Kamus Obat

Kamu Sering Sakit Perut? Yuk, Kenali Jenis Obat Sakit Perut Berikut Ini

September 25, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sakit perut merupakan kondisi yang dapat dialami kapan saja. Mengonsumsi obat sakit perut merupakan salah satu cara ampuh untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sakit perut dapat terjadi akibat beberapa faktor, maka tak heran jika obat sakit perut pun juga disediakan sesuai dengan penyebabnya.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai macam obat sakit perut, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Ketahui Lebih Dalam, Ini Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Obat sakit perut di apotek

Jika kamu mengalami sakit perut, kamu dapat membeli obat-obatan yang sudah tersedia di pasaran sesuai dengan gejala yang kamu alami.

Meskipun demikian, obat-obatan ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan ya. Kamu harus mengonsumsi sesuai dengan instruksi yang sudah tersedia pada kemasan, atau akan lebih baik jika kamu mengikuti instruksi dokter atau apoteker.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah obat sakit perut yang perlu kamu tahu.

1. Sakit perut akibat GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung sering mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan perut (kerongkongan) Terjadinya hal ini dapat mengiritasi lapisan esofagus.

GERD dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri dada, heartburn, atau bahkan kesulitan untuk menelan. Untuk mengobati kondisi ini kamu dapat mengonsumsi obat berikut ini:

  • Antasida: Mylanta, Rolaids, serta Tums dapat meredakan asam lambung dengan cepat. Namun, penggunaan antasida secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti diare atau masalah ginjal
  • Pengobatan untuk mengurangi produksi asam: Obat-obatan ini dikenal sebagai penghambat reseptor H2, seperti cimetidine, famotidine, dan nizatidine
  • Obat yang menghalangi produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan: Obat-obatan ini dikenal sebagai penghambat pompa proton, yakni penghambat asam yang lebih kuat daripada penghambat reseptor H2. Obat ini termasuk, lansoprazole dan omeprazole

2. Obat sakit perut melitit akibat sembelit

Sembelit kronis merupakan buang air besar yang jarang atau sulit selama beberapa minggu atau lebih. Pada umumnya, sembelit digambarkan sebagai buang air besar yang kurang dari tiga kali seminggu.

Kondisi ini kerap kali membuat orang yang mengalami nyeri perut yang melilit. Untuk itu diperlukanobat sakit perut khusus sembelit yang bisa bantu gejala melilit ini

Berikut beberapa obat sakit perut melilit akibat sembelit:

  • Suplemen serat: Suplemen serat termasuk, psyllium, calcium polycarbophil, serta methylcellulose
  • Stimulan: bisacodyl, dan senna
  • Osmotik: Magnesium hydroxide, magnesium sitrat, laktulosa, dan polyethylene glycol

3. Obat sakit perut mencret atau diare

Diare merupakan kondisi di mana feses menjadi encer. Diare dapat menyebabkan penderita mengalami gejala sakit perut. Kamu dapat dikatakan mengalami diare jika buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari.

Meskipun demikian, jika diare berlangsung terus menerus, kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera minum obat untuk mencegah mencret dan diare semakin parah.

Berikut beberapa jenis obat sakit perut saat mencret atau diare:

  • Loperamide: Membantu memperlambat pergerakan makanan melalui usus, yang memungkinkan tubuh menyerap lebih banyak cairan
  • Bismuth subsalicylate: Membantu menyeimbangkan cairan yang bergerak melalui saluran pencernaan

4. Obat sakit perut saat haid

Salah satu gejala yang sering dikeluhkan oleh wanita ketika menstruasi adalah sakit perut atau kram menstruasi. Kram menstruasi sebenarnya merupakan gejala umum.

Namun, kondisi ini dapat membuat wanita tidak nyaman atau bahkan dapat menganggu aktivitas harian. Penyebab sakit perut saat haid ini adalah kontraksi otot di rahim.

Jika kamu merasa kondisi ini tidak nyaman dan membuatmu kesulitan beraktivitas, kamu dapat mengonsumsi beberapa obat sakit perut khusus untuk meredakan gejala saat haid.

Obat sakit perut saat haid di antaranya acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen. Untuk kram menstruasi yang lebih parah, dokter mungkin akan merekomendasikan obat antiinflamasi yang diresepkan.

Obat sakit perut anak

Untuk sakit perut pada anak-anak, orang tua harus lebih teliti dalam memilah kandungan yang ada di dalamnya. Sebab beberapa jenis obat apotek bisa saja berbahaya bagi anak di bawah umur.

Sebagai pertolongan pertama saat anak sakit perut, orang tua bisa anjurkan anak untuk beristirahat, berikan cairan yang cukup untuk cegah dehidrasi, dan hindari pemberian makanan padat.

Sementara jika ingin memberikan obat apotek, orang tua bisa memberikan asetaminofen (tanpa aspirin, Panadol, Liquiprin, atau Tylenol) untuk mengontrol demam. 

Kebanyakan dokter merekomendasikan untuk tidak memberikan aspirin pada anak-anak. Hindari pemberian antibiotik kecuali jika diresepkan oleh dokter. Dokter juga tidak merekomendasikan obat-obatan herbal.

Obat sakit perut alami

Selain mengonsumsi obat apotek, kamu juga bisa mempertimbangkan obat nyeri perut alami. 

Ada banyak alasan mengapa kamu mengalami sakit perut. Namun sebagian besar penyebabnya tidak serius dan gejalanya cepat berlalu.

Berikut beberapa jenis obat sakit perut alami yang bisa kamu coba di rumah:

1. Jahe

Jahe memang dikenal sebagai salah satu rempah herbal yang bisa digunakan sebagai obat alami. Sebuah penelitian, menunjukkan bahwa jahe bisa menjadi pengobatan yang sangat efektif untuk beberapa jenis sakit perut.

Jahe punya kandungan anti-inflamasi alami yang bisa bantu redakan sakit perut. Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, suplemen, atau dibuat menjadi minuman hangat.

2. Teh chamomile

Sama seperti jahe, teh chamomile juga punya kandungan anti-inflamasi yang bisa dijadikan obat sakit perut alami. 

Kandungan ini membuat perut rileks dan dapat mengurangi rasa sakit karena kram dan kejang. Kamu bisa mengonsumsi teh chamomile  saat perut mulai terasa nyeri.

3. Diet BRAT

BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesauce, dan Toast. Keempat jenis makanan ini mengandung serat yang rendah dan zat pengikat yang tinggi.

Sehingga cocok untuk mengatasi sakit perut yang diakibatkan oleh diare. Diet ini cocok dilakukan saat kamu merasa sakit, tetapi kamu masih harus makan sesuatu yang lain ya. 

Saat membuat toast, cobalah memasak roti agak lama sampai sedikit gosong. Roti yang agak gosong atau hangus dianggap dapat mengurangi rasa mual.

4. Peppermint

Peppermint sering disebut sebagai obat yang membantu mengatasi mual dan nyeri perut karena mentol dalam daunnya merupakan analgesik alami, atau pereda nyeri.

Kamu bisa menggunakan peppermint sebagai obat nyeri perut alami dengan cara mengolahnya menjadi teh, mencampurkan minyak peppermint ke humidifier, atau langsung mengunyahnya.

Selain meredakan sakit perut, peppermint juga bisa bantu meredakan rasa mual.

5. Cuka sari apel

Asam dalam cuka sari apel dapat membantu menurunkan pati dalam pencernaan. Ini memungkinkan pati masuk ke usus dan menjaga bakteri di usus tetap sehat. 

Campurkan  satu sendok makan cuka sari apel dengan secangkir air dan satu sendok teh madu, lalu teguk perlahan.

Kamu dapat berkonsultasi seputar kesehatan kamu dan keluarga melalui melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Intermountain Healthcare (2018). Diakses pada 17 Agustus 2020. How to Relieve Painful Menstrual Cramps 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. Constipation 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 17 Agustus 2020. Gastroesophageal reflux disease (GERD) 

Medline Plus. Diakses pada 17 Agustus 2020. Diarrhea

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. How to Treat Stomach Pain in Adults 

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. Treatment for Diarrhea 

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. What Are Menstrual Cramps 

E-medicine Health. Diakses pada 25 September 2020. Stomach Pain (Abdominal Pain) in Children

Healthline. Diakses pada 25 September 2020. 7 Natural Remedies for Your Upset Stomach

 

    register-docotr