Kamus Obat

Efek Samping Chloroquine, Mulai Dari Demam hingga Depresi

August 31, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Chloroquine mulai sering terdengar sejak obat ini viral bisa menjadi alternatif pengobatan untuk mengatasi wabah COVID-19. Terlepas dari manfaatnya, ternyata efek samping chloroquine juga tidak dapat disepelekan.

Oleh karena itu, agar obat ini tidak disalahgunakan, para ahli menganggap bahwa efek samping chloroquine harus ditelaah dengan serius.

Lalu apa saja efek samping chloroquine yang patut diketahui?

Apa itu obat chloroquine?

Klorokuin adalah obat yang termasuk dalam golongan antimalaria. Tujuannya adalah mencegah dan mengatasi malaria.

Menurut Mayoclinic, klorokuin juga dapat dipakai untuk menangani infeksi hati yang disebabkan oleh protozoa.

Terkait dengan COVID-19 sendiri, sejauh ini pengobatan memakai klorokuin baru bisa diberikan pada pasien dengan kondisi tertentu.

Interaksi chloroquine

Obat yang tersedia dalam bentuk tablet minum ini, memerlukan perhatian khusus saat dikonsumsi dengan obat lainnya.

Hal ini dikarenakan, saat kandungan di dalamnya berinteraksi dengan obat lain, bisa menimbulkan dampak yang kurang baik untuk kesehatan.

Misalnya, chloroquie dapat menyebabkan gangguan irama jantung (memperpanjang QT interval).

Efek samping chloroquine

Secara umum efek samping obat ini adalah mual, muntah, keram pada perut, sakit kepala dan diare.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut setelah meminum klorokuin, sebaiknya hentikan dulu pengobatan yang tengah kamu jalani.

Sementara itu, efek samping lebih serius jika mengonsumsi obat tersebut adalah:

Muncul gejala penyakit jantung

Klorokuin dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala-gejala penyakit jantung.

Mulai dari sesak napas, kaki membengkak, rasa lelah muncul tanpa alasan, atau peningkatan berat badan secara tiba-tiba.

Efek samping chloroquine merubah suasana hati

Efek samping chloroquine selanjutnya adalah membuat suasana hati berubah secara drastis tanpa ada alasan yang jelas.

Hal ini bisa mendorong terjadinya kecemasan, depresi, halusinasi, bahkan memunculkan keinginan untuk bunuh diri.

Gangguan kemampuan mendengar

Dampak lain yang tidak diinginkan dari konsumsi obat ini adalah gangguan pendengaran. Misalnya muncul suara dengungan terus menerus, atau bahkan tidak mampu mendengar suara apapun sama sekali.

Efek samping chloroquine membuat tubuh mudah terluka

Menurut Webmd, seseorang yang meminum klorokuin juga bisa mengalami efek samping berupa tubuh yang menjadi rentan terluka. Entah itu menjadi mudah memar, berdarah, dan sejenisnya.

Muncul ciri-ciri gangguan hati

Penggunaan klorokuin juga bisa membuat pemakainya mengalami gangguan fungsi hati. Ini ditandai dengan kulit yang berubah warna menjadi kuning, nyeri pada perut, sampai air kencing menjadi kuning pekat.

Kehilangan kontrol atas organ tubuh

Gejala ini ditandai dengan hilangnya kemampuan seseorang dalam mengatur gerakan yang diinginkan. Tanda yang paling sering terjadi adalah lidah dan mata berkedut tanpa disadari dan tidak bisa berhenti.

Efek samping chloroquine: hipoglikemia

Obat klorokuin juga bisa membuat orang yang mengonsumsinya mengalami penurunan kadar gula dalam darah.

Ciri-cirinya adalah tubuh sering berkeringat tiba-tiba, gemetaran, penglihatan menjadi kabur, sampai kesemutan pada tangan atau kaki.

Penglihatan terganggu

Konsumsi klorokuin dalam dosis tinggi sangat berisiko membuat fungsi mata menjadi rusak.

Segera konsultasikan penglihatanmu, apabila setelah meminum obat ini kamu menjadi sensitif terhadap cahaya, muncul kilatan saat melihat suatu benda, sulit membaca, dan sejenisnya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr