Kamus Obat

Berbagai Macam Pilihan Obat Anti-inflamasi yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

August 15, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Obat anti-inflamasi atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) merupakan golongan obat yang banyak digunakan untuk meredakan nyeri, mengurangi peradangan, serta menurunkan suhu tinggi. Oleh karena itu, ada banyak pilihan obat anti-inflamasi yang tersedia.

Obat-obatan ini sering digunakan untuk meredakan gejala sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, kram menstruasi, dan nyeri jangka panjang lainnya. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, krim, gel, serta injeksi.

Baca Juga: Sebelum Konsumsi, Pelajari Dosis, Manfaat dan Efek Samping Kortikosteroid si Obat Peradangan hingga Gatal

Apa saja pilihan obat anti-inflamasi?

Obat anti-inflamasi bekerja dengan cara memblokir produksi bahan kimia tubuh tertentu yang menyebabkan peradangan. Obat-obatan ini juga dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan, seperti artritis (radang sendi).

Sebelum mengonsumsi obat-obatan ini, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Sama seperti obat-obatan lainnya, obat anti-inflamasi juga dapat menimbulkan efek samping dan tidak semua orang cocok dengan golongan obat ini.

Berikut adalah beberapa pilihan obat anti-inflamasi.

1. Aspirin

Aspirin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati demam, nyeri, serta peradangan di tubuh. Obat ini juga mencegah pembekuan darah (antitrombotik). Aspirin dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang.

Aspirin juga digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan sebagai salah satu obat pertolongan pertama pada serangan jantung.

2. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri, termasuk nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri haid, serta sakit gigi.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati peradangan seperti kram dan keseleo, serta nyeri akibat radang sendi.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, serta sirup. Ibuprofen dapat ditemukan di apotek, namun beberapa jenis hanya dapat digunakan dengan resep dokter.

3. Naproxen termasuk obat anti-inflamasi

Obat golongan NSAID selanjutnya adalah naproxen. Naproxen merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan serta nyeri pada persendiaan dan otot.

Tak hanya itu saja, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit persendian lainnya, seperti rheumatoid arthritis, osteoartitis, dan asam urat. Ini juga digunakan untuk mengurangi nyeri haid, nyeri otot, serta tulang, sakit punggung, keseleo, dan tegang otot.

4. Piroxicam

Piroxicam merupakan obat anti-inflamasi yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi akibat artritis. Dengan mengurangi gejala tersebut, kamu dapat melakukan lebih banyak aktivitas normal sehari-hari.

Untuk mengobati artritis yang kronis, sebaiknya jangan mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Baca juga: Piroxicam: Cara Kerja, Aturan Pakai, dan Efek Sampingnya

5. Celecoxib

Celecoxib merupakan salah satu obat dari golongan NSAID yang bekerja dengan cara mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri di tubuh.

Obat ini digunakan untuk mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh banyak kondisi, seperti radang sendi, ankylosing spondylitis (peradangan pada sendi yang memengaruhi tulang belakang), serta nyeri menstruasi.

6. Diclofenac

Sama seperti obat-obatan lain yang sudah dijelaskan sebelumnya, diclofenac juga merupakan obat anti-inflamasi yang digunakan untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Obat ini juga digunakan untuk mengobati masalah yang berkaitan dengan persendian, otot, dan tulang.

Beberapa kondisi lainnya yang dapat diobati dengan diclofenac di antaranya adalah Sakit kepala, sakit punggung, sakit gigi, migrain, rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan asam urat. Obat ini hadir dalam bentuk tablet, kapsul, dan suppositoria dan ini hanya tersedia dengan resep.

7. Indomethacin

Indomethacin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati osteoartritis sedang hingga berat, rheumatoid arthritis, artritis gout, serta ankylosing spondylitis.

Tak hanya itu saja, obat ini juga digunakan untuk mengobati nyeri bahu sebagai akibat dari bursitis (peradangan pada bursa) dan tendinitis (peradangan pada tendon.  

Obat anti-inflamasi memang memiliki banyak pilihan yang disesuaikan dengan fungsinya. Agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsinya ya.

Dokter akan memberikan saran dan anjuran obat yang disesuaikan dengan kondisi yang kamu alami.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) 

Drugs.com (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Indomethacin 

Drugs.com (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Celecoxib

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Etodolac 

Medicine Net (2019). Diakses pada 11 Agustus 2020. Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) 

Medicine Net (2019). Diakses pada 11 Agustus 2020. Aspirin 

NHS (2019). Diakses pada 11 Agustus 2020. NSAIDs 

NHS (2018). Diakses pada 11 Agustus 2020. Diclofenac

NHS (2018). Diakses pada 11 Agustus 2020. Naproxen

NHS (2018). Diakses pada 11 Agustus 2020. Ibuprofen

Spine-health (2019). Diakses pada 11 Agustus 2020. NSAIDs: Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs 

Webmd. Diakses pada 11 Agustus 2020. Piroxicam

    register-docotr