Kamus Obat

Methyldopa

December 9, 2020 | Arin Khurota
feature image

Methyldopa (metildopa) merupakan obat yang umum digunakan untuk pengobatan pasien tekanan darah tinggi.

Obat ini tergolong obat keras yang bisa mengakibatkan beberapa efek samping yang merugikan apabila tidak dikonsumsi dengan benar.

Simak penjelasan lebih lanjut untuk apa obat methyldopa, manfaat, dosis, serta cara penggunannya berikut!

Untuk apa obat methyldopa (metildopa)?

Methyldopa adalah obat keras golongan antihipertensi yang digunakan untuk pengobatan pasien tekanan darah tinggi.

Prinsip pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah, bila mungkin sampai pada tekanan normal atau pada tekanan yang tidak mengganggu fungsi ginjal, otak, dan jantung.

Biasanya, methyldopa akan dikombinasikan dengan obat-obatan golongan diuretik untuk mengurangi efek toksik obat.

Kebanyakan obat hipertensi bekerja lambat, efeknya baru terlihat setelah beberapa hari, sedangkan efek maksimal didapat setelah beberapa minggu. Oleh karena itu, beberapa obat hipertensi akan dikombinasikan dengan golongan obat lain menurut kondisi klinis pasien.

Apa fungsi dan manfaat obat methyldopa (metildopa)?

Methyldopa berfungsi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Obat ini bekerja kuat dengan memengaruhi sistem saraf pusat dan menstimulasi reseptor pusat vasomotor, sehingga menekan saraf adrenergik perifer.

Methyldopa sering dimanfaatkan untuk pengobatan klinis untuk gangguan berikut:

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan jangka panjang di mana tekanan darah ke dinding arteri cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung.

Ada dua macam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik dan diastolik, yang masing-masing merupakan tekanan maksimum dan minimum.

Pada kebanyakan orang dewasa, tekanan darah tinggi muncul jika tekanan darah istirahat terus-menerus pada atau di atas 130/80 atau 140/90 mmHg. Angka pengukuran yang berlaku ini berbeda dengan anak-anak.

Jika perubahan gaya hidup tidak mencukupi maka dapat diberikan obat tekanan darah tinggi, seperti methyldopa. Biasanya, seseorang yang mengidap hipertensi akan diberikan pengobatan jangka panjang.

Meskipun, dalam beberapa kasus ringan, obat hipertensi diresepkan oleh dokter dalam jangka waktu pendek apabila tekanan darah sudah kembali normal.

Hipertensi gestasional

Hipertensi gestasional atau hipertensi yang diinduksi kehamilan (PIH) adalah perkembangan dari hipertensi baru pada wanita hamil setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa adanya protein dalam urine atau tanda-tanda preeklampsia lainnya.

Preeklampsia adalah kelainan kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi dan terdapat sejumlah besar protein dalam urine. Biasanya, masalah ini muncul saat usia kehamilan mencapai 20 minggu.

Pada kasus penyakit yang parah mungkin ada kerusakan sel darah merah, jumlah trombosit darah rendah, gangguan fungsi hati, disfungsi ginjal, pembengkakan, sesak napas karena cairan di paru-paru, atau gangguan penglihatan.

Hipertensi jenis ini masih belum ada pengobatan khusus, tetapi apabila muncul gejala hipertensi pada wanita hamil, maka harus diawasi secara ketat untuk mengidentifikasi preeklamsia dan komplikasinya yang mengancam nyawa.

Pilihan terapi obat terbatas, karena banyak antihipertensi dapat berdampak negatif pada janin. Metildopa, hydralazine, dan labetalol adalah obat hipertensi yang paling sering digunakan untuk hipertensi kehamilan yang parah.

Merek dan harga obat methyldopa

Sejumlah merek obat ini telah beredar luas, baik obat generik maupun obat paten. Merek obat methyldopa yang sudah umum dikenal adalah Dopamet 250 mg dan Dopamet 500 mg. Selain itu, ada pula Medopa, sediaan tablet salut selaput methyldopa 250 mg.

Kamu bisa mendapatkan obat Dopamet dengan kandungan methyldopa 250 mg dengan harga berkisar Rp 2.669 hingga Rp 3.588/tablet.

Bagaimana cara minum methyldopa?

  • Perhatikan dan ikuti aturan resep obat yang telah diberikan oleh dokter. Jika ada pertanyaan, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker.
  • Waktu menelan obat sebaiknya pada pagi hari setelah makan, sebab tekanan darah paling tinggi pada pagi hari.
  • Dosis pemberian obat maupun penghentian sebaiknya secara berangsur atas anjuran dari dokter untuk menghindari penurunan dan kenaikan tekanan darah drastis.
  • Lakukan pemeriksaan rutin, baik pemeriksaan tekanan darah maupun fungsi hati.
  • Tetap minum obat meskipun gejala masih ada. Jangan menghentikan pengobatan tanpa ada arahan dari dokter.
  • Simpan pada suhu kamar jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya.
  • Minum obatnya sesegera mungkin apabila kamu lupa minum, tetapi lewati dosis yang terlewat jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya. Jangan mengambil dua dosis sekaligus dalam satu waktu.

Berapa dosis obat methyldopa?

Dosis dewasa

  • Dosis awal: 250 mg selama 2 hari disesuaikan dengan interval waktu minum minimal 2 hari menurut respons efek terapi obat
  • Dosis pemeliharaan: 500-2.000 mg setiap hari
  • Dosis maksimal: 3.000 mg setiap hari
  • Dosis obat untuk terapi kombinasi adalah dosis awal tidak boleh melebihi 500 mg sehari yang diminum dalam dosis terbagi

Anak usia di atas 12 tahun

  • Dosis awal diberikan 10 mg per kg BB atau 300 mg/m2 diminum setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi
  • Sesuaikan waktu minum dengan interval minimal 2 hari menurut respons
  • Dosis maksimal yang dapat diberikan adalah 65mg  per kg BB atau 2.000 mg/m2 atau 3.000 mg setiap hari
  • Disarankan untuk menggunakan dosis pengobatan yang paling kecil dan hanya berdasarkan anjuran dokter

Lansia

Dosis awal diberikan 125 mg atau bisa diberikan dosis dua kali lipat. Dosis dapat meningkat secara bertahap sesuai dengan respons pengobatan. Dosis Maksimal pengobatan adalah 2.000 mg setiap hari.

Dosis obat intravena

  • Dewasa: 250-500 mg tiap 6 jam. Dosis maksimal 1.000 mg tiap 6 jam.
  • Anak: 20-40 mg per kg berat badan atau 600-1.200 mg/m2 diminum setiap hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. Dosis maksimal: 65 mg/kg BB, 2.000 mg/m2.

Apakah obat methyldopa aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Untuk sediaan obat per oral, US Food and Drug Administration menggolongkan obat ini dalam kategori B. Artinya, studi pada hewan percobaan belum menunjukkan risiko efek samping pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Sedangkan untuk sediaan methyldopa injeksi (parenteral), FDA menggolongkan obat ini dalam kategori C, yakni penelitian pada hewan mengungkapkan adanya efek merugikan pada janin (teratogenik), tetapi belum ada penelitian memadai untuk wanita hamil.

Pengobatan diberikan hanya jika potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko pada janin.

Baik ibu hamil maupun menyusui, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila hendak mengonsumsi obat ini.

Apa efek samping obat methyldopa yang mungkin terjadi?

Seiring dengan efek yang dibutuhkan, methyldopa dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan.

Hubungi dokter segera jika salah satu dari efek samping berikut muncul setelah kamu mengonsumsi methyldopa:

  • Hipotensi ortostatik
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Kelelahan
  • Kemampuan atau minat seksual menurun
  • Gangguan konsentrasi dan memori
  • Psikosis ringan
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Mimpi buruk
  • Parestesia
  • Bell’s palsy (Suatu kondisi yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah)
  • Gejala Parkinson
  • Gerakan choreoathetosis yang tidak disengaja
  • Pembengkakan pada kaki atau tungkai bawah
  • Urine berwarna gelap atau kuning
  • Nyeri sendi
  • Pusing atau pusing saat bangun dari posisi berbaring atau duduk
  • Mati rasa, kesemutan, nyeri, atau kelemahan di tangan atau kaki
  • Pembengkakan payudara atau produksi ASI yang tidak biasa
  • Retensi cairan
  • Eksaserbasi angina pektoris
  • Bradikardia (melambatnya detak jantung)
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Hipertensi paradoksikal
  • Gangguan gastrointestinal (misalnya mual, muntah, diare, konstipasi)
  • Lidah menghitam dan terasa sakit
  • Kelenjar ludah meradang
  • Mulut kering
  • Demam
  • Eosinofilia
  • Gangguan fungsi hati
  • Hepatitis
  • Sindrom mirip lupus
  • Uremia
  • Hidung tersumbat
  • Fibrosis retroperitoneal
  • Hiperprolaktinemia
  • Pembesaran payudara (termasuk ginekomastia)
  • Galaktorea, amenorea
  • Efek samping yang jarang terjadi:
  • Pankreatitis dan colitis
  • Trombositopenia imun
  • Leukopenia reversibel (terutama granulositopenia)

Efek samping yang berpotensi fatal:

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi dan beritahu dokter apabila terdapat riwayat alergi methyldopa sebelumnya.

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit hati (terutama sirosis) atau riwayat masalah hati yang disebabkan oleh penggunaan metildopa.

Jangan gunakan metildopa jika kamu telah menggunakan obat-oabtan MAO Inhibitor dalam 14 hari terakhir, seperti isocarboxazid, linezolid, fenelzin, rasagiline, selegiline, tranylcypromine, dan lain-lain. Interaksi obat methyldopa dengan MAO Inhibitor sangat berisiko.

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit jantung, angina (nyeri dada), serangan jantung atau stroke, atau sedang menjalani dialisis. Serta sedang dalam kondisi hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.

Jangan diminum bersamaan dengan obat golongan penghambat COMT (misalnya entacapone) karena efek obat ini dapat berkurang.

Beritahu dokter tentang semua obat lain yang kamu gunakan, terutama golongan obat ferrous gluconate, ferrous sulfate, ferrous fumarate atau obat lain yang mengandung zat besi, litium, maupun obat darah tinggi lain.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr