Kamus Obat

Serba Serbi Obat Pengencer Darah yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Minum

May 28, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Salah satu penyebab terjadinya beberapa jenis penyakit berat seperti stroke, dan serangan jantung adalah pembekuan darah. Ini adalah kondisi di mana darah berubah bentuk menjadi seperti gel yang membahayakan kesehatan. Untuk menanganinya dokter akan memberikan obat pengencer darah.

Obat pengencer darah sendiri bertujuan untuk mencegah terjadinya gumpalan darah yang menghalangi aliran darah menuju jantung.

Obat pengencer darah tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Kamu perlu tahu jenis, tata cara pemakaian, sampai efek samping yang bisa dihasilkan agar pengobatan yang dilakukan berjalan optimal.

Baca Juga:

Apa itu obat pengencer darah?

Selain bisa dikonsumsi melalui mulut, obat ini ada juga yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik ke pembuluh vena. Tujuannya agar darah tidak menggumpal dan bisa bebas masuk ke arah jantung, paru-paru, dan otak.

Obat ini harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan. Soalnya apabila diminum terlalu sedikit, ia akan mengakibatkan pengobatan tidak berjalan optimal, sebaliknya jika kelebihan bisa menyebabkan perdarahan.

Bagaimana obat pengencer darah bekerja?

Ada beberapa jenis obat ini yang beredar di pasaran. Sebagian bekerja dengan menyempitkan darah agar sel-selnya tidak menempel satu sama lain di dalam pembuluh vena dan arteri.

Sebagian lagi bekerja dengan memperpanjang durasi waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal. Jenis ini biasanya dikenal sebagai antiplatelet dan antikoagulan.

Beberapa jenis obat antiplatelet yang banyak ditemui adalah aspirin, clopidogrel (Plavix), dipyridamole (Persantine), dan ticlopidine (Ticlid). Semua bekerja dengan mencegah sel darah agar tidak menggumpal secara bersamaan.

Untuk obat antikoagulan biasanya diresepkan pada orang yang didiagnosis penyakit jantung. Beberapa jenis yang beredar di pasaran adalah wafarin (Coumadin, Jantoven), enoxaparin (Lovenox), dan heparin.

Pemberian obat pengencer darah

Sebelum menentukan dosis yang tepat, dokter biasanya akan melakukan tes prothrombin time untuk mengukur faktor pembekuan pada darah. Informasi ini diperlukan agar obat yang diberikan tidak membuat darah menjadi terlalu mudah untuk mengencer.

Efek samping yang ditimbulkan

Obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping pada tubuh. Salah satu yang paling umum terjadi adalah perdarahan. Sementara dampak lainnya yang bisa timbul adalah:

  1. Menstruasi lebih banyak dari biasanya
  2. Terdapat darah pada air seni
  3. Tinja dan air kencing menjadi berwarna kemerahan
  4. Mimisan pada hidung
  5. Gusi berdarah
  6. Pusing
  7. Otot terasa lemah
  8. Rambut rontok
  9. Ruam dan
  10. Luka berdarah yang sulit kering.

Konsumsi obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan di dalam tubuh apabila kamu mengalami kecelakaan. Segera datang ke rumah sakit apabila saat kamu berada dalam pengobatan ini mengalami insiden benturan, jatuh, dan sejenisnya.

Zat yang bereaksi terhadap obat pengencer darah

Terdapat jenis makanan, rempah, dan obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi tertentu saat dikonsumsi bersama obat ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Vitamin K

Reaksi yang ditimbulkan adalah mengurangi efektifitas beberapa jenis obat antikoagulan seperti wafarin. Oleh karena itu kamu akan disarankan mengurangi beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin K seperti kol, brussels sprouts, brokoli, selada, dan bayam.

Rempah

Orang yang meminum obat antikoagulan harus lebih cermat saat mengonsumsi suplemen herbal dan teh. Sebab keduanya bisa memengaruhi kemampuan obat dalam menahan terjadinya gumpalan darah.

Tak hanya itu, beberapa jenis rempah seperti echinacea, ginseng, dan licorice juga dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.

Obat-obatan

Pemakaian beberapa jenis antibiotik, obat antijamur, pereda rasa sakit, dan penurun asam lambung juga bisa membuat kamu mengalami risiko perdarahan. Jangan lupa berkonsultasi pada dokter perihal pengobatan yang kamu jalani apabila hendak mengonsumsi obat pengencer darah, ya.

Obat pengencer darah alami

Dilansir dari medicalnewstoday.com, beberapa jenis rempah yang bisa berfungsi secara alami mencegah terjadinya gumpalan darah adalah kunyit, jahe, cabe rawit, bawang putih, dan ginko biloba.

Baca Juga:

Hal lain yang perlu diperhatikan

Dokter mungkin akan menyarankanmu untuk mengurangi aktivitas fisik agar tidak menimbulkan risiko perdarahan saat meminum obat pengencer darah.

Tapi ini bukan berarti kamu tak dapat berolahraga sama sekali. Kamu bisa memilih berenang, berjalan, atau sekadar lari pagi agar tubuh tetap aktif bergerak selama masa pengobatan.

Jika kamu hendak melakukan perawatan gigi, sampaikan pada dokter bahwa kamu tengah mengonsumsi obat ini. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mencegah terjadinya perdarahan yang berlebihan selama melakukan tindakan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Blood-thinning foods, drinks, and supplements https://www.medicalnewstoday.com/articles/322384#turmeric, diakses pada 27 April 2020

Blood Thinners for Heart Disease, https://www.healthline.com/health/heart-disease/blood-thinners diakses pada 27 April 2020

    register-docotr