Diet dan Nutrisi

Turunkan Berat Badan dengan Sleeping Beauty Diet, Tapi Apakah Baik juga bagi Kesehatan?

December 12, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kamu sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan? Jika begitu, sebaiknya pastikan diet kamu tetap baik untuk kesehatan, ya. Karena baru-baru ini muncul kembali tren yang disebut diet putri tidur atau sleeping beauty diet.

Diet putri tidur adalah metode diet dengan memperbanyak waktu tidur untuk mengurangi waktu makan dalam sehari. Baru mendengar penjelasannya saja, rasanya sudah tidak sehat.

Baca Juga: Berat Badan Turun namun Tidak Sedang Diet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mengenal sleeping beauty diet atau diet putri tidur

Dilansir dari U.S News orang yang melakukan diet putri tidur, berteori jika memperbanyak waktu tidur dapat menghindari mereka dari rasa lapar. Sehingga akan mengurangi jumlah asupan harian mereka.

Karena itu mereka yang berdiet dengan metode ini berusaha untuk menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Biasanya mereka menggunakan bantuan obat tidur agar terlelap dalam waktu lama.

Dengan begitu, mereka tidak akan merasakan lapar. Mereka juga akan melewatkan waktu makan mereka. Sehingga mereka bisa meminimalkan asupan makanan harian.

Sementara saat terbangun, orang yang menjalankan diet putri tidur akan rajin berolahraga. Dengan harapan ini akan membantu mempercepat proses penurunan berat badan.

Sayangnya diet yang tengah digandrungi banyak orang itu dianggap tidak layak diterapkan. “Pada dasarnya ini adalah tindakan yang sembrono,” kata Andrea Giancoli, konsultan nutrisi dari Hermosa Beach, California.

Menurutnya lagi, diet putri tidur tidak berdasar pada sains dan sama sekali bukan untuk dipraktikkan.

Hal senada juga disayangkan Haleh Moravej, seperti dikutip dari Metro.co.uk. “Diet putri tidur tidak berdasarkan bukti dan harus dihindari,” kata Movarej, dosen senior ilmu gizi di Manchester Metropolitan University, menanggapi diet yang sempat ramai dibahas di komunitas online pro-anoreksia itu.

Sleeping beauty diet cenderung mempromosikan penyalahgunaan obat tidur

Laman Metro.co.uk menyebut diet putri tidur justru membuat orang-orang terpaksa menggunakan obat tidur atau penenang dengan kandungan benzodiazepin, seperti Diazepam dan Alprazolam.

Jauh dari durasi tidur yang direkomendasikan National Health Foundation untuk orang dewasa, penggunaan obat tidur dalam diet ini, membuat mereka yang menerapkannya bisa terlelap selama 14 hingga 15 jam dalam sehari.

Dengan mengonsumsi obat tersebut, pelaku diet berharap bisa tertidur dan menghindari jam makan mereka. Dengan begitu mereka dapat membatasi kalori. Serta berolahraga di saat terbangun untuk membantu membakar kalori yang ada. 

Padahal di balik itu, ada bahaya penggunaan pil tidur yang harus diwaspadai. Dilansir dari Dailymail, obat tidur dapat menyebabkan kantuk dan gangguan keseimbangan dan reaksi yang lambat pada seseorang. Ini menyebabkan seseorang lebih mudah jatuh dan mengalami patah tulang. 

Selain itu, mengonsumsi obat tidur terus-menerus juga dapat menyebabkan kecanduan dan menjadikan kamu seorang yang melakukan penyalahgunaan obat. Tentunya juga kamu menjadi tidur lebih lama dari yang seharusnya. 

Efek buruk sleeping beauty diet

Alih-alih memberikan hasil maksimal, praktek diet sleeping beauty justru banyak dikencam karena menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan.

Haleh Movarej, menyebut tidur yang berlebihan justru dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Salah satunya dapat menyebabkan pemborosan otot dan metabolisme yang lambat.

Bahkan, Andrea Giancoli menyebut tidur yang terlalu lama memberi efek kenaikan berat badan dan obesitas. Karena memengaruhi nafsu makan seseorang.

Selain itu ada beberapa hal yang mungkin terjadi jika seseorang terlalu banyak tidur, dan tentunya dampaknya buruk bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: Tidur Terlalu Lama Tidak Selalu Enak, Ini Masalah Kesehatan yang Bisa Ditimbulkan

Berbagai risiko gangguan kesehatan jika terlalu banyak tidur

Orang yang melakukan diet putri tidur setidaknya menghabiskan waktu lebih dari 10 jam dalam sehari untuk terlelap. Bahkan bisa hingga 14 jam. Dengan jumlah tersebut seseorang mungkin akan mengalami risiko, seperti berikut ini:

  • Berkurangnya kemampuan mengingat. Tidur lebih dari 9-10 dapat memengaruhi daya ingat dan memengaruhi kemampuan berpikir.
  • Meningkatkan risiko stroke. Tidur lebih dari 8 jam sehari, dapat meningkatkan risiko terkena stroke 46 persen. 
  • Bisa menyebabkan depresi. Terlalu banyak tidur dapat memengaruhi suasana hati, sedih, menjadi pemarah hingga depresi.
  • Meningkatkan risiko diabetes. Saat tubuh tidak aktif akan terjadi peningkatan kadar glukosa yang membuat seseorang lebih berisiko terkena diabetes.

Karena itu sebaiknya pertimbangkan lagi saat kamu akan mencoba metode baru untuk menurunkan berat badan. Diet putri tidur dapat menyebabkan kamu terlalu banyak tidur yang buruk bagi kesehatan.

Kamu juga perlu tahu bahwa kamu harus tidur cukup, yaitu 7 hingga 9 jam untuk orang dewasa, demi mendukung kesehatan. Karena kurang tidur pun tidak baik bagi kesehatan, salah satunya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Demikian ulasan mengenai diet putri tidur atau sleeping beauty diet, yang sebaiknya dihindari. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar diet putri tidur atau info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr