Kamus Obat

Minum Obat Sebelum atau Sesudah Makan, Apa Bedanya?

September 7, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Minum obat tidak boleh sembarangan. Selain memerhatikan dosis yang tepat, kamu juga harus mengetahui kapan waktu untuk meminumnya, apakah sebelum atau sesudah makan. Bahkan, beberapa obat justru harus dikonsumsi saat sedang makan.

Mengapa obat harus diminum sebelum atau sesudah makan? Bagaimana jika mengonsumsinya tidak sesuai dengan aturan? Yuk, temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Baca juga: Gak Cuma Obat, Inilah 7 Antibiotik Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah

Mengapa obat harus diminum setelah makan?

Obat adalah senyawa kimia yang bekerja dengan cara tertentu untuk meredakan suatu gejala gangguan kesehatan. Seringnya, kamu dianjurkan untuk minum obat setelah makan.

Tentu saja, ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut. Mengutip NHS UK, beberapa contoh obat yang diminum setelah atau dengan makanan biasanya, seperti:

  • Bromocriptine, yaitu obat untuk memengaruhi produksi ASI dan siklus ovulasi (menstruasi).
  • Madopar, yaitu obat keras yang digunakan untuk mengatasi berbagai gejala parkinson.
  • Allopurinol, yaitu obat yang digunakan untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah.
  • Aspirin, obat analgesik yang berfungsi untuk mengatasi demam, nyeri, dan gejala lainnya.

Alasan kamu harus minum obat setelah atau dengan makanan adalah:

1. Mengoptimalkan penyerapan obat

Satu faktor paling penting mengapa kamu harus minum obat setelah atau selama makan adalah karena untuk mendukung proses penyerapannya. Penyerapan yang dimaksud adalah masuknya kandungan obat ke dalam aliran darah, agar gangguan kesehatan yang dirasakan bisa segera mereda.

2. Membantu tubuh memproses makanan

Kebalikan dari poin di atas, beberapa obat harus diminum setelah atau bersama dengan makanan. Tujuannya, agar makanan bisa dengan cepat diproses oleh organ pencernaan. Salah satunya adalah obat diabetes.

Obat diabetes sebaiknya diminum setelah atau bersama makanan untuk menstabilkan kadar gula darah. Kadar tersebut sangat dipengaruhi oleh makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, misalnya nasi.

Saat kondisinya stabil, makanan bisa lebih cepat diproses oleh organ pencernaan.

Mengapa obat harus diminum sebelum makan?

Ada alasan tertentu mengapa kamu harus mengonsumsi obat sebelum makan. Alasannya, obat tersebut akan bekerja lebih optimal jika perutmu masih dalam kondisi kosong. Beberapa faktor yang membuatmu harus minum obat sebelum makan di antaranya:

1. Makanan bisa menghilangkan khasiat obat

Ada beberapa obat yang mudah hancur atau berinteraksi jika terkontaminasi zat-zat lain, sehingga kinerjanya menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, sebaiknya obat-obatan tersebut diminum sebelum makan.

Bifosfonat misalnya, sangat reaktif terhadap makanan yang mengandung kalsium dan zat besi. Obat untuk mengatasi masalah tulang tersebut akan bereaksi dengan mengikat diri pada mineral-mineral pada makanan.

Begitu juga dengan ciprofloxacin, antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran pencernaan (seperti diare), infeksi saluran kemih, hingga infeksi menular seksual.

Namun, pada beberapa kondisi, ciprofloxacin bisa juga diminum setelah makan, terutama untuk orang-orang yang rentan mengalami mual.

2. Makanan merangsang produksi asam lambung

Beberapa obat harus diminum sebelum makan agar tidak bereaksi dengan asam lambung. Ketika makanan masuk ke saluran pencernaan, asam lambung akan mengalami peningkatan. Kondisi ini bisa menurunkan kinerja obat, bahkan menghilangkan efeknya.

Obat-obatan yang bereaksi terhadap asam lambung di antaranya adalah:

  • Eritromisin, yaitu antibiotik golongan makrolid yang digunakan untuk mengatasi beberapa infeksi bakteri, seperti pertusis (batuk rejan) dan difteri.
  • Isoniazid, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC).
  • Azitromisin, yaitu antibiotik generik untuk mengatasi sejumlah infeksi bakteri seperti gangguan saluran pernapasan.

Meski begitu, tidak semua obat akan bereaksi terhadap asam lambung. Beberapa obat bahkan membutuhkan asam tersebut agar penyerapannya lebih optimal, seperti ketonazole dan itraconazole. Dua obat antijamur tersebut justru tidak akan bekerja saat diminum sebelum makan.

Baca juga: Jangan Anggap Enteng, Ini Komplikasi Asam Lambung yang Bisa Terjadi

Bagaimana cara mengetahui aturan minum obat?

Tak sedikit orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk minum obat, apakah sebelum atau setelah makan. Obat yang diperoleh dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan biasanya menyertakan aturan minum.

Sementara jika kamu membeli obat yang dijual bebas di apotek, perhatikan petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan. Mengetahui aturan minum sangatlah penting. Sebab, obat tersebut bisa tidak bekerja secara optimal jika salah dalam meminumnya.

Nah, itulah ulasan tentang aturan minum obat yang perlu kamu tahu. Jika masih bingung tentang aturan minum obat, kamu bisa tanyakan pada orang yang tepat, seperti dokter terpercaya yang ada di Good Doctor.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. NHS UK, diakses 3 September 2020, Why must some medicines be taken with or after food?
  2. NHS UK, diakses 3 September 2020, Why must some medicines be taken on an empty stomach?
  3. Kementerian Kesihatan Malaysia, diakses 3 September 2020, Medicines: Before / After Food?

    register-docotr