Kamus Obat

Menebus Antibiotik Secara Berulang dengan Resep yang Sama, Boleh atau Tidak?

September 10, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pernahkah kamu membeli atau menebus antibiotik secara berulang menggunakan resep yang sama dari dokter? Jika pernah, kamu perlu menghentikan kebiasaan itu. Ada efek buruk yang bisa berdampak serius pada kesehatanmu.

Menyandang status sebagai obat sejuta umat, antibiotik memang mudah didapatkan secara bebas di apotek. Namun, konsumsi sembarangan ternyata dapat memperburuk penyakit yang sedang kamu derita, lho.

Lalu, apa bahayanya menebus antibiotik secara berulang menggunakan resep yang sama? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Mengenal Obat Penisilin: Antibiotik Pertama di Dunia dan Seluk Beluknya

Sekilas tentang antibiotik

Antibiotik adalah golongan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Mengutip WebMD, obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mencegahnya untuk menggandakan diri di dalam tubuh manusia.

Antibiotik pertama kali ditemukan pada 1920-an, awalnya digunakan untuk menangani kasus peradangan ringan. Seiring waktu berjalan, antibiotik mulai dipakai untuk pasien penyakit serius yang disebabkan bakteri.

Antibiotik hanya efektif untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri, bukan virus. Beberapa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus seperti flu, pilek, dan bronkitis tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik.

Bolehkah antibiotik ditebus secara berulang dengan resep yang sama?

Saat kamu mengalami penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik bersama obat-obatan lain. Sayangnya, tak sedikit orang yang menggunakan resep itu untuk menebus antibiotik yang sama saat mengalami sakit di lain waktu.

Menurut dr. Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K), sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kementerian Kesehatan, menebus antibiotik secara berulang menggunakan resep yang sama adalah hal yang tidak diperkenankan.

Larangan tersebut bukan tanpa alasan. Menebus antibiotik secara berulang menggunakan resep yang sama bisa membuat bakteri menjadi kebal. Di dunia kedokteran, kondisi ini disebut dengan resistensi antibiotik.

Saat bakteri tidak mempan dibunuh oleh antibiotik, hal ini bisa membahayakan. Kamu akan sulit sembuh, atau bahkan bisa mengalami komplikasi gangguan kesehatan lainnya yang lebih parah.

Cara mendapatkan antibiotik yang tepat

Jika mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, ada baiknya kamu tak sembarangan membeli antibiotik. Hal yang perlu dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan memeriksamu dan memberikan resep antibiotik dan obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang dirasakan. Ini juga berhubungan dengan aturan minum dan dosis yang harus dikonsumsi.

Perlu diketahui, bakteri penyebab infeksi tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, melainkan ada banyak. Sehingga, dibutuhkan antibiotik yang cocok untuk membunuhnya.

Apa itu resistensi antibiotik?

Resistensi antibiotik. Sumber foto: www.theconversation.com

Seperti yang telah disebutkan, menebus resep antibiotik secara berulang bisa memicu terjadinya resistensi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri mampu mengalahkan obat yang dirancang untuk membunuhnya.

Artinya, bakteri tidak akan mati meski seseorang telah mengonsumsi golongan antibiotik tertentu. Jika antibiotik telah kehilangan efektivitasnya, maka infeksi akan sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan.

Bahaya resistensi antibiotik

Resistensi antibiotik dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh orang-orang yang sedang dalam masa perawatan serta yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Dampak yang terburuk, seseorang bisa meninggal akibat infeksi yang sulit disembuhkan.

Resistensi antibiotik adalah kondisi yang serius. Di Amerika Serikat, ada sekitar 2,8 juta pasien resistensi antibiotik per tahunnya, 35 ribu di antaranya meninggal dunia.

Cara terbaik untuk meminimalkan risiko mengalami resistensi antibiotik adalah dengan menghindari paparan bakteri itu sendiri. Misalnya, menerapkan pola hidup bersih dan selalu menjaga kebersihan diri.

Namun jika kamu sudah mengalami infeksi, jangan sembarangan membeli antibiotik apalagi menebusnya secara berulang menggunakan resep yang pernah diberikan dokter.

Baca juga: Miliki Fungsi Berbeda, Ini 10 Golongan Obat Antibiotik yang Perlu Kamu Tahu

Aturan minum antibiotik

Sangat penting untuk mendapatkan antibiotik yang menggunakan resep dari dokter agar kamu mengetahui aturan minumnya.

Konsumsi antibiotik yang benar adalah meminumnya sampai habis sesuai dengan yang diresepkan, meski gejala dari penyakit sudah hilang. Tujuannya, agar bakteri yang tersisa benar-benar mati dan tidak berkembang menjadi penyakit baru atau kambuh.

Selain itu, beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah:

  • Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain
  • Tidak minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain

Nah, itulah alasan mengapa kamu tidak boleh menebus resep antibiotik berulang dan bahaya yang bisa ditimbulkan. Selalu periksakan diri ke dokter jika mengalami gangguan kesehatan agar tidak salah mengonsumsi obat, ya!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 8 September 2020, About Antibiotic Resistance.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 8 September 2020, Antibiotic Do’s & Don’ts.
  3. The Conversation, diakses 8 September 2020, Doctors may be prescribing antibiotics for longer than needed.
  4. Medcom.id, diakses 8 September 2020, Jangan Ulangi Pembelian Antibiotik yang Pernah Diresepkan Dokter.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 8 September 2020, Using medication: Using antibiotics correctly and avoiding resistance.
  6. Webmd, diakses 8 september 2020, https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-are-antibiotics#1w

    register-docotr