Kamus Obat

Cataflam: Kegunaan, Dosis, hingga Efek Samping yang Bisa Dirasakan

May 5, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Cataflam umumnya digunakan untuk membantu menghilangkan rasa sakit atau nyeri. Rasa sakit yang dimaksud dapat berupa pembengkakan atau peradangan dari berbagai kondisi nyeri ringan hingga sedang.

Obat ini diketahui bisa mengobati beberapa kondisi kesehatan, baik pada pria maupun wanita. Beberapa masalah kesehatan tersebut, seperti sakit otot, sakit gigi, sakit punggung, kram menstruasi, dan cedera olahraga.

Cataflam dikenal juga sebagai obat antiinflamasi non steroid atau NSAID. Karena itu, jika kamu memiliki kondisi kronis seperti radang sendi maka tanyakan pada dokter tentang perawatan yang tepat. 

Baca juga: Obat Omeprazole, Adakah Efek Samping Jika Dikonsumsi Berkepanjangan?

Bagaimana cara mengonsumsi cataflam?

Obat satu ini sering dikonsumsi karena mampu mengurangi rasa sakit, pembengkakan, serta kekakuan sendi akibat artritis. Rasa sakit akan berkurang sehingga dapat membantu kamu ketika melakukan berbagai kegiatan sehari-hari sehingga berjalan seperti normal.

Cataflam merupakan obat oral sehingga harus dikonsumsi melalui mulut dengan segelas penuh air. Jangan berbaring setidaknya 10 menit setelah mengonsumsi obat untuk menghindari sakit perut. 

Obat penghilang rasa sakit, termasuk cataflam bekerja paling baik ketika tanpa pertama dirasakan. Untuk itu, jangan menunggu sampai rasa sakitnya memburuk karena mungkin obat tidak bisa bekerja secara maksimal.

Ada berbagai merek dan bentuk obat yang tersedia sehingga jangan beralih merek sembarangan tanpa izin dokter. Jika ingin mengonsumsi obat ini, pastikan untuk memberi tahu dokter dan apoteker tentang obat yang sedang dikonsumsi.

Untuk kondisi tertentu, seperti radang sendi, mungkin memerlukan 2 minggu penggunaan rutin. Karena itu, segera beritahu dokter jika kondisi tubuh memburuk meski sudah melakukan penanganan.

Cara menyimpan cataflam paling tepat

Cataflam paling baik disimpan di tempat dengan suhu kamar jauh dari cahaya dan kelembaban langsung. Untuk mencegah terjadinya kerusakan obat, sebaiknya jangan simpan cataflam di kamar mandi atau freezer.

Penting untuk selalu memeriksa kemasan produk untuk mengetahui petunjuk penyimpanan. Selain itu, hindari juga tempat penyimpanan obat yang mudah dijangkau oleh anak atau hewan peliharaan.

Hindari membuang cataflam ke toilet atau saluran pembuangan kecuali diperintahkan untuk melakukannya. Buang produk dengan benar jika sudah kedaluwarsa atau tidak diperlukan lagi.

Jika bingung, konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk detail lebih lanjut mengenai cara membuang produk yang aman.

Peringatan yang harus diketahui sebelum menggunakan cataflam

Saat ingin mengonsumsi obat ini, beritahu dokter atau apoteker jika kamu memiliki alergi terhadap aspirin atau NSAID lainnya ibuprofen, naproxen, serta celecoxib.

Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain.

Konsultasikan kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi obat ini, terutama jika memiliki masalah pendarahan, penyakit jantung, serta masalah pada perut. 

Masalah ginjal terkadang dapat terjadi akibat penggunaan obat-obatan NSAID, termasuk diklofenak. Masalah akan lebih mungkin terjadi jika mengalami dehidrasi, gagal jantung, atau penyakit ginjal pada orang dewasa yang lebih tua.

Untuk itu, disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Jika terjadi perubahan pada jumlah urin, segera beritahu dokter ahli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk sehingga hindari konsumsi alkohol masa perawatan. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apapun yang membutuhkan kewaspadaan sampai kondisi kesehatan kembali normal.

Efek samping yang memerlukan perhatian medis

Mengonsumsi cataflam secara berkelanjutan juga bisa memunculkan efek samping yang cukup berbahaya. Beberapa masalah yang akan dirasakan adalah gangguan perut, mual, mulas, diare, sembelit, sakit kepala, kantuk, dan pusing.

Obat yang telah diresepkan oleh dokter dan dikonsumsi dengan tepat memiliki manfaat yang lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Namun, kamu tetap harus mengetahui efek samping yang mungkin saja muncul.

Beberapa efek samping yang bisa dirasakan akibat mengonsumsi cataflam, antara lain:

1. Tekanan darah tinggi

Obat ini bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sehingga pemeriksaan harus segera dilakukan. Ketahui juga beberapa gejala yang menyertai, seperti pembengkakan pada tangan serta kaki atau edema, kenaikan berat badan tiba-tiba, dan perubahan pada pendengaran. 

2. Masalah pada ginjal

Selain meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obat cataflam juga bisa memengaruhi kesehatan organ ginjal. Gejala yang akan dirasakan adalah perubahan pada jumlah urine serta leher terasa kaku.

3. Penyakit hati

Obat ini kemungkinan jarang menyebabkan penyakit hati yang serius atau mungkin fatal. Namun, segera periksakan ke dokter jika memiliki gejala kerusakan hati, seperti urine berwarna gelap, mual atau muntah terus menerus, sakit pada perut, dan mata atau kulit menguning.

4. Reaksi alergi

Reaksi alergi obat juga mungkin akan dirasakan sebagai salah satu efek samping. Beberapa gejala alergi juga akan menyertai, seperti ruam, gatal atau bengkak, pusing parah, hingga kesulitan bernapas. 

Beberapa efek umum lain akibat mengonsumsi cataflam lainnya, yakni perut kembung, terasa seperti terbakar, kram, urine keruh, sembelit, hingga menurunnya kemampuan berkonsentrasi.

Seseorang yang mengonsumsi obat ini juga bisa kehilangan selera makan, rasa sakit di dada bagian bawah tulang dada, pendarahan, serta penurunan berat badan. 

Selain itu, obat ini dapat membuat kamu lebih peka terhadap sinar matahari. Karena itu, hindari berada di bawah sinar matahari langsung dengan menggunakan tabir surya dan kenakan pakaian saat berada di luar ruangan.

Amankah cataflam dikonsumsi ibu hamil dan menyusui?

Sebelum menggunakan obat ini, wanita dalam masa subur harus berbicara terlebih dahulu dengan dokter tentang manfaat dan risiko, seperti keguguran atau kesulitan hamil.

Oleh karena itu, obat ini harus digunakan hanya saat jelas dibutuhkan selama masa kehamilan.

Ibu hamil yang baru memasuki trimester pertama dan terakhir tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini karena bisa membahayakan janin serta mengganggu persalinan normal.

Perlu diketahui juga, obat ini dapat masuk ke dalam ASI, namun belum ada laporan tentang kerusakan pada bayi yang menyusu. Karena itu, segera konsultasikan bersama dokter ahli sebelum memberikan ASI pada bayi. 

Sebenarnya, belum ada penelitian yang memadai untuk menentukan risiko cataflam pada ibu hamil. Namun, harap selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menimbang potensi manfaat dan risiko sebelum mengonsumsinya.

Beberapa obat yang berinteraksi dengan cataflam

Cataflam dapat berinteraksi dengan obat lain hingga menyebabkan masalah pada kesehatan lainnya. Beberapa obat tersebut, meliputi aliskiren, penghambat ACE seperti captopril, penghambat reseptor angiotensin II seperti losartan, serta kortikosteroid seperti prednison.

Obat tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan risiko pendarahan, termasuk obat antiplatelet dan obat pengencer darah. Untuk itu, periksa label obat resep dan nonresep dengan hati-hati karena banyak yang mengandung penghilang rasa sakit atau penurun demam.

Untuk menghindari kemungkinan interaksi obat, maka kamu harus menyimpan obat yang sedang dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Demi keamanan, jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter ahli.

Dosis penggunaan obat cataflam

Selalu mempertimbangkan dengan hati-hati mengenai manfaat, risiko, serta opsi perawatan lainnya sebelum memutuskan untuk menggunakan cataflam. Gunakanlah dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan.

Setelah mengamati respon terhadap terapi awal dengan cataflam, dosis dan frekuensi penggunaan obat harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Dosis yang dibutuhkan bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yakni:

1. Untuk pengobatan nyeri atau dismenore primer

Dosis yang dianjurkan dokter adalah 50 mg dan harus dikonsumsi tiga kali sehari. Dokter kemungkinan akan memberikan dosis awal sebanyak 100 mg lalu diikuti dengan dosis 50 mg untuk mendapatkan kesembuhan lebih maksimal.

2. Untuk menghilangkan osteoartritis

Dosis untuk menghilangkan osteoartritis akan berbeda dengan dismenore primer. Dosis yang dianjurkan dokter adalah 100 hingga 150 mg per hari dalam dosis terbagi. Dosis tersebut yakni 50 mg dua kali dalam sehari atau tiga kali sehari. 

3. Untuk menghilangkan rheumatoid arthritis

Dosis terakhir adalah untuk menghilangkan rheumatoid arthritis. Dosis yang dianjurkan dokter yakni 150 hingga 200 mg per hari dalam dosis terbagi, yakni 50 mg tiga kali dalam sehari atau empat kali sehari.

Pada anak-anak, dosis obat belum bisa ditentukan karena mungkin saja tidak aman untuk kesehatan. Karena itu, penting untuk sepenuhnya memahami keamanan obat sebelum digunakan.

Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut, bisa segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Dari Kimiawi hingga Alami, Ini Ragam Obat Sakit Gigi yang Perlu Diketahui

Apa yang dilakukan jika overdosis cataflam?

Cataflam tersedia dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Jika kamu sedang berada dalam keadaan darurat atau mengalami overdosis, maka segera hubungi layanan darurat setempat atau pergi ke ruang gawat darurat terdekat. 

Tubuh yang terlalu banyak mengonsumsi cataflam atau overdosis akan ditandai dengan gejala umum. Beberapa gejala tersebut, berupa penglihatan kabur, perubahan kesadaran, perubahan kemampuan untuk melihat warna, sulit bernapas, dan gatal-gatal. 

Beberapa lainnya akan merasakan gejala, seperti pernapasan tidak teratur, otot berkedut, rasa tidak nyaman di dada, pembengkakan di wajah, kejang, sulit tidur, hingga pingsan. 

Karena itu, jika tidak sengaja melewatkan satu dosis cataflam, segeralah minum agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Namun, jika sudah hampir waktu untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan minum dosis reguler sesuai jadwal. Usahakan untuk tidak minum obat dengan dosis ganda.

Segera lakukan pemeriksaan bersama dokter jika efek samping mulai terasa. Dokter biasanya akan memberikan konsultasi mengenai apa yang harus dilakukan agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd, diakses 30 April 2020. Cataflam
  2. Drug.com (2020), diakses 30 April 2020. Cataflam
    register-docotr