Diet dan Nutrisi

Yuk, Cari Tahu Segudang Manfaat di Balik Propolis

May 13, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Manfaat propolis sebagai obat alami sudah diketahui sejak ratusan tahun lalu. Pada zaman dahulu, orang Yunani menggunakan propolis untuk abses, sementara orang Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi.

Hingga saat ini propolis masih cukup populer untuk digunakan. Penelitian menunjukkan propolis memiliki banyak sifat penyembuhan, termasuk kualitas antimikroba, anti-jamur, anti-virus, anti-inflamasi, dan anti-tumor.

Nah, untuk mengenali propolis lebih jauh, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu propolis? 

Propolis adalah produk lain yang dihasilkan lebah selain madu. (Foto:https://www.freepik.com)

Propolis adalah zat resin yang dihasilkan lebah dari kuncup pohon. Zat ini kaya akan senyawa antioksidan. Propolis memiliki tekstur yang lengket dan warnanya coklat kehijauan. Biasanya digunakan sebagai lapisan untuk membangun sarang lebah. 

Dalam penggunaannya, propolis dapat diaplikasikan langsung ke kulit. Seperti saat digunakan untuk mengobati luka, herpes genital, dan cold sore.  

Propolis juga bisa digunakan sebagai obat kumur untuk penyembuhan setelah operasi mulut. Serta untuk perawatan luka bakar ringan. Selain itu, propolis kadang-kadang ditemukan dalam semprotan hidung dan semprotan tenggorokan, serta dalam obat kumur dan pasta gigi.

Manfaat propolis untuk kesehatan

Beberapa penelitian telah menguji manfaat propolis untuk kesehatan. Berikut ini adalah manfaat propolis yang perlu kamu ketahui: 

1. Penyembuhan luka

Propolis memiliki senyawa khusus yang disebut pinocembrin, yakni senyawa bioaktif  yang berperan sebagai antijamur. Propolis juga memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba sehingga sangat efektif untuk membantu penyembuhan luka. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa propolis dapat membantu orang yang mengalami luka bakar sembuh dengan lebih cepat. Hal ini karena propolis mampu mempercepat regenerasi sel kulit. 

2. Pengobatan setelah operasi mulut

Menggunakan propolis sebagai obat kumur setelah operasi mulut dapat mempercepat kesembuhan luka di dalam mulut. Di samping itu, propolis juga akan meredakan pembengkakan dan meredakan rasa sakit pasca operasi. 

3. Gangguan pencernaan

Penelitian menunjukkan propolis dapat membantu mengobati berbagai gangguan pencernaan. Seperti peradangan usus besar, kanker lambung, hingga luka pada dinding lambung. 

Propolis terdiri dari henethyl ester asam caffeic (CAPE), artepillin C, kaempferol, dan galangin, yang telah terbukti efektif menghilangkan parasit penyebab penyakit. Namun, penelitian ini masih terbatas pada hewan dan kultur sel.

4. Nyeri pada herpes mulut dan herpes genital

Salep yang memiliki kandungan propolis 3 persen seperti herstat atau coldsore-FX, dapat membantu mempercepat waktu penyembuhan dua penyakit ini. Salep tersebut juga dapat mengurangi gejala pada herpes mulut dan luka akibat herpes genital.

Para peneliti menemukan krim propolis tidak hanya mengurangi jumlah virus herpes yang ada dalam tubuh seseorang, tetapi juga melindungi tubuh dari serangan cold sore di masa mendatang.

5. Gigi berlubang 

Penelitian yang dilakukan Biological & Pharmaceutical Bulletin, propolis diketahui dapat membantu melawan gigi berlubang. 

Senyawa yang ditemukan dalam propolis membantu menghambat pertumbuhan streptococcus mutans, yakni bakteri oral yang diketahui berkontribusi pada perkembangan gigi berlubang.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa propolis dapat membantu menghentikan streptococcus mutans menempel pada gigi.

6. Manajemen diabetes

Berdasarkan penelitian yang berbasis hewan, propolis telah menunjukkan kemampuannya dalam membantu pengobatan diabetes.

Pada tes yang dilakukan terhadap tikus diabetes, pengobatan dengan propolis terbukti membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi kolesterol. Namun belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia mengenai efek yang satu ini. 

7. Kanker 

Propolis telah disarankan untuk mengobati beberapa jenis kanker. Namun untuk mengobati kanker, propolis disarankan untuk digunakan sebagai cara pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama. 

Berdasarkan sebuah penelitian  propolis dapat mengobati kanker dengan cara berikut:

  • Menjaga sel kanker agar tidak bertambah banyak.
  • Mengurangi kemungkinan sel akan menjadi kanker.
  • Memblokir jalur yang mencegah sel kanker saling memberi sinyal.

Baca juga:Ladies, Ini Berbagai Manfaat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan Wajah

Dosis penggunaan

Propolis tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet, kapsul, bubuk, ekstrak, dan permen. Propolis juga bisa ditemukan dalam salep, krim, lotion, dan produk perawatan pribadi lainnya.

Untuk dosis penggunaan, hingga saat ini belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan berapa banyak propolis yang harus digunakan untuk mendukung kondisi kesehatan.

Peringatan penggunaan

Jangan gunakan propolis jika kamu menderita asma atau alergi terhadap madu. Propolis juga dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan pendarahan atau selama operasi.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
register-docotr