Kamus Obat

Tak Boleh Sembarangan, Begini Cara Tepat Mengonsumsi Obat Morfin

July 4, 2020 | Husni Efendi | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Obat morfin dapat membantu meredakan rasa sakit, namun di sisi lain juga dapat menyebabkan masalah serius atau mengancam jiwa jika penggunaannya tidak tepat.

Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit sedang hingga berat, misalnya setelah operasi atau cedera serius.

Berikut ulasan tentang hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang obat morfin:

Apa itu obat morfin?

Obat morfin merupakan salah satu obat yang digunakan untuk meredakan nyeri. Terutama untuk nyeri jangka panjang, ketika obat penghilang rasa sakit lain kurang berdampak.

Morfin termasuk dalam kelompok narcotic analgesic atau opioid (obat pereda nyeri), yang bekerja di sitem saraf pusat untuk mengurangi nyeri.

Peringatan sebelum menggunakan obat morfin

Sebelum menggunakan morfin, beri tahu dokter jika kamu memiliki alergi pada obat morfin atau obat-obatan golongan narkotik lain, atau jika kamu memiliki alergi lain.

Sebelum menggunakan morfin, kamu juga perlu memberitahu dokter terkait riwayat medis kamu, seperti yang terkait gangguan otak (cedera kepala, tumor, kejang) dan lain-lain.

Morfin umumnya tidak dianjurkan selama masa kehamilan , karena dapat menyebabkan bayi yang di kandung ketergantungan dengan obat ini dan dapat menyebabkan gejala putus obat setelah bayi lahir yang mada dapat mengancam jiwa.

Sedangkan untuk penggunaan morfin saat menyusui, diketahui bahwa sejumlah kecil morfin yang masuk ke dalam Air Susu Ibu (ASI) bisa jadi menyebabkan masalah pernapasan pada bayi, mengantuk dan kematian pada bayi.

Aturan penting penggunaan obat morfin

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait penggunaan obat morfin:

Minum obat morfin harus sesuai anjuran dokter

Penting untuk kamu menggunakan morfin sesuai anjuran dokter. Jangan meminumnya lebih banyak, jangan meminumnya lebih sering, dan jangan meminumnya lebih lama dari yang dianjurkan dokter.

Hal ini sangat penting khususnya bagi pasien usia lanjut, yang mungkin lebih sensitif terhadap efek obat-obatan penghilang rasa sakit. Jika morfin terlalu banyak diminum dalam waktu lama, mungkin akan menjadi kebiasaan, dan bisa menyebabkan ketergantungan mental atau fisik.

Jangan pernah berbagi obat dengan orang lain

Morfin yang termasuk dalam kelompok obat opioid tidak untuk dibagi dengan orang lain. Terutama dengan seseorang yang memiliki riwayat penyalahgunaan atau kecanduan narkoba.

Penyalahgunaan morfin bisa menyebabkan kecanduan, overdosis, hingga kematian. Maka dari itu, simpanlah morfin di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain.

Kamu perlu ingat juga bahwa menjual atau memberikan obat opioid pada orang lain bisa jadi perbuatan pelanggaran hukum.

Minum dengan bentuk kapsul atau tablet utuh

Meminum morfin dengan dalam bentuk kapsul atau tablet utuh penting untuk menghindari paparan overdosis yang berpotensi fatal. Jangan menghancurkan, mengunyah, membuka, atau melarutkan, yang tidak sesuai dengan arahan dokter.

Menghirup bubuk atau mencampur morfin ke dalam cairan untuk menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah dapat mengakibatkan kematian akibat penyalahgunaan.

Mengukur morfin cair dengan hati-hati

Kamu perlu menggunakan jarum suntik dosis (dosing syringe) yang disediakan, atau gunakan alat pengukur dosis obat khusus, dan bukan sendok umum yang kamu miliki di rumah.

Jangan berhenti menggunakan secara tiba-tiba

Ketika kamu berhenti menggunakan morfin secara tiba-tiba, kamu bisa mengalami kemunculan kembali gejala-gejala yang tidak menyenangkan. Tanyakan kepada dokter kamu bagaimana cara aman menghentikan penggunaan morfin ini.

Dosis penggunaan obat morfin

Dosis morfin akan berbeda untuk masing-masing pasien sesuai kondisi medisnya. Oleh sebab itu, kamu perlu mengikuti perintah dokter atau petunjuk pada label.

Jumlah obat yang kamu minum juga tergantung pada kekuatan obat. Selain itu, jumlah dosis yang kamu ambil setiap hari, waktu yang diperbolehkan antara tiap dosisnya, dan lama waktu kamu meminum morfin tersebut, tergantung pada masalah medis apa yang kamu alami.

Sangat penting juga untuk dokter dapat memeriksa kemajuan yang kamu alami saat kamu menggunakan morfin. Ini akan memungkinkan dokter kamu untuk melihat apakah obat tersebut bekerja dengan baik dan memutuskan apakah kamu harus terus meminumnya atau tidak.

Tes darah dan urine mungkin juga diperlukan untuk memeriksa efek yang tidak diinginkan.

Interaksi morfin dengan obat lain

Obat lain apa yang akan memengaruhi morfin? Obat-obatan opioid dapat berinteraksi dengan banyak obat lain dan menyebabkan efek samping berbahaya, atau kematian. Oleh karena itu, pastikan dokter kamu tahu jika kamu juga menggunakan:

  • Obat-obatan lainnya, obat nyeri opioid atau obat batuk resep
  • Obat penenang seperti Valium – diazepam, alprazolam, lorazepam, Ativan, Klonopin, Restoril, Tranxene, Versed, Xanax, dan lainnya
  • Obat-obatan yang membuat kamu mengantuk atau memperlambat pernapasan – pil tidur, penenang otot, obat penenang, antidepresan, atau obat antipsikotik
  • Obat-obatan yang memengaruhi kadar serotonin dalam tubuh – stimulan, atau obat-obatan untuk depresi, penyakit Parkinson, sakit kepala migrain, infeksi serius, atau pencegahan mual dan muntah

Terdapat obat-obatan lain yang dapat berinteraksi dengan morfin, termasuk obat resep, obat-obatan bebas, vitamin, dan produk herbal, oleh karena itu penting untuk kamu berkonsultasi dulu.

Bagaimana jika melewatkan jadwal dosis morfin?

Morfin ada yang dikonsumsi hanya sekali sehari, ada juga yang dua atau tiga kali sehari.

Jika kamu melewatkan dosisnya, kamu bisa minum obatnya segera setelah kamu ingat, kemudian ambil dosis berikutnya sebagai berikut:

  • Jika kamu menggunakan morfin tiga kali sehari: ambil dosis kamu berikutnya delapan jam setelah mengonsumsi dosis yang terlewat
  • Jika kamu menggunakan morfin dua kali sehari: ambil dosis kamu berikutnya 12 jam setelah mengonsumsi dosis yang terlewat
  • Jika kamu menggunakan morfin satu kali sehari: ambil dosis kamu berikutnya 24 jam setelah mengonsumsi dosis yang terlewat
  • Jangan meminum dua dosis sekaligus. Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang diresepkan dalam periode 24 jam

Apa yang harus dihindari ketika menggunakan obat morfin?

Hal yang harus kamu hindari saat menggunakan morfin utamanya adalah jangan meminum alkohol. Ini karena efek sampingnya bisa berbahaya atau bahkan bisa menimbulkan risiko kematian.

Kamu juga perlu menghindari mengemudi atau aktivitas berbahaya lainnya, sampai kamu tahu bagaimana morfin tersebut akan memengaruhi kamu. Pusing atau kantuk dapat menyebabkan jatuh, kecelakaan, atau cedera parah.

Penyimpanan obat morfin

Simpan morfin pada suhu kamar yang jauh dari panas, lembap, dan cahaya. Beberapa merek atau kemasan morfin mungkin memiliki persyaratan penyimpanan yang berbeda.

Kamu perlu membaca label kemasan atau tanyakan kepada dokter untuk persyaratan penyimpanan untuk produk yang kamu gunakan. Jauhkan morfin dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang morfin ke toilet atau menuangkannya ke saluran pembuangan kecuali diperintahkan untuk melakukannya. Buang produk ini dengan benar ketika kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan.

Sebaiknya juga jangan menyimpan sisa obat opioid. Sebab meski hanya satu dosis, dapat menyebabkan kematian pada seseorang yang menggunakan obat ini secara tidak sengaja atau tidak tepat.

Efek samping obat morfin

Morfin dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kamu perlu memberitahu dokter jika kamu mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Kantuk
  • Sakit perut dan kram
  • Mulut kering
  • Sakit kepala

Beberapa efek samping bisa lebih serius dan parah. Jika kamu mengalami salah satu dari gejala berikut, segera hubungi dokter:

  • sulit bernafas dan sesak
  • kaku pada otot
  • kejang
  • tekanan darah menurun

Morfin juga dapat menyebabkan efek samping lain. Hubungi dokter jika kamu memiliki masalah yang tidak biasa saat kamu minum obat ini.

Overdosis obat morfin

Apa yang terjadi jika kamu overdosis? Pertolongan medis darurat sangat dibutuhkan di sini. Overdosis morfin bisa berakibat fatal, terutama pada anak atau orang yang menggunakan morfin tanpa resep dokter.

Gejala overdosis di antaranya termasuk pada detak jantung lambat, kantuk parah, kelemahan otot, kulit dingin dan lembap, pupil mengecil, pernapasan sangat lambat, atau koma.

Demikian informasi tentang obat morfin yang perlu kamu ketahui. Ingat ya, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan hanya bisa diminum sesuai resep dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • NHS, Morphine, https://www.nhs.uk/medicines/morphine, diakses 30 Juni 2020
  • Mayo Clinic, Morphine (Oral Route), https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/morphine-oral-route/description/drg-20074216, diakses 30 Juni 2020
  • WebMD, Morphine SULFATE Syringe, https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3891/morphine-injection/details, diakses 30 Juni 2020
  • Drugs, Morphine, https://www.drugs.com/morphine.html, diakses 30 Juni 2020
    register-docotr