Diet dan Nutrisi

Ragam Diet yang Tepat untuk Mengatasi Penyakit Hashimoto, Apa Saja?

December 17, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tiroiditis Hashimoto merupakan kondisi autoimun yang disebabkan oleh hipotiroidisme atau tiroid kurang aktif. Perlu diketahui, kelenjar tiroid memainkan peran utama dalam metabolisme, regulasi hormon, dan suhu tubuh.

Ketika seseorang mengidap Hashimoto, tiroid meradang kronis dan tidak dapat berfungsi sebaik yang sehat. Nah, untuk mengetahui diet yang tepat untuk mengatasi penyakit Hashimoto yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga: Manfaat Greek Yoghurt bagi Kesehatan dan Tips Mudah Mengonsumsinya

Bagaimana memilih diet yang tepat untuk penyakit Hashimoto?

Dilansir Medical News Today, tiroid merupakan kelenjar endokrin berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher. Tiroid sering memperlambat atau menghentikan produksi hormon penting yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, kulit kering, dan sembelit. 

Diet dan gaya hidup memainkan peran penting dalam mengelola Hashimoto, karena banyak orang menemukan jika gejala tetap ada meski dengan pengobatan.

Terlebih lagi, penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin menjadi faktor pendorong di balik berbagai gejala Hashimoto. 

Modifikasi pola makan dan gaya hidup juga merupakan kunci untuk mengurangi risiko penyakit lain, karena Hashimoto berisiko menyebabkan kondisi autoimun, kolesterol tinggi, dan diabetes. Beberapa diet yang tepat untuk mengatasi penyakit Hashimoto, yakni sebagai berikut:

Diet bebas gluten

Banyak orang dengan Hashimoto juga mengalami kepekaan terhadap makanan, terutama gluten. Tidak ada penelitian saat ini yang mendukung diet bebas gluten untuk semua orang dengan Hashimoto, kecuali juga menderita penyakit celiac.

Namun, dalam survei terhadap 2.232 orang dengan Hashimoto sekitar 76 persen responden percaya jika memiliki sensitivitas terhadap gluten.

Responden tersebut menyebutkan sembelit, diare, kram, kembung, mual, refluks, gas, sakit kepala, dan kelelahan sebagai gejala reaksi terhadap gluten.

Diet bebas gluten menghilangkan semua makanan mengandung gluten, yakni protein yang ditemukan dalam gandum, barley, gandum hitam, dan biji-bijian lainnya. Gluten biasanya ditemukan dalam pasta, roti, makanan yang dipanggang, sup, dan sereal.

Cara terbaik untuk bebas gluten adalah dengan fokus pada makanan yang secara alami bebas gluten. Beberapa  makanan yang dimaksud, seperti sayuran, buah-buahan, daging tanpa lemak, makanan laut, kacang-kacangan, dan telur.

Diet tanpa biji-bijian

Diet ini sangat mirip dengan diet bebas gluten, kecuali biji-bijian juga dilarang. Biji-bijian ini meliputi, bayam, biji gandum, dan soba. Namun, ada sedikit bukti bahwa memotong biji-bijian non gluten bermanfaat bagi kesehatan.

Pola makan ini juga dapat menghilangkan serat dan sumber nutrisi penting lain, seperti selenium yang penting bagi penderita Hashimoto. Diet tanpa biji-bijian lebih ketat daripada diet bebas gluten.

Diet paleo

Diet paleo mencoba meniru pola makan dengan menekankan pada makanan utuh yang belum diolah. Biji-bijian, produk susu, kentang, kacang-kacangan, lentil, gula rafinasi, dan minyak olahan tidak diperbolehkan.

Daging dari hewan bebas kandang dan yang diberi makan rumput dianjurkan dalam diet ini.

Diet autoimmune paleo atau AIP bertujuan untuk mengurangi makanan yang bisa mengakibatkan peradangan dan kerusakan usus. Ini dimulai dengan prinsip dasar diet paleo tetapi memotong sayuran, seperti tomat, telur, dan kacang-kacangan.

Diet rendah indeks glikemik

Salah satu diet yang bisa diterapkan oleh penderita Hashimoto adalah diet rendah indeks glikemik. Indeks glikemik atau IG didasarkan pada indeks yang mengukur bagaimana setiap makanan memengaruhi kadar gula darah seseorang.

Beberapa penderita diabetes tipe 2 menggunakan diet jenis ini. Hal ini dikarenakan, diet rendah indeks glikemik juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu beberapa orang melakukan penurunan berat badan. 

Tips diet lainnya untuk penyakit Hashimoto

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat tertentu dapat membantu mengurangi berat badan dan antibodi tiroid pada orang dengan penyakit Hashimoto. Diet khusus ini menyediakan 12 hingga 15 persen kalori harian dari karbohidrat dan membatasi makanan goitrogenik.

Goitrogen merupakan zat yang ditemukan dalam sayuran silangan dan produk kedelai karena dapat mengganggu produksi hormon tiroid. Namun, sayuran silangan sangat bergizi dan dengan memasaknya dapat mengurangi aktivitas goitrogenik. 

Meskipun berbeda-beda pada setiap individu, beberapa orang dengan Hashimoto telah melaporkan bahwa gejala penyakit membaik dengan menghindari makanan tertentu.

Makanan yang dimaksud antara lain makanan dengan gluten, makanan dengan gula rafinasi, atau makanan yang diproses.

Ketika ingin melakukan diet untuk mengatasi Hashimoto, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter mungkin dapat membantu menentukan apakah seseorang memiliki pantangan lainnya atau tidak.

Baca juga: Manfaat Kacang Lentil: Menjaga Kesehatan Jantung hingga Melancarkan Pencernaan

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 16 Desember 2020. Hashimoto Diet: Overview, Foods, Supplements, and Tips
  2. Medical News Today (2018), diakses 16 Desember 2020. The best diets for Hashimoto’s thyroiditis
    register-docotr