Kamus Obat

Tidak Boleh Sembarangan, Begini Aturan Pakai Obat Codeine yang Ampuh Atasi Nyeri

June 24, 2020 | Felicia Elfriestha
feature image

Obat codeine merupakan obat yang bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Agar tidak salah menggunakannya, yuk kenali lebih dalam mengenai obat codeine.

Baca Juga: Ladies, Jangan Sepelekan Bahaya Infeksi Bacterial Vaginosis! Simak Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Deskripsi obat codeine

Codeine merupakan obat untuk mengatasi nyeri ringan atau cukup parah. Obat codeine bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengurangi nyeri dan rasa sakit yang dialami pasien.

Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit jangka panjang apabila penggunaan obat analgesik yang lebih umum seperti aspirin, ibuprofen, atau paracetamol tidak dapat membantu.

Obat codeine termasuk golongan obat analgesik opioid dan bekerja pada sistem saraf pusat untuk meredakan rasa sakit yang dibuat dari ekstrak tumbuhan opium. Karena masuk dalam golongan obat narkotika sehingga penggunaannya tidak sembarangan, alias harus berdasarkan resep dokter. 

Dalam kasus tertentu, obat codeine juga bisa digunakan untuk meredakan batuk dan pilek. Namun penggunaannya harus dikombinasikan dengan obat lainnya.

Manfaat obat codeine

Secara umum obat ini bermanfaat sebagai obat penghilang rasa sakit. Obat codeine juga sering kali dikombinasikan dengan jenis obat lainnya. Obat ini biasanya dapat mengatasi beberapa keluhan di bawah ini, seperti:

  • Biasa untuk mengatasi batuk kering
  • Nyeri ringan hingga sedang
  • Nyeri berat, umumnya dikombinasikan dengan analgesik lain seperti aspirin atau paracetamol
  • Diare
  • Batuk dan pilek, dikombinasikan dengan antihistamin dan dekongestan.

Aturan minum obat codeine

Obat codeine harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah cara minum codeine yang tepat, antara lain:

  • Obat ini dapat dikonsumsi dengan makan atau tanpa makan
  • Sebaiknya gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter atau apoteker
  • Gunakan obat ini  pada waktu yang sama setiap harinya dan konsumsi secara teratur
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat ini tetapi jika waktunya dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter
  • Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama dari anjuran dokter karena dapat menimbulkan kecanduan
  • Jangan pernah berbagi obat ini dengan orang lain, yang terutama memiliki riwayat penyalahgunaan atau kecanduan obat
  • Jangan sesekali minum obat ini setelah makan atau minum susu bila obat ini membuat kamu sakit perut
  • Jangan tiba-tiba berhenti menggunakan obat ini setelah penggunaan jangka panjang, atau kamu bisa mengalami gejala sakau yang menyakitkan.

Efek samping obat codeine

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Berikut efek samping dari obat codeine, antara lain:

  • Merasa pusing atau mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Pusing dan limbung
  • Mulut kering
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mudah merasa lelah
  • Sembelit
  • Ruam
  • Berkeringat
  • Gatal ringan atau ruam.

Silahkan hubungi dokter atau ke rumah sakit jika mengalami efek samping seperti di bawah ini:

  • Denyut jantung lambat menjadi lemah, denyut nadi lemah, pingsan, napas tersengal-sengal atau sesak napas
  • Perubahan secara drastis perasaan gembira atau sedih
  • Mengalami kejang-kejang
  • Pingsan tiba-tiba
  • Kebingungan, agitasi, halusinasi, pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Bermasalah dengan buang air kecil
  • Infertilitas, periode menstruasi tidak teratur
  • Impotensi, mengalami masalah seksual, kehilangan minat seks.
  • Kortisol rendah seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing, kelelahan atau kelesuan.

Dosis obat codeine

Kesediaan obat ini bermacam-macam bentuknya mulai dari tablet, kapsul, sirup, supositoria, serbuk atau tablet larut, hingga injeksi. Dosis dan kesediaan obat ini ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Berikut adalah dosis yang disarankan, antara lain:

Dosis untuk orang dewasa

  • Untuk meredakan nyeri, dosis yang digunakan adalah sebanyak 30 mg oral melalui suntikan atau infus setiap 6 jam atau seperlunya
  • Untuk mengatasi batuk, dosis yang digunakan adalah 15 mg oral setiap 6 jam seperlunya. Mungkin bertambah menjadi 20 mg setiap 4 jam.

Dosis untuk anak-anak

Untuk mengatasi batuk pada anak-anak, dosis codeine adalah:

  • 2-6 tahun: 2,5-5 mg oral setiap 4-6 jam. Maksimal 30 mg/hari
  • 6-12 tahun: 5-10 mg oral setiap 4-6 jam. Maksimal 60 mg/hari.

Untuk mengetasi nyeri pada anak-anak, dosis codeine adalah:

  • 1 tahun ke atas: 0,5 mg/kg atau 15 mg/m2 oral, IM, atau di bawah kulit setiap 4-6 jam seperlunya.

Harga obat codeine

Beberapa kisaran harga obat ini yang dijual di pasaran:

  • Obat codeine 10 mg biasanya digunakan untuk mengatasi masalah batuk dan diare, nyeri sedang dan berat. Harga pasaran obat ini sebesar Rp15.500 per strip
  • Obat codeine 15 mg biasanya dijual di apotek seharga Rp17.000 per tabletnya
  • Obat codeine 20 mg yang biasanya untuk mengatasi batuk akut, yang merupakan obat analgesic ogonis opioid dijual dengan harga Rp17.000 per tabletnya.

Interaksi obat

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakannya bersamaan obat lain, segera konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. 

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan codeine:

  • Obat-obatan narkotika lainnya seperti obat pereda nyeri opioid atau obat batuk resep
  • Obat yang membuat mengantuk atau memperlambat pernapasan seperti pil tidur, pelemas otot, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Obat yang memengaruhi kadar serotonin di tubuh seperti obat untuk depresi, penyakit parkinson, sakit kepala migrain, infeksi serius, atau pencegahan mual dan muntah.

Berikut ini adalah beberapa interaksi yang mungkin terjadi jika menggunakan codeine bersamaan dengan obat-obatan tertentu:

  • Dapat menimbulkan efek samping yang berpotensi fatal jika dikonsumsi bersama dengan obat penghambat enzim monoamine oxidase inhibitor (MAOI)
  • Dapat meningkatkan efek samping depresi sistem pernapasan jika digunakan dengan obat-obatan anestesi dan antihistamin
  • Dapat meningkatkan kadar codein dalam darah jika dikonsumsi bersama cimetidine
  • Dapat meningkatkan risiko terjadinya konstipasi, jika dikonsumsi bersama obat golongan antikolinergik dan antidiare.

Sebaiknya segera beri tahu dokter apabila kamu sedang mengonsumsi atau belakangan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal. 

Selain itu mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan codeine

Berikut beberapa masalah medis lainnya mungkin memengaruhi penggunaan obat codeine, antara lain:

  • Penyakit addison yaitu masalah pada kelenjar adrenal
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Masalah pada pernapasan atau paru-paru
  • Depresi
  • Ketergantungan obat-obatan, terutama narkoba
  • Prostat membesar (BPH, rostatic hypertrophy)
  • Hipotiroid yaitu kekurangan tiroid
  • Kifoskoliosis adalah tulang punggung melengkung sehingga dapat menganggu pernapasan
  • Gangguan mental
  • Sulit buang air kecil
  • Tumor otak
  • Cedera kepala
  • Peningkatan tekanan di dalam kepala yang mana beberapa efek samping codeine bisa menyebabkan masalah serius pada orang dengan kondisi medis ini
  • Sulit bernapas misalnya asma, hypercapnia
  • Kelumpuhan ileus yaitu penghambatan usus
  • Depresi pernapasan seperti hipoventilasi atau bernafas dengan lambat
  • Tekanan darah rendah
  • Pankreatitis atau radang pankreas
  • Kejang-kejang
  • Penyakit hati
  • Masalah pada perut atau pencernaan.

Perhatian dan peringatan dalam penggunaan obat

Beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum menggunakan obat codeine antara lain:

Jika kamu mengalami alergi

Segera beri tahu dokter jika kamu pernah memiliki reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya.

Selain itu beri tahu juga kepada dokter jika kamu memiliki jenis alergi lain, seperti makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk obat non-resep, bacalah label atau bahan penyusun dengan hati-hati.

Jangan sembarang diberikan kepada anak-anak

Obat codeine tidak boleh digunakan pada bayi, kecuali dokter menganjurkan sebaliknya.

Studi pada obat ini telah dilakukan hanya pada pasien dewasa, dan tidak ada informasi lengkap yang membandingkan penggunaan obat ini pada anak-anak dengan kelompok usia lainnya.

Jangan sembarangan diberikan kepada lansia

Banyak obat-obatan belum diteliti secara khusus pada orang tua termasuk obat ini. 

Efek samping obat codeine pada lansia belum diketahui karena tidak ada informasi lengkap yang berhasil membandingkan penggunaan obat ini pada orang tua dengan penggunaan dalam kelompok usia lainnya.

Menyebabkan mengantuk

Obat codeine dapat menyebabkan kantuk. Sangat tidak disarankan untuk berkendara atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini.

Overdosis obat codeine

Jika kamu mengalami overdosis silahkan langsung hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut beberapa gejala overdosis yang harus kamu waspadai, antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Terlalu mengantuk
  • Detak jantung lambat
  • Pusing
  • Kulit dingin dan basah
  • Pingsan

Apakah obat codeine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Pada dasarnya tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan codeine pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter yang menangani kamu untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Apakah obat codeine aman jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. 

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat kamu dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter yang biasa menangani kamu.

Baca Juga: Terobsesi Kurus dan Diet Berlebihan? Waspadai Ciri-ciri Anoreksia!

Cara menyimpan obat codeine

Beberapa cara penyimpanan yang tepat, seperti:

  • Obat codeine paling baik disimpan pada suhu ruangan
  • Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap
  • Sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi
  • Jangan sesekali membekukan obat ini
  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker atau dokter kamu
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan
  • Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan
  • Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi
  • Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk obat ini.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. webmd.com diakses 22 Juni 2020. Codeine Sulfate. 22 Juni 2020 pukul 19.00.
  2. drugs.com (2020) diakses 22 Juni 2020. Codeine. 22 Juni 2020 pukul 20.00.
    register-docotr