Diet dan Nutrisi

Sparkling Water Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh, Tapi Perhatikan Juga Efek Sampingnya

December 17, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Popularitas sparkling water kian lama kian meningkat. Minuman ini dipercaya lebih menyegarkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Agar kamu lebih memahami mengenai manfaat serta efek yang bisa ditimbulkan dari sparkling water, yuk simak ulasannya di sini.

Apa itu sparkling water?

Sparkling water adalah air minum berkarbonasi atau mengandung karbondioksida. Sparkling water sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni sparkling water alami dan sparkling water buatan.

Sparkling water alami berasal dari sumber mata air alami dan mengandung mineral serta senyawa sulfur. Gelembung yang dimiliki sparkling water alami berasal dari mata air dengan karbonasi yang terjadi secara alami.

Sedangkan pada sparkling water buatan, untuk membuat gelembung atau efek ‘sparkling’, minuman ini diinfuskan dengan gas karbondioksida di bawah mesin bertekanan. Beberapa di antaranya diberi gula tambahan atau pemanis buatan.

Baca juga: Selain untuk Diet, Ini Manfaat Infused Water yang Jarang Diketahui

Manfaat sparkling water untuk tubuh

Tak hanya bisa menyegarkan tubuh, sparkling water yang bebas pemanis tambahan maupun gula juga memiliki manfaat. Perlu kamu tahu bahwa, sparkling water mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan dengan soda.

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat dari sparkling water.

1. Meningkatkan sistem pencernaan

Manfaat pertama dari sparkling water adalah dapat meningkatan sistem pencernaan. Dikutip dari Webmd, satu studi yang melibatkan sebanyak 21 peserta menemukan bahwa, meminum sparkling water dapat meredakan sembelit.

2. Membantu mengontrol berat badan

Mencukupi asupan cairan dalam tubuh adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Sparkling water dapat memberikan hidrasi pada tubuh dengan baik. Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi minuman bersoda.

Jika seseorang mengalami dehidrasi, ia mungkin tidak hanya merasakan haus saja, melainkan juga dapat merasa lapar. Meminum sparkling water dapat membantumu merasa kenyang lebih lama.

3. Meningkatkan kemampuan menelan

Penelitian menunjukkan bahwa sparkling water dapat meningkatkan kemampuan menelan pada orang dewasa muda ataupun yang lebih tua.

Pada satu studi yang melibatkan 16 orang, peserta diminta untuk menelan cairan yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa, air berkarbonasi memiliki kemampuan terkuat untuk menstimulasi saraf yang bertanggung jawab dalam proses menelan.

Apakah sparkling water dapat merusak gigi?

Salah satu kekhawatiran terbesar dari sparkling water adalah efeknya terhadap kesehatan gigi. Perlu kamu tahu bahwa, dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai hal ini.

Namun, satu studi menemukan bahwa sparkling water hanya memengaruhi enamel (lapisan luar gigi) sedikit lebih banyak dibandingkan air murni. Meskipun demikian, risiko pada kesehatan gigi jika mengonsumsi sparkling water murni alias tanpa pemanis tambahan dapat dikatakan sangat rendah.

Di sisi lain, risiko lebih besar yang memengaruhi kesehatan gigi dapat terjadi jika kamu mengonsumsi sparkling water dengan tambahan gula. Sebuah tinjauan dari beberapa penelitian menemukan bahwa, kombinasi gula dan karbonasi dapat menyebakan kerusakan gigi yang parah.

Baca juga: Nyeri Sakit Gigi Ganggu Aktivitasmu? Ini Cara Mengatasi Gigi Berlubang

Efek sparkling water pada kesehatan tulang

Kekhawatiran lain yang mungkin dirasakan adalah pengaruh minuman berkarbonasi dapat berdampak buruk bagi kesehatan tulang karena kandungan asamnya yang tinggi. Namun, sparkling water tidak memberikan efek negatif pada kesehatan tulang.

Melansir dari laman UChicago Medicine, dark cola adalah minuman yang dapat memengaruhi kepadatan tulang. Sebab, dark cola mengandung asam fosfat yang dapat menyebabkan berkurangnya kalsium pada tulang.

Pengaruh minuman berkarbonasi terhadap irritable bowel syndrome (IBS)

Pada dasarnya, minuman berkarbonasi layaknya sparkling water tidak menyebabkan IBS. Akan tetapi, minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kembung dan gas, yang dapat memicu gejala IBS, terutama jika kamu sensitif terhadap minuman jenis ini.

Tips untuk memperoleh manfaat sparkling water

Setelah mengetahui manfaat yang dimiliki oleh sparkling water tentu saja kamu ingin memperoleh manfaatnya secara maksimal, bukan? Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika kamu ingin mengonsumsi sparkling water, di antaranya adalah:

  • Selalu perhatikan label kemasan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, sebaiknya pastikanlah sparkling water tidak mengandung gula tambahan
  • Sebaiknya, hindarilah sparkling water yang diberi tambahan gula atau sirup tinggi fruktosa
  • Jika kamu ingin menambah rasa pada sparkling water murni, akan lebih baik jika menambahkan buah-buahan atau irisan timun pada sparkling water.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai manfaat serta bahaya dari sparkling water. Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar masalah ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. What’s the Difference Between Club Soda, Seltzer, Sparkling, and Tonic Water? 

Healthline (2018). Diakses pada 16 Desember 2020. Is Carbonated Water Bad for You? 

Healthline (2019). Diakses pada 16 Desember 2020. Carbonated (Sparkling) Water: Good or Bad? 

UChicago Medicine (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. Is sparkling water healthy? 

Webmd (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. Sparkling Water: Are There Benefits? 

Morishita, Motoyoshi, Sanae Mori (2013). Effect of carbonated beverages on pharyngeal swallowing in young individuals and elderly inpatients. NIH (diakses pada 16 Desember 2020)

Elshukri, Omsaad, Emilia Michou (2015). Brain and behavioral effects of swallowing carbonated water on the human pharyngeal motor system. NIH (diakses pada 16 Desember 2020)

Parry, J, L Shaw (2001). Investigation of mineral waters and soft drinks in relation to dental erosion. NIH (diakses pada 16 Desember 2020)

Cheng, Ran, Hui Yang (2009). Dental erosion and severe tooth decay related to soft drinks: a case report and literature review. NCBI (diakses pada 16 Desember 2020)

 

 

    register-docotr