Kamus Obat

Bingung Cari Obat Masuk Angin yang Ampuh? Ini Daftar Lengkapnya

August 10, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr.Raja Friska Yulanda
feature image

Hampir setiap orang pernah merasakan masuk angin. Gejalanya bisa berupa demam, meriang, sakit kepala, hidung tersumbat, hingga perut kembung. Untuk mengatasinya, kamu perlu menggunakan obat masuk angin yang tepat.

Tidak hanya obat-obatan yang bisa dibeli di apotek, kamu juga dapat meredakan gejala masuk angin dengan bahan-bahan alami. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Anak Muntah dan Masuk Angin? Yuk, Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Obat masuk angin berdasarkan gejalanya

Menurut Prof. dr. Hendarman T. Pohan, guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, masuk angin merupakan kumpulan gejala dari penyakit tertentu.

Sehingga, pengobatannya juga disesuaikan dengan keluhan yang muncul. Ini dia obat masuk angin yang bisa kamu konsumsi.

1. Hidung tersumbat

Dekongestan bentuk spray. Sumber foto: www.medicalnewstoday.com

Untuk mengatasi hidung tersumbat, kamu bisa mengonsumsi dekongestan. Mengutip dari WebMD, obat ini bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah dan jaringan di sekitar hidung yang membengkak.

Pembengkakan inilah yang menyebabkan pernapasanmu menjadi tidak lancar, karena rongga udara menyempit dan terkadang dipenuhi oleh lendir.  

Dekongestan tersedia dalam bentuk pil dan spray. Obat ini dijual bebas di apotek, sehingga kamu bisa mendapatkannya dengan mudah. Yang perlu diingat, selalu perhatikan takaran dosis yang tercantum pada kemasan obat.

Obat masuk angin pereda hidung tersumbat ini memiliki efek samping mengantuk. Dengan begitu, jangan mengonsumsinya saat akan atau sedang melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, misalnya menyetir.

Baca juga: Jangan Khawatir! Ini 8 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat

2. Demam dan meriang

Masuk angin sangat erat kaitannya dengan meriang dan demam. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh di atas 37° Celcius. Pada keadaan tertentu, temperatur badan bisa tidak stabil, membuat tubuh menjadi ‘panas dingin’.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan parasetamol atau asetaminofen. Menurut sebuah penelitian, obat ini bekerja dengan cara menghambat proses biosintesis prostaglandin (senyawa kimia menyerupai hormon) dalam sistem saraf pusat.

Setelah itu, bagian otak bernama hipotalamus untuk menurunkan ‘titik krisis suhu’ yang mengakibatkan pembuangan panas melalui kulit. Proses pembuangan panas ini ditandai dengan keluarnya keringat. Setelah banyak keringat yang keluar, demam perlahan mereda.

Dosis yang disarankan untuk obat masuk angin yang satu ini adalah di bawah 1.000 mg dalam satu kali minum, atau tidak boleh lebih dari 4.000 mg dalam rentang 24 jam.

3. Sakit kepala

Gejala yang juga kerap dialami oleh seseorang saat masuk angin adalah sakit kepala.

Selain parasetamol, kamu dapat mengonsumsi ibuprofen untuk meredakannya. Ibuprofen bekerja dengan cara yang hampir mirip dengan asetaminofen, yaitu menghambat pelepasan prostaglandin.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 200 mg hingga 400 mg dalam sekali minum, atau maksimal 3.400 mg dalam rentang waktu 24 jam. Mengutip dari Medical News Today, obat masuk angin yang satu ini dapat menimbulkan efek samping berupa diare, mual, dan muntah.

Baca juga: Benarkah Ibuprofen Bisa Membuat Pasien COVID-19 Semakin Parah?

4. Perut kembung dan begah

Perut kembung pada masuk angin disebabkan oleh berkumpulnya gas pada lambung. Menurut Kementerian Kesehatan, dua kondisi ini adalah gejala paling umum dari masuk angin.

Selain membuatmu tak nyaman, banyaknya gas di lambung juga bisa mengganggu aktivitas harian. Ada beberapa pilihan obat yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi kondisi ini, seperti antasida, simetikon, dan bismuth subsalisilat.

Tiga obat masuk angin untuk kembung tersebut bekerja dengan mengontrol kadar asam dan gas di dalam lambung. Perhatikan takaran dosis yang berada di label kemasan sebelum meminumnya, ya!

Obat masuk angin alami

Tidak hanya yang bisa dibeli di apotek, kamu juga bisa menggunakan beberapa cara dan bahan alami non-kimiawi sebagai obat masuk angin, seperti:

  • Madu. Cairan yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki sifat antibakteri dan antimikroba, sangat efektif untuk mengatasi sakit tenggorokan dan masalah di hidung akibat masuk angin.
  • Echinacea. Bunga yang memiliki sebutan coneflower ini memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, berfungsi meningkatkan sistem imun dan mengatasi peradangan yang biasanya menjadi penyebab hidung tersumbat.
  • Buah-buahan sitrus. Buah seperti jeruk dan limau mengandung vitamin C tinggi. Vitamin tersebut mampu berperan sebagai antioksidan yang membantu tubuh dalam melawan infeksi bakteri penyebab masuk angin.
  • Jahe. Rempah ini dapat digunakan sebagai obat masuk angin alami, karena terdapat banyak senyawa bioaktif di dalamnya. Kandungan tersebut mampu mengatasi inflamasi yang menjadi penyebab demam.
  • Bawang putih. Senyawa alisin pada bawang putih bisa membantu meredakan gejala umum dari flu, termasuk pilek pada masuk angin.
  • Makanan tinggi serat. Dengan rajin mengonsumsi makanan berserat, proses pencernaan akan menjadi lancar. Sehingga, produksi gas di dalam lambung juga bisa ditekan. Nutrisi ini bisa ditemukan pada makanan tinggi serat, seperti alpukat, pisang, cokelat hitam, dan sayuran berdaun hijau.

Nah, itulah beragam obat apotek dan obat alami yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala masuk angin. Jangan lupa juga untuk perbanyak minum air dan istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhannya. Semoga lekas sembuh!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Universitas Indonesia, diakses 3 Agustus 2020, Masuk Angin Bisa Berujung Maut.
  2. Kementerian Kesehatan, diakses 3 Agustus 2020, Sepele? Ini 5 Penyakit Yang Memiliki Gejala Serupa Masuk Angin.
  3. Mayo Clinic, diakses 3 Agustus 2020, Cold remedies: What works, what doesn’t, what can’t hurt.
  4. Healthline, diakses 3 Agustus 2020, 22 High-Fiber Foods You Should Eat.
  5. Healthline, diakses 3 Agustus 2020, 11 Cold and Flu Home Remedies.
  6. Medical News Today, diakses 3 Agustus 2020, Eighteen ways to reduce bloating.
  7. Medical News Today, diakses 3 Agustus 2020, What to know about ibuprofen?
  8. WebMD, diakses 3 Agustus 2020, Why Do I Have Chills?
  9. WebMD, diakses 3 Agustus 2020, Decongestants.
  10. Drugs.com, diakses 3 Agustus 2020, Acetaminophen.
  11. Brigham and Women’s Hospital, diakses 3 Agustus 2020, Gas: Beat the Bloat.
  12. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 Agustus 2020, Effects of a single low-dose acetaminophen on body temperature and running performance in the heat: a pilot project.

    register-docotr