Kamus Obat

Mengenal Natrium Diklofenak, Apa Saja Manfaat, Dosis & Efek Samping Obat Pereda Nyeri Sendi Ini?

June 7, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Natrium diklofenak adalah obat jenis nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang digunakan untuk meredakan sakit atau nyeri ringan hingga menengah.

Diklofenak bekerja dengan cara mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Ada 2 jenis diklofenak yang umum ditemui, yakni diklofenak sodium (natrium diclofenac) dan diklofenak potassium (kalium diclofenac). 

Obat ini hadir dalam beragam jenis mulai dari tablet, kapsul, dan suppositoria (obat yang dimasukkan melalui anus). Ada juga diklofenak dalam bentuk plester serta gel untuk nyeri sendi.

Fungsi natrium diklofenak 

Diklofenak adalah obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Obat ini kerap diresepkan untuk berbagai masalah dengan sendi, otot, dan tulang. 

Berikut beberapa kondisi yang bisa diatasi dengan obat diklofenak:

  • Rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan asam urat.
  • Nyeri akibat terkilir atau tegang pada otot dan ligamen.
  • Sakit punggung.
  • Ankylosing spondylitis, sebuah kondisi yang menyebabkan peradangan pada tulang belakang dan bagian tubuh lain.
  • Sakit gigi.
  • Migrain.

Selain obat oral (diminum lewat mulut) ada juga obat diklofenak yang diberikan dengan cara disuntikkan atau dalam bentuk obat tetes mata. Untuk jenis ini biasanya hanya diberikan oleh petugas medis di rumah sakit.

Baca juga: Perhatikan 5 Aturan Minum Antibiotik Ini agar Pengobatan Lebih Efektif!

Sebelum mengonsumsi natrium diklofenak

Apabila kamu mengalami gejala nyeri atau peradangan, lalu ingin menggunakan obat ini, maka ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan.

Penggunaan obat diklofenak biasanya harus di bawah pengawasan dokter, maka pastikan kamu memberi tahu beberapa hal ini sebelum dokter meresepkan obat.

1. Alergi

Apabila kamu memiliki reaksi alergi tertentu baik pada obat atau makanan, jangan lupa untuk memberitahu dokter. Terutama jika kamu alergi pada diklofenak, aspirin, ibuprofen, atau obat NSAID lainnya.

2. Riwayat penyakit

Memberi tahu riwayat penyakit kamu ke dokter juga penting. Utamanya jika kamu memiliki riwayat penyakit-penyakit berikut ini:

  • Asma.
  • Gagal jantung kongestif (CHF).
  • Memiliki bisul (ulcers) atau pendarahan di perut Anda;
  • Belum lama mengalami serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tukak lambung atau maag.
  • Masalah ginjal atau hati.
  • Kondisi sumsum tulang belakang yang tidak normal.
  • Memiliki kelainan terkait pembekuan darah.
  • Penyakit crohn atau kolitis ulserativa.
  • Lupus.

3. Hamil dan menyusui

Apabila kamu tengah hamil, sedang merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui maka ada baiknya untuk memberitahu kepada dokter.

Konsumsi natrium diklofenak pada 3 bulan terakhir kehamilan bisa membahayakan bayi di dalam kandungan. Ibu hamil juga tidak disarankan mengonsumsi obat ini.

Sebab diklofenak yang dikonsumsi secara oral bisa saja terbawa melalui ASI dan membahayakan kesehatan bayi.

4. Usia

Dilansir dari Drugs, diklofenak oral tidak diperbolehkan untuk siapa pun yang masih di bawah 18 tahun. Apabila memang dibutuhkan, dokter biasanya akan meresepkan sesuai dengan berat badan anak.

Selain itu, penggunaan obat ini pada lansia juga berisiko. Semakin tua maka fungsi ginjal dan lambung lansia bisa semakin turun kondisinya. 

Ini membuat lansia berisiko mengalami permasalahan pada perut seperti pendarahan, retensi terhadap air, dan efek samping lainnya. Maka diperlukan perhatian ekstra sebelum meresepkan obat ini pada lansia.

5. Interaksi obat

Jangan lupa untuk memberi tahu dokter apa saja obat, suplemen, maupun ramuan herbal yang sedang kamu konsumsi. Sebab obat ini bisa saja menimbulkan reaksi apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat lain.

Beberapa obat yang bisa bereaksi negatif apabila digunakan bersamaan dengan diklofenak diantaranya aliskiren, captopril, lisinopril, valsartan, losartan, kortikosteroid, cidofovir, litium, metotreksat, furosemide.

Diklofenak juga bisa meningkatkan risiko perdarahan saat diminum dengan obat lain yang juga dapat menyebabkan perdarahan. Contohnya seperti clopidogrel, dabigatran, enoxaparin, warfarin, dan lain-lain.

Selain itu, sebaiknya kamu juga harus menghindari konsumsi alkohol selama mengonsumsi obat ini. Alkohol dapat meningkatkan risiko tukak lambung akibat diklofenak.

Cara menggunakan natrium diklofenak

Penggunaan atau konsumsi obat ini berbeda tergantung jenis obat apa yang kamu gunakan. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Jenis kapsul atau tablet

Pastikan kamu selalu mengonsumsi obat ini dalam keadaan perut terisi, alias sesudah makan. Sebab, diklofenak bisa mengiritasi perut kamu dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Kamu bisa meminumnya dengan air putih atau pun susu. Langsung telan obatnya, jangan dihancurkan, dikunyah, atau dihisap di dalam mulut.

Untuk dosisnya sendiri kamu harus mendapatkan resep dokter. Dosis biasanya tergantung dengan beberapa hal mulai dari usia, parahnya kondisi, dan riwayat penyakit.

2. Suppositoria diklofenak

Suppositoria adalah obat yang digunakan dengan cara memasukkannya secara lembut melalui lubang anus. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

  • Kamu bisa melakukannya dimana pun kamu merasa nyaman, baik kamar maupun toilet.
  • Pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan sabun baik sebelum maupun sesudah menyentuh obatnya.
  • Jangan lupa juga untuk membersihkan bagian anus dengan sedikit sabun dan air lalu bilas dan keringkan.
  • Buka bungkusan suppositoria lalu dorong obatnya ke dalam anus dengan ujung runcing  yang masuk terlebih dahulu. Pastikan obat ini masuk sekitar 3 cm.
  • Setelah itu, kamu bisa memposisikan tubuh dengan duduk maupun berbaring selama 15 menit. Obat ini akan meleleh dengan sendirinya dan itu sangat lah normal.
suppositoria
Suppositoria. Sumber foto: pelvicpain.org.au

3. Gel diklofenak

Jenis diklofenak gel biasanya digunakan untuk mengobati nyeri osteoartritis pada persendian tertentu. Atau sering juga digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK).

Keluarkan gel dari kemasannya sesuai kebutuhan kamu, lalu oleskan pada permukaan kulit yang ingin diobati. Gosok secara perlahan, ini mungkin akan membuat kulit kamu terasa dingin.

Jangan lupa untuk cuci tangan setelah mengoleskannya. Keringkan dengan baik, jangan menyentuh orang lain saat kulit yang terpapar diklofenak masih basah

Untuk frekuensi penggunaannya sendiri perhatikan petunjuk penggunaan pada kemasan produk atau konsultasikan dengan dokter.

4. Plester diklofenak

Jenis terakhir dari diklofenak adalah bentuk plester. Untuk menggunakannya, kamu bisa menempelkan plester pada area yang nyeri 1 kali pada pagi hari dan 1 kali lagi pada malam hari.

Kamu disarankan untuk mengatasi 1 per 1 area yang sakit terlebih dahulu. Jangan gunakan plester jenis berbeda selama periode 24 jam.

Saat melepaskan plester kamu bisa membasahinya dulu dengan air agar mudah dilepas. Setelah itu cuci kulit yang ditempeli plester dan gosok dengan lembut dalam gerakan memutar untuk menghilangkan sisa lem yang mungkin tertinggal.

Efek samping natrium diklofenak

Pada beberapa orang obat ini bisa saja menimbulkan efek samping. Efek samping yang timbul pun bisa berbeda di tiap individu.

Efek samping ringan

Beberapa efek samping yang umum di antaranya:

  • Perut terasa kembung, kram, nyeri, hingga sensasi rasa terbakar.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Bersendawa.
  • Urine berwarna keruh atau gelap.
  • Feses menghitam atau berdarah.
  • Konstipasi.
  • Frekuensi atau volume urine yang berkurang.
  • Sakit kepala maupun pusing.
  • Munculnya ruam kulit dan gatal.
  • Mual serta muntah.
  • Rasa sakit di bawah tulang dada.
  • Kesulitan bernapas.
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.
  • Muntah darah atau muntah yang menyerupai bubuk kopi.
  • Penurunan berat badan.

Efek samping lebih sering timbul pada orang yang mengonsumsi diklofenak oral. Tidak dengan orang yang menggunakan jenis gel maupun plester.

Meski begitu penggunaan diklofenak plester atau gel juga bisa memberikan perubahan pada kulit. Seperti:

  • Lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Ruam pada kulit yang terpapar.
  • Kering atau iritasi.
  • Gatal dan meradang.

Efek samping berbahaya

Selain efek umum di atas, natrium diklofenak juga bisa menimbulkan efek samping yang lebih berbahaya dan bisa membahayakan nyawa.

Segera hubungi petugas medis apabila kamu mengalami beberapa efek samping atau gejala berikut ini:

  • Muntah darah, feses menghitam, ini bisa jadi tanda adanya pendarahan di dalam perut maupun usus.
  • Terjadi gangguan pencernaan parah seperti sakit perut, muntah, dan diare. Kondisi ini bisa jadi tanda maag atau radang di perut dan usus.
  • Bagian putih mata menguning, ini bisa menjadi tanda adanya permasalahan di organ hati.
  • Munculnya ruam berbentuk bentol, gatal, dan bengkak. Ini bisa jadi tanda adanya reaksi alergi kulit berupa biduran atau edema.
  • Sesak napas, kelelahan, kaki atau pergelangan kaki bengkak. Kondisi ini bisa jadi tanda gagal jantung.
  • Nyeri dada, sesak napas, lemas, pusing, dan perasaan gelisah. Ini bisa menjadi tanda adanya serangan jantung.
  • Kesulitan bicara, merasakan lemas hanya pada satu sisi tubuh, kehilangan keseimbangan, dan pandangan kabur. Ini bisa jadi tanda stroke.
  • Kemampuan melihat warna yang berubah, terutama warna biru dan kuning.
  • Pembengkakan pada wajah, pergelangan kaki, atau tangan.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di dada, perut bagian atas, atau tenggorokan.
  • Bibir, kuku, atau kulit berubah pucat atau biru.
  • Pembengkakan pada kelopak mata atau di sekitar mata, wajah, bibir, dan lidah.
  • Pertambahan berat badan yang cepat.
  • Kejang atau pingsan.

Reaksi alergi natrium diklofenak

Konsumsi diklofenak juga bisa menimbulkan reaksi yang berbahaya. Segera hubungi dokter apabila kamu mengalami gejala di bawah ini:

  • Ruam kulit yang terasa gatal, merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas.
  • Wheezing atau mengi.
  • Merasa sesak di bagian dada atau tenggorokan.
  • Kesulitan bernapas atau berbicara.
  • Mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan kamu mulai membengkak

Jika kamu mengalami efek samping atau reaksi alergi di atas, maka sebaiknya kamu tidak menggunakan obat ini lagi karena bisa berakibat berbahaya.

Peringatan FDA untuk natrium diklofenak

Karena tergolong obat yang harus digunakan dengan resep dokter, BPOM AS alias FDA telah memberikan beberapa peringatan penting.

Berikut peringatan FDA terkait diklofenak dan juga obat NSAID lainnya:

  • Obat ini tergolong ke dalam label “box hitam”. Ini merupakan kategori paling serius versi FDA. Label “box hitam” memperingatkan dokter dan pasien tentang efek obat yang mungkin berbahaya.
  • Diklofenak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Semua NSAID dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Risiko ini bisa naik semakin lama kamu menggunakan NSAID, dan jika kamu mengonsumsinya dengan dosis tinggi.
  • Bicaralah dengan dokter jika kamu akan segera dioperasi. Obat NSAID seperti diklofenak dapat meningkatkan risiko efek samping serius, termasuk perdarahan lambung.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

NHS. Diakses pada 5 Juni 2020. Diclofenac.

Drugs. Diakses pada 5 Juni 2020. Diclofenac.

WebMD. Diakses pada 5 Juni 2020. Natrium Diclofenac.

Mayo Clinic. Diakses pada 5 Juni 2020. Diclofenac (Oral Route).

Healthline. Diakses pada 5 Juni 2020. Diclofenac, Topical Gel.

Everyday Health. Diakses pada 5 Juni 2020. What Is Diclofenac (Voltaren)?.

    register-docotr