak usia 6 – 12 tahun = 1,21 atau 6 gelas
  • Dosis dewasa di atas usia 12 tahun= 2,41 atau 12 gelas

Penggunaan obat setelah muntah dan diare sebagai berikut:

  • Dosis untuk anak usia di bawah 1 tahun adalah 100 ml atau 0,5 gelas (setengah gelas)
  • Dosis untuk anak usia 1 – 5 tahun adalah 200 ml atau 1 gelas
  • Dosis untuk anak usia 5 – 12 tahun adalah 300 ml atau 1,5 gelas
  • Dosis dewasa di atas usia 12 tahun adalah 400 ml atau 2 gelas

Beberapa dosis penggunaan obat mungkin tidak sama dengan dosis umumnya seperti dijelaskan sebelumnya.

Selalu ikuti petunjuk yang telah diresepkan oleh dokter, menimbang beberapa kondisi khusus yang menentukan berapa dosis obat yang diperlukan.

Apakah oralit aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sejauh ini, oralit dikategorikan sebagai golongan obat N, artinya belum ada penelitian lebih lanjut yang memadai mengenai risiko penggunaan obat untuk ibu hamil dan menyusui.

Konsultasikan lebih dahulu dengan dokter apabila hendak meminum obat ini.

Apa efek samping obat oralit yang mungkin terjadi?

Berikut adalah daftar efek samping yang memungkinkan dapat terjadi dari semua bahan-bahan komposis oralit.

Beberapa efek samping mungkin serius dan bisa kemungkinan terjadi.

Konsultasikan pada dokter jika muncul efek samping berikut, terutama jika efek samping tidak kunjung hilang.

  • Peningkatan buang air kecil
  • Nyeri atau bengkak di tempat bekas suntikan
  • Sakit perut atau bengkak
  • Mual
  • Kotoran menghitam
  • Mati rasa atau kesemutan di kulit
  • Muntah
  • Kaki terasa lemas atau berat
  • Detak jantung tidak teratur
  • Toksisitas jantung pada infus berlangsung cepat
  • Kebingungan atau gangguan kecemasan
  • Diare
  • Tangan kebas
  • Nyeri dada
  • Keluar gas baik dari mulut maupun dubur terus-menerus
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot
  • Reaksi Alergi Berat
  • Otot berkedut
  • Peradangan pada saluran pencernaan
  • Iritasi mata
  • Ruam kulit
  • Sakit perut
  • Toksisitas akut

Segera hubungi dokter apabila efek samping yang muncul tidak segera menghilang.

Peringatan dan perhatian

Sebelum mengonsumsi oralit, sebaiknya beritahu dokter tentang daftar obat yang kamu konsumsi saat ini.

Jangan mengonsumsi obat apabila terdapat riwayat alergi dengan obat ini sebelumnya

Beberapa kondisi kesehatan mungkin membuat kamu lebih rentan terhadap efek samping obat. Beritahu dokter apabila kamu menderita beberapa gangguan di bawah ini:

  • Penyumbatan usus
  • Mengalami gagal jantung kongestif, hipertensi, gangguan fungsi ginjal atau edema perifer dan paru
  • Dehidrasi akut
  • Masalah jantung
  • Tingkat kalium darah tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Anuria
  • Azotemia
  • Hiperkalemia
  • Hipersensitivitas
  • Gangguan fungsi ginjal dengan oliguria
  • Sirosis hati

Beberapa obat juga tidak disarankan diminum bersamaan dengan oralit karena dikhawatirkan menimbulkan interaksi obat. Beritahu dokter apabila kamu sedang meminum obat berikut:

  • Asam alginat
  • Aluminium hidroksida
  • Aspirin
  • Kalsium karbonat
  • Siklosporin A
  • Indometasin
  • Mannitol
  • Oksitosin
  • Simetikon
  • Terbutalin

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr