Kamus Obat

Mengenal Spirulina, Suplemen Hijau yang Punya Banyak Manfaat

May 27, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Spirulina merupakan salah satu suplemen yang cukup populer di seluruh dunia. Nah, apa saja ya sebenarnya manfaat spirulina?

Suplemen berwarna hijau ini bisa dijumpai dalam berbagai macam bentuk, yakni tablet, kapsul, serta bubuk. Tak disangka ternyata spirulina memiliki banyak manfaat. Apa saja manfaat spirulina? Yuk cari tahu di sini!

Apa itu spirulina?

manfaat spirulina
Spirulina. Sumber foto: https://www.dream.co.id/

Spirulina merupakan mikroalga yang telah dikonsumsi selama berabad-abad karena nilai gizinya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Spirulina merupakan salah satu superfood yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat saat ini.

Spirulina diklasifikasikan sebagai cyanobacteria atau ganggang biru hijau yang telah digunakan sebagai sumber makanan di negara lain.

Bahan ini disebut-sebut baik bagi beberapa kondisi kesehatan termasuk kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, depresi, virus hepatitis, dan kekurangan gizi.

Tak hanya itu saja, spirulina juga dikatakan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta dapat meningkatkan fungsi hati dan ginjal.

Baca juga: Kenali Obat Piracetam: Manfaat, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

Apa saja kandungan nutrisi spirulina?

Spirulina bubuk. Sumber foto: https://www.kraeuterhaus.de/

Pada umumnya, konsumsi harian spirulina adalah 1-3 gram, tetapi dosis hingga 10 gram per hari telah digunakan secara efektif.

Ganggang kecil ini dikemas dalam berbagai nutrisi. Spirulina memiliki protein antara 55-70 persen (lebih dari daging sapi, ayam, dan kedelai). 9 asam amino esensial dan 10 non esensial, serta asam gamma-linolenat (GLA) tingkat tinggi.

Spirulina juga mengandung beta karoten, asam linoleat, asam arakidonat, vitamin B12, zat besi, kalsium, fosfor, asam nukleat ribonukleat (RNA) dan asam deosiribonukleat (DNA), klorofil, serta phycocyanin yakni protein-pigmen yang kompleks yang hanya ditemukan pada ganggang biru hijau.

Satu sendok makan (7 gram) bubuk spirulina kering mengandung:

  • Protein: 4 gram
  • Vitamin B1 (thiamine): 11% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG)
  • Vitamin B2 (riboflavin): 15% dari AKG
  • Vitamin B3 (niacin): 4% dari AKG
  • Tembaga: 21% dari AKG
  • Zat besi: 11% dari AKG

Selain kandungan gizi yang telah disebutkan di atas, spirulina juga mengandung jumlah magnesium, kalium, dan mangan yang layak serta nutrisi lain dalam jumlah kecil yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kualitas protein dalam spirulina dianggap sangat baik sebanding dengan telur. Ini dapat memberikan semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh kamu.

Karena kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya, manfaat spirulina sangat banyak terutama bagi kesehatan tubuh.

Apa saja manfaat spirulina bagi kesehatan?

Spirulina menyediakan berbagai macam manfaat kesehatan yang dapat segera diperoleh oleh tubuh saat mengonsumsinya.

Berikut adalah berbagai manfaat spirulina seperti dilansir Healthline:

Memiliki sifat antioksidan dan antiradang

Kerusakan oksidatif dapat merusak DNA dan sel di dalam tubuh. Kerusakan ini dapat mendorong peradangan kronis yang berkontribusi pada kanker serta penyakit lainnya.

Spirulina merupakan sumber antioksidan yang dapat melindungi dari kerusakan oksidatif.

Komponen aktif dalam spirulina dikenal dengan phycocyanin. Zat antioksidan ini juga memberikan spirulina warna yang unik, yakni biru dan hijau.

Phycocyanin dapat melawan radikal bebas dan menghambat produksi molekul pensinyalan inflamasi, sehingga dapat memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi yang mengesankan.

Dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida

Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di dunia. Banyak faktor risiko yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Nah, spirulina pun berdampak positif pada banyak faktor ini.

Misalnya saja dapat menurunkan kolesterol total, kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) alias kolesterol ‘jahat’, serta dapat meningkatkan kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol ‘baik’.

Studi yang dilakukan pada penderita kolesterol tinggi menetapkan bahwa 1 gram spirulina yang dikonsumsi per hari dapat menurunkan trigliserida sebesar 16,3 persen dan LDL sebesar 10,1 persen.

Membantu perawatan tanda awal kanker mulut

Manfaat spirulina yang keempat adalah memiliki sifat melawan kanker, salah satunya kanker mulut. Hal ini telah dipelajari dalam beberapa studi ilmiah.

Satu studi yang meneliti 87 orang dari India dengan lesi prakanker, disebut oral submucous fibrosis di mulut.

Di antara mereka yang mengambil 1 gram spirulina per hari selama 1 tahun, 45 persen melihat lesi mereka hilang dibandingkan dengan yang hanya mengonsumsi sebanyak 7 persen.

Ketika mereka berhenti minum spirulina, hampir setengah dari mereka mengalami kelanjutan lesi di tahun berikutnya.

Manfaat spirulina lainnya: menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama dari banyaknya penyakit serius, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis.

Dosis 4,5 gram spirulina yang dikonsumsi per hari dapat mengurangi tekanan darah pada individu dengan kadar normal.

Pengurangan ini diperkirakan didorong oleh peningkatan produksi oksida nitrat, molekul pensinyalan yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar.

Mengobati gejala rhinitis alergi

Manfaat spirulina lainnya yang bisa kamu peroleh jika kamu mengonsumsi suplemen ini adalah dapat mengobati rhinitis alergi.

Rhinitis alergi ditandai oleh peradangan pada saluran hidung. Ini dapat dipicu oleh alergen lingkungan, seperti serbuk sari, bulu hewan, atau bahkan debu gandum.

Spirulina merupakan pengobatan alternatif yang popular untuk gejala dari rhinitis alergi, dan terdapat bukti bahwa hal tersebut efektif.

Satu studi yang melibatkan 127 orang dengan rhinitis alergi, mengonsumsi 2 gram spirulina per hari secara dramatis dapat menurunkan gejala seperti nasal discharge, bersin, hidung tersumbat, dan gatal-gatal.

Baca juga: Jenis-jenis Alergi Kulit dan Cara Mengatasinya

Baik untuk pengobatan anemia

Terdapat banyak jenis dari anemia. Anemia yang paling umum ditandai dnegan pengurangan hemoglobin atau sel darah merah dalam darah.

Penyakit ini cukup umum dialami oleh orang dewasa yang lebih tua. Anemia dapat menyebabkan penderitanya merasa lemas dan lelah berkepanjangan.

Nah, spirulina dapat membantu mengatasi anemia dengan kandungan nutrisi di dalamnya.

Dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot

Kerusakan oksidatif yang diinduksi oleh latihan merupakan kontributor utama kelelahan otot.

Beberapa makanan nabati tertentu memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu atlet dan individu yang aktif secara fisik dapat meminimalkan kerusakan ini.

Spirulina dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh, hal ini dikarenakan beberapa penelitian menunjukkan hal tersebut.

Membantu kontrol gula darah

Penelitian yang dilakukan pada hewan mengaitkan spirulina dengan kadar gula darah yang lebih rendah. Dalam beberapa kasus, spirulina dapat mengungguli obat diabetes populer, termasuk metformin.

Terdapat juga bukti yang menunjukkan bahwa spirulina dapat efektif untuk mengontrol gula darah pada manusia.

Dalam studi yang dilakukan selama 2 bulan terhadap 25 orang dengan diabetes tipe 2, ditemukan bahwa konsumsi 2 gram spirulina per hari menyebabkan penurunan kadar gula darah yang signifikan.

HbA1c, penanda kadar gula darah jangka panjang menurun dari 9 persen menjadi 8 persen.

Studi memperkirakan bahwa pengurangan 1 persen pada penanda ini dapat menurukan risiko kematian terkait diabetes sekitar 21 persen.

Efek samping konsumsi spirulina berlebihan

Spirulina dapat menghambat proses pembekuan darah. Sumber foto: https://www.vascularhealthclinics.org/

Spirulina memang kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Meskipun demikian, ada beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh suplemen ini.

Berikut adalah efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan spirulina seperti yang dirangkum dari Healthline:

Dapat memungkinkan terkontaminasi dengan racun

Spirulina yang dipanen di alam liar memiliki risiko kontaminasi yang signifikan. Alga dapat menyimpan racun jika tumbuh dalam badan air yang tercemar dengan logam berat, bakteri, atau partikel berbahaya yang disebut mikrosistin.

Sebenarnya, mikrosistin diproduksi oleh ganggang biru hijau sebagai mekanisme pertahanan melawan predator. Ketika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, mereka justru beracun bagi hati.

Berisiko memperburuk kondisi autoimun

Karena spirulina dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ini juga dapat memperburuk penyakit autoimun tertentu, seperti  lupus, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis di mana sistem kekebalan dapat menyerang tubuh.

Spirulina mendukung sistem kekebalan tubuh dengan memperkuat sel-sel kekebalan yang disebut sel-sel pembunuh alami, yang menyerang ancaman yang dirasakan pada tingkat sel.

Dengan memperkuat sel pada orang dengan kondisi autoimun, ganggang ini justru dapat memperburuk kondisi tersebut.

Memperlambat pembekuan darah

Spirulina memiliki efek antikoagulan, yang berarti dia dapat mengencerkan darah kita dan menambah lama waktu yang dibutuhkan dalam pembekuan darah.

Pembekuan membantu mencegah pendarahan atau memar berlebihan saat kita terluka.

Bagi mereka yang menggunakan pengencer darah atau yang memiliki gangguan pendarahan. Spirulina mungkin dapat berbahaya karena dapat mengurangi kemampuan darah untuk menggumpal, yang dapat menyebabkan lebih banyak memar serta pendarahan.

Efek samping lainnya

Beberapa orang mungkin saja alergi terhadap spirulina. Pada beberapa kasus reaksi alergi dapat berakibat fatal.

Menurut sebuah penelitian, orang dengan alergi lain lebih cenderung bereaksi negatif terhadap spirulina daripada mereka yang tidak memiliki alergi lain.

Agar aman, mereka harus menghindari suplemen ini atau berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau penyedia layanan kesehatan sebelum mereka menggunakannya.

Spirulina dan ganggang lainnya mengandung fenilalanin, senyawa yang harus dihindari pada orang yang mengidap penyakit fenilketonuria (PKU), yakni suatu kondisi turunan yang langka yang harus benar-benar dihindari.

Beberapa efek samping lainnya yang juga dapat ditimbulkan oleh spirulina adalah mual, kesulitan untuk tidur, serta sakit kepala.

Meskipun demikian suplemen ini secara luas dianggap aman dan kebanyakan orang tidak mengalami efek samping.

Dosis pakai spirulina

Tidak ada data yang secara spesifik merekomendasikan dosis spirulina. Berbagai dosis spirulina telah digunakan dalam penelitian.

Misalnya, dalam beberapa penelitian yang meniliti manfaat spirulina untuk kolesterol tinggi, dosis 1-8 gram per hari selama empat minggu hingga enam bulan telah digunakan. 

Dosis pada masing-masing orang dapat berbeda, hal ini sangat bergantung pada riwayat kesehatan, usia, serta jenis kelamin.

Oleh karena itu, meskipun suplemen ini merupakan superfood, sebaiknya janganlah mengonsumsi suplemen ini secara sembarangan.

Ikutilah petunjuk yang tersedia dalam kemasan produk, atau kamu juga dapat berkonsultasi pada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen ini.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Harvard Health Publishing (2019). Diakses pada 26 Mei 2020. By The Way, Doctor:  Is Spirulina Good for You? 

Healthline (2018). Diakses pada 26 Mei 2020. 10 Health Benefits of Spirulina

Healthline (2019). Diakses pada 26 Mei 2020. What Are The Side Effects and Dangers of Spirulina? 

Healthline (2016). Diakses pada 26 Mei 2020. 15 Easy Ways to Lower Blood Sugar Levels Naturally 

Live Science (2018). Diakses pada 26 Mei 2020. Spirulina: Nutrition Facts and Health Benefits

Nutrex Hawaii. Diakses pada 26 Mei 2020. What Exactly Is Spirulina? 

Very Well Health (2019). Diakses pada 26 Mei 2020. The Health Benefits of Spirulina 

Cingi, Cemal (2008). The Effects of Spirulina on Allergic Rhinitis. NCBI (diakses pada 26 Mei 2020)

E Mazokopakis, Elias (2013). The Hypolipidaemic Effects of Spirulina (Arthrosphira Platensis) Supplementation  in a Cretan Population: A Prospective Study. NCBI (diakses pada 26 Mei 2020)

Mathew, B (1995). Evaluation of Chemoprevention of Oral Cancer With Spirulina Fusiformis. NCBI (diakses pada 26 Mei 2020)

Parikh, Panam (2001). Role of Spirulina in The Control of Glycemia and Lipidemia in Type 2 Diabetes Mellitus. NCBI (diakses pada 26 Mei 2020)

Stratton, M (2000). Association of Glycaemia With Macrovascular and Microvascular Complications of Type 2 Diabetes. NCBI (diakses pada 26 Mei 2020)

    register-docotr