Kamus Obat

Serba-serbi Albendazole: Obat untuk Mengobati Infeksi Akibat Cacing

June 20, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Obat albendazole merupakan obat anthelmintik yang dapat mencegah perkembangan larva serangga serta cacing di dalam tubuh.

Albendazole pun banyak digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh cacing, seperti cacing pita babi dan cacing pita anjing.

Namun, perlu diketahui jika albendazole dapat membahayakan bayi dalam kandungan sehingga ibu hamil tidak disarankan mengonsumsinya. Nah, yuk kenali lebih jauh tentang albendazole agar penggunaannya tidak keliru!

Baca juga: Gigi Sensitif Bikin Malas Makan, Yuk Ketahui Apa Saja Penyebabnya

Apa itu obat albendazole?

Dilansir Mayo Clinic, albendazole adalah salah satu obat yang berguna untuk mengobati infeksi cacing pita tertentu, seperti neurocysticercosis dan penyakit hidatid. Obat ini diminum melalui mulut atau oral dan biasanya dikonsumsi sebanyak 1 sampai 2 kali dalam sehari.

Untuk beberapa kondisi, seperti penyakit hidatid, dokter mungkin akan mengarahkan untuk minum obat ini dalam siklus pengobatan misalnya dua kali sehari.

Konsumsi obat harus dilakukan secara rutin selama 28 hari kemudian tanyakan pada dokter instruksi lebih lanjut setelah menghentikannya.

Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan jika kamu memiliki penyakit lain yang bisa membahayakan tubuh. Segera beritahu dokter jika pernah mengalami masalah pada mata terutama dengan retina, penyakit hati, serta penekanan sumsum tulang.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat

Dalam memutuskan untuk menggunakan obat, risiko yang akan dirasakan kemudian hari harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Nah, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Alergi. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika memiliki berbagai jenis alergi, seperti makanan, pewarna, pengawet, ataupun hewan. Untuk produk non-resep, baca label pada kemasan dengan hati-hati untuk mencegah alergi.
  • Anak-anak. Meski belum ada studi yang jelas untuk menunjukkan adanya masalah pediatrik akibat penggunaan obat, disarankan untuk berhati-hati ketika mengonsumsinya. Dosis pada anak juga harus diperhatikan karena bisa mengakibatkan penyakit hidatid.
  • Lansia. Penelitian yang tepat tentang hubungan usia dengan efek albendazole belum dilakukan, namun perlu diperhatikan juga penggunaannya pada orang lanjut usia. Minta resep dari dokter jika memang harus mengonsumsi obat ini.

Bagaimana dosis tepat untuk penggunaan albendazole?

Dosis albendazole akan berbeda pada masing-masing individu sesuai dengan kondisi penyakitnya. Selain itu, jumlah obat yang dikonsumsi juga tergantung pada kekuatan obat sehingga lama waktu minum obat didasarkan pada masalah medisnya.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut dosis penggunaan obat albendazole yang perlu diketahui:

Dosis dewasa untuk penyakit hidatid

Untuk orang yang kondisi memiliki penyakit hidatid dengan berat badan kurang dari 60 kg biasanya memerlukan dosis obat sebanyak 15 mg per hari. Obat dikonsumsi dua kali dalam sehari dengan dosis maksimum sebanyak 800 mg per hari.

Durasi terapinya dilakukan selama 28 hari dan diikuti oleh interval bebas dalam 14 hari dengan total 3 siklus. Obat ini juga berguna untuk mengobati penyakit hidatidosis kistik hati, paru-paru, dan peritoneum karena bentuk larva Echinococcus granulosus. 

Dosis dewasa untuk neurocysticercosis

Untuk orang dengan kondisi neurocysticercosis yang memiliki berat badan 60 kg atau lebih membutuhkan dosis 400 mg per oral sebanyak dua kali sehari. Biasanya, lama terapi adalah 8 hingga 30 hari tergantung keparahan penyakitnya.

Namun, pasien perlu menerima terapi steroid dan antikonvulsan yang tepat sesuai kebutuhan. Selain itu, kortikosteroid oral atau IV harus dipertimbangkan untuk mencegah hipertensi serebral selama minggu pertama terapi.

Dosis dewasa untuk infeksi cacing kremi

Bagi orang yang memiliki infeksi akibat cacing kremi biasa akan direkomendasikan obat sekitar 400 mg per oral sebagai dosis tunggal dan diulangi penggunaannya dalam dua minggu.

Selain itu, dokter juga menyarankan orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita untuk memeriksakan kesehatannya.

Dosis dewasa untuk strongyloidiasis

Untuk orang dengan kondisi strongyloidiasis, biasanya akan direkomendasikan pemberian dosis obat sebanyak 400 mg per oral dua kali sehari selama 7 hari.

Namun, dokter juga akan menyarankan untuk melakukan terapi alternatif. Oleh karena itu, pengobatan ulang dapat dilakukan untuk memperoleh kesembuhan maksimal.

Dosis dewasa untuk cysticercus cellulosae

Pemberian dosis obat untuk kondisi pasien dengan cysticercus cellulosae adalah sebanyak 400 mg per oral dan dikonsumsi dua kali sehari selama 8 hingga 30 hari. Pengulangan obat biasanya hanya dilakukan seperlunya dengan lama waktu terapi sekitar 30 hari.

Obat ini sangat direkomendasikan pada pasien dengan kista subarachnoid atau kista raksasa. Tak jarang, obat juga diberikan ketika usia melakukan intervensi bedah terutama pengangkatan neuroendoskopi dengan diikuti pengobatan menggunakan steroid lainnya.

Dosis dewasa untuk infeksi echinococcus

Penggunaan obat untuk kondisi pasien dengan infeksi echinococcus adalah 400 mg per oral dan dikonssumsi dua kali sehari selama 1 sampai 6 bulan. Untuk itu, pengobatan ini sangat direkomendasikan untuk echinococcosis kistik pada pasien dengan kista kecil.

Tak hanya itu, obat ini juga sering kali diberikan sebelum operasi untuk memfasilitasi manipulasi bedan kista yang aman dengan menonaktifkan protoscoleces. Obat ini dapat bekerja dengan mengubah integritas membran kista dan mengurangi turgiditas kista.

Dosis dewasa untuk loiasis

Rekomendasi dokter untuk pemberian obat terhadap orang dengan kondisi loiasis adalah 200 mg per oral yang dikonsumsi dua kali sehari selama 21 hari. Karena itu, obat ini juga direkomendasikan untuk infeksi simtomatik dengan mikrofilaria.

Pengobatan untuk infeksi ini cukup rumit sehingga perlu penanganan langsung dari ahli yang telah berpengalaman. Jangan lupa juga untuk menanyakan langkah selanjutnya jika pemberian obat telah selesai.

Dosis dewasa untuk mikrosporidiosis

Untuk orang dengan kondisi mikrosporidiosis, biasanya akan direkomendasikan 400 mg per oral sebanyak dua kali dalam sehari. Obat ini juga direkomendasikan untuk infeksi yang menyebar karena Encephalitozoon hellem.

Selain itu, obat ini juga direkomendasikan untuk infeksi usus karena E intestinalis dengan durasi pengobatan selama 21 hari. Pengobatan lebih lanjut bisa langsung ditanyakan pada dokter setelah obat selesai diberikan.

Efek samping penggunaan albendazole

Meski memiliki manfaat yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan infeksi cacing, obat albendazole juga bisa menyebabkan efek samping berbahaya.

Efek samping penggunaan obat ini memang jarang terjadi, namun perlu penanganan segera oleh tenaga medis agar tidak semakin parah.

Nah, beberapa efek samping yang mungkin dirasakan adalah demam, gusi berdarah, nyeri dada, batuk, panas dingin, dan buang air kecil terasa menyakitkan. Selain itu, tak jarang juga menyebabkan bintik-bintik putih pada bibir, perdarahan atau memar yang tidak biasa, dan mudah lelah.  

Jika efek samping berlanjut, segera hubungi dokter atau profesional kesehatan untuk perawatan lebih lanjut dan lengkap. Dokter biasanya akan memberikan pengobatan lainnya berdasarkan gejala yang muncul.

Cara menyimpan obat albendazole dengan benar

Perlu diketahui, jika kamu melewatkan satu dosis obat ini sesegera mungkin untuk meminumnya. Namun, jika sudah hampir waktu untuk dosis selanjutnya maka lewati dan kembali ke jadwal rutin. Jangan sampai menggandakan dosis karena bisa membahayakan kondisi kesehatan.

Untuk menyimpan obat ini, pastikan untuk menaruhnya di wadah tertutup dan letakkan pada suhu kamar. Usahakan untuk jauh dari panas, suhu terlalu dingin, lembap, dan paparan cahaya matahari langsung.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan menyimpan obat yang sudah tidak lagi diperlukan. Tanyakan segera pada dokter ahli atau tenaga medis bagaimana cara untuk membuang obat yang aman dan tepat.

Cara pencegahan infeksi cacing

Obat albendazole untuk sementara waktu dapat menurunkan jumlah sel darah putih dalam darah dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi.

Selain itu, obat ini juga mampu membantu menurunkan trombosit yang biasanya diperlukan untuk pembekuan darah. Nah, beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi

Untuk menghindari infeksi cacing, sebisa mungkin untuk menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi. Apabila sudah terlanjur melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, segera lakukan pengobatan sebelum menyebabkan masalah lebih serius. 

Segera periksa ke dokter jika gejala semakin parah

Jika mengalami perdarahan yang tidak biasa dalam tinja atau pada urine, maka segera lakukan pemeriksaan bersama dokter ahli. Biasanya, dokter akan melakukan tes pemeriksaan lain untuk mendapatkan hasil diagnosis lebih tepat.

Hati-hati dalam menggunakan sikat gigi

Ketika melakukan sikat gigi atau tusuk gigi, disarankan untuk berhati-hati karena infeksi bisa masuk lewat mulut. Biasanya, dokter akan merekomendasikan cara lain untuk membersihkan gigi dan gusi. 

Hindari menyentuh mata dan hidung sembarangan

Setelah bepergian, sangat dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan air bersih dan sabun. Usahakan untuk tidak menyentuh mata dan bagian dalam hidung dalam kondisi tangan belum dicuci.

Untuk pasien yang dirawat karena neurocysticercosis, obat ini dapat meningkatkan risiko untuk mengalami peningkatan tekanan di kepala atau kejang. Karena itu, jika kamu memiliki gejala lanjutan, seperti kejang maka segera bicarakan dengan dokter. 

Periksakan dengan dokter segera jika memiliki rasa sakit atau nyeri di perut bagian atas, tinja berwarna pucat, urine gelap, hilangnya nafsu makan, mual atau muntah, serta kulit kuning. Jangan minum obat lain kecuali sudah dibicarakan dengan dokter, termasuk suplemen herbal dan vitamin.

Baca juga: Obat Ceftriaxone: Kenali Manfaat, Dosis serta Efek Samping Penggunaannya

Informasi lainnya mengenai obat ini bisa kamu tanyakan ke dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 17 Juni 2020. Albendazole (Oral Route)
  2. Webmd, diakses 17 Juni 2020. Albendazole
  3. Drug.com (2019), diakses 17 Juni 2020. Albendazole
    register-docotr