Diet dan Nutrisi

Sering Jadi Pemanis Buatan, Yuk, Intip 4 Bahaya Sirup Jagung Bagi Kesehatan

December 3, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sirup jagung fruktosa tinggi telah menjadi bahan makanan yang semakin umum digunakan dalam 40 tahun terakhir.

Seiring dengan hal itu, muncul kekhawatiran bahwa konsumsi sirup buatan ini bisa meningkatkan risiko obesitas, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Berikut 4 alasan mengapa mengonsumsi sirup jagung dalam jumlah besar, bisa berdampak buruk bagi kesehatan kamu.

Baca juga: 9 Tanda Bahaya Bunuh Diri pada Remaja dan Cara Mencegahnya

Bahaya mengonsumsi sirup jagung secara berlebihan

Berbeda dengan glukosa yang bisa dengan mudah diolah dan dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi.

Fruktosa perlu diubah dulu menjadi glukosa, glikogen (karbohidrat yang disimpan), atau lemak oleh hati sebelum dapat digunakan sebagai bahan bakar oleh tubuh.

Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa fruktosa dalam sirup jagung dapat menyebabkan masalah kesehatan jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan.

Adapun efek samping lain yang bisa disebabkan oleh konsumsi sirup jagung yang terlalu banyak adalah:

1. Meningkatkan kadar lemak hati

Asupan fruktosa dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan peningkatan jumlah lemak pada hati.

Sebuah studi yang dilakukan pada pria dan wanita dengan berat badan berlebih menunjukkan bahwa kebiasaan minum soda yang mengandung sirup jagung selama 6 bulan, secara signifikan meningkatkan kadar lemak hati, dibandingkan dengan minum susu, soda diet, atau air.

Penelitian lain juga menemukan bahwa fruktosa dapat meningkatkan lemak hati lebih banyak daripada glukosa dalam jumlah yang sama.

Lemak hati yang terlalu banyak, sangat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius di masa depan, seperti penyakit lemak hati, dan diabetes tipe 2.

2. Menyebabkan obesitas

Obesitas didefinisikan sebagai penumpukan lemak yang berlebihan sehingga menimbulkan risiko bagi kesehatan. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari indeks massa tubuh (BMI) yang berada di atas angka 30.

Dilansir dari WHO, saat ini obesitas telah menjadi epidemi dunia, di mana pada tahun 2017 sebanyak 4 juta orang meninggal dunia akibat gangguan kesehatan yang dipicu obesitas.

Salah satu faktor utama yang dicurigai sebagai penyebab obesitas sendiri adalah konsumsi sirup jagung fruktosa tinggi yang terlalu tinggi.

Hal ini salah satunya ditunjukkan oleh sebuah studi yang menyatakan bahwa sirup jagung berperan besar dalam meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kelebihan berat badan.

Mark Hyman, MD, Kepala Strategi dan Inovasi dari Cleveland Clinic Center for Functional Medicine, juga menyampaikan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa sirup jagung tidak hanya menyebabkan obesitas, tapi juga berkontribusi terhadap peradangan, dan peningkatan kadar trigliserida.

Baca juga: Mengenal Cyber Bullying dan Dampak Buruk bagi Korban

3. Mengakibatkan penyakit diabetes

Mengonsumsi fruktosa terlalu banyak, secara perlahan-lahan akan membuat tubuh menjadi kebal terhadap efek insulin.

Dalam jangka panjang, hal ini akan menurunkan kemampuan tubuh untuk mengontrol kadar gula darah sehingga jumlah insulin dan gula darah di dalam tubuh pun jadi meningkat.

Kondisi tersebut pada akhirnya akan menyebabkan penyakit diabetes, di mana tubuh tidak lagi mampu menghasilkan hormon insulin. Sehingga glukosa tidak bisa diolah menjadi sumber energi dan menumpuk di dalam darah.

4. Tidak mengandung nutrisi penting

Seperti gula tambahan lainnya, sirup jagung fruktosa tinggi adalah jenis penganan yang tinggi kalori namun sifatnya “kosong”. Artinya meski mengandung banyak kalori, tapi ini tidak memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jadi, mengonsumsi sirup ini secara rutin bisa meningkatkan asupan kalori harian rata-rata. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa saat ini orang rata-rata mengonsumsi lebih dari 500 kalori per hari dari gula, dan itu adalah 300 persen lebih banyak dari 50 tahun yang lalu.

Selain berisiko menyebabkan penambahan berat badan, konsumsi sirup jagung fruktosa tinggi juga tidak akan mampu memenuhi kandungan nutrisi yang kamu perlukan.

Ini karena semakin banyak sirup jagung yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin sedikit ruang yang kamu miliki untuk diisi oleh makanan padat bernutrisi lainnya.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

The effects of high fructose syrup, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20516261/ diakses pada 3 Desember 2020

Obesity, https://www.who.int/health-topics/obesity#tab=tab_1 diakses pada 3 Desember 2020

6 Reasons Why High-Fructose Corn Syrup Is Bad for You, https://www.healthline.com/nutrition/why-high-fructose-corn-syrup-is-bad diakses pada 3 Desember 2020

Avoid the Hidden Dangers of High Fructose Corn Syrup, https://health.clevelandclinic.org/avoid-the-hidden-dangers-of-high-fructose-corn-syrup-video/ diakses pada 3 Desember 2020

 

 

 

    register-docotr