Kamus Obat

Kenali Obat Betahistine, Digunakan untuk Vertigo Akibat Penyakit Meniere

June 15, 2020 | Felicia Elfriestha
feature image

Mengalami vertigo, terutama akibat penyakit meniere? Kamu biasanya akan diresepkan obat betahistine oleh dokter. Agar lebih ampuh, gunakan sesuai anjuran dokter, ya.

Ya, obat betahistine banyak digunakan untuk mengatasi masalah akibat gangguan keseimbangan pada cairan telinga, yang kemudian bisa berefek pada vertigo.

Yuk, kenali lebih dalam mengenai betahistine!

Apa itu obat betahistine?

penyakit meniere. Foto: diversalertnetwork.org

Betahistine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit meniere yang biasanya disebabkan oleh tekanan cairan yang berlebihan pada telinga bagian dalam.

Pada dasarnya cara kerja obat ini belum diketahui sepenuhnya, namun obat ini dipercaya dapat melebarkan pembuluh darah di telinga bagian dalam dan mengurangi tekanan di telinga dalam, dengan memengaruhi zat kimia yang dinamakan histamine. 

Selain itu, efek yang dapat ditimbulkan dari obat ini dapat digunakan sebagai pengobatan dalam mengatasi vertigo.

Perlu diketahui bahwa betahistine merupakan obat yang hanya bisa kamu dapatkan dari resep dokter. Ini berarti kamu tidak dapat membelinya sendiri di apotek tanpa anjuran dokter.

Manfaat obat betahistine

Manfaat utama dari obat ini adalah untuk mengatasi vertigo baik vertigo biasa maupun vertigo perifer. Selain itu, obat ini juga bisa untuk dijadikan terapi tinitus.

Tidak hanya itu saja, obat ini juga bermanfaat untuk mengatasi pasien yang memiliki keluhan pusing yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan tubuh.

Gangguan keseimbangan tersebut biasanya diakibatkan oleh gangguan sirkulasi darah dan sindrom meniere.

Aturan dan cara penggunaan obat betahistine

Sebelum mengonsumsi betahistine, kamu harus memerhatikan beberapa hal antara lain:

  • Pastikan kamu sudah membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan obat ini
  • Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah maka
  • Tetapi sebaiknya diminum setelah makan karena bisa memicu gangguan pencernaan ringan dalam kondisi tertentu
  • Jangan menghentikan pengobatan kecuali atas petunjuk dokter. Biasanya dokter akan memberi tahu pasien jika dosis obat ini sudah bisa dikurangi
  • Konsumsi obat ini secara teratur di waktu yang sama setiap harinya
  • Jika penderita lupa mengonsumsi obat ini sangat disarankan untuk segera melakukannya begitu teringat
  • Jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis karena dapat berbahaya
  • Obat ini jika dikonsumsi secara teratur tidak bisa mencegah datangnya serangan vertigo atau tinitus, tapi hanya dapat mengurangi tingkat keparahan gejala

Dosis penggunaan obat betahistine

Dosis biasanya diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi setiap penderita. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons pasien terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

  • Dosis betahistine mesylate 6 mg: 3 x sehari sebanyak 1-2 tablet untuk orang dewasa
  • Dosis betahistine mesylate 12 mg adalah 3 x sehari sebanyak 1 tablet

Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya tanyakan kepada dokter yang lebih memahami kondisi kamu.

Efek samping obat betahistine

Secara umum, banyak pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping, yaitu respons yang tidak diharapkan atas tubuh terhadap obat saat digunakan dalam dosis yang normal. 

Efek samping dapat bersifat ringan maupun berat, sementara atau permanen. Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika menggunakan obat ini, antara lain:

  • Alergi seperti pembengkakan pada area wajah, bibir, lidah, atau leher
  • Tekanan darah menurun secara drastis
  • Kehilangan kesadaran diri
  • Kesulitan bernapas
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri ulu hati atau sembelit
  • Kembung
  • Sakit perut
  • Pembengkakan pada perut
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Mungkin akan muncul beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Tetapi jika kamu mengalami reaksi alergi seperti pembengkakan pada tenggorokan, bintik-bintik merah, bahkan kesulitan bernapas hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter.

Interaksi betahistine dengan obat lain

Interaksi pada obat mungkin dapat terjadi jika kamu mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan sebaiknya konsultasikan ke dokter yang menangani kamu.

Biasanya dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan. Berikut beberapa interaksi yang dapat terjadi pada betahistine yakni:

  • Antihistamin. Hal ini dapat membuat efek terapi berkurang dengan antihistamin
  • Monoamine-oksidase inhibitor (MAOIs). Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati depresi atau penyakit Parkinson. Obat ini juga dapat meningkatkan efek samping betahistine
  • Beta-2 agonist. Bisa menurunkan efek obat asma golongan beta 2 agonis seperti salmeterol, fenoterol, formoterol, salbutamol

Peringatan sebelum menggunakan obat betahistine

Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum menggunakan obat ini, antara lain:

Beritahukan riwayat kesehatan kepada dokter

Jika kamu menderita penyakit seperti asma atau bronkitis, alergi rhinitis, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan dapat memperparah kondisi penderita.

Hindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi

Secara umum, mengonsumsi obat ini tidak akan mengganggu konsentrasi saat kamu mengendarai kendaraan atau melakukan kegiatan yang berisiko tinggi.

Tetapi penyakit meniere inilah yang dapat menyebabkan kamu merasa mual dan muntah serta memengaruhi kemampuan dalam mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin. Jadi, sebaiknya hindari kegiatan tersebut jika dalam masa pengobatan.

Pasien feokromositoma

Feokromositoma adalah kondisi di mana seseorang memiliki tekanan darah tinggi karena tumor adrenal. Sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter mengenai kondisi kamu sebelum mengonsumsinya.

Pasien ulkus saluran cerna

Orang yang memiliki gangguan seperti urtikaria dan rash juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat betahistine mesylate.

Apakah betahistine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Kamu jangan sesekali menggunakan obat ini saat sedang hamil kecuali dokter telah memutuskan bahwa terapi ini benar-benar diperlukan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter yang menangani kamu.

Kamu juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini saat sedang menyusui kecuali sesuai saran dokter.

Jangan pernah memutuskan sesuatu jika kamu sendiri masih ragu dengan risiko dari penggunaan obat ini atau obat-obatan lain karena hal ini dapat membahayakan diri dan bayi kamu.

Usahakanlah untuk konsultasikan terlebih dahulu lebih lanjut kepada dokter agar tidak salah dalam menggunakan betahistine.

Penyimpanan obat               

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam menyimpan betahistine, antara lain:

  • Sebaiknya simpan obat di temperatur ruangan, jauh dari panas dan cahaya langsung
  • Jangan sesekali membekukan obat
  • Jangan membuang obat ke toilet atau menuangkannya ke drainase kecuali diinstruksikan seperti itu. Obat yang dibuang dengan cara ini dapat mengontaminasi lingkungan
  • Sebaiknya kamu konsultasikan pada apoteker atau dokter memngenai bagaimana cara membuang obat ini dengan aman
  • Jauhkan obat dari anak-anak dan hewan peliharaan

Overdosis saat menggunakan betahistine

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika overdosis terjadi saat menggunakan obat ini adalah:

  • Jangan sesekali mengonsumsi lebih dari dosis resep. Hal ini dikarenakan jika mengonsumsi lebih banyak obat tidak akan memperbaiki gejala malah dapat menyebabkan keracunan atau efek samping serius. 
  • Jika kamu merasakan gejala overdosis, segera pergi ke rumah sakit terdekat. Bawalah kotak obat, kontainer, data diri kamu untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.
  • Jangan memberikan obat ini pada orang lain bahkan jika kamu tahu mereka memiliki kondisi yang sama atau bahwa sepertinya mereka memiliki kondisi serupa. Ini dapat berakibat pada overdosis.
  • Gejala overdosis yang dapat timbul antara lain seperti muntah, dyspepsia, ataksia, kejang, bahkan komplikasi jantung.

Jika ada hal yang membuat kamu bingung, sebaiknya kamu harus selalu berkonsultasi dengan dokter yang menangani kamu sehingga kamu tidak akan salah langkah dalam menggunakan obat ini.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. nhk.uk (2019) diakses 12 Juni 2020. Betahistine. 12 Juni 2020 pukul 14.30.
  2. medicines.org.uk (2018) diakses 12 Juni 2020. Betahistine dihydrochloride 16 mg tablets. 12 Juni 2020 pukul 15.15.
    register-docotr