Diet dan Nutrisi

Meski Berbau Tak Sedap, Jengkol Punya 8 Manfaat Ini Lho!

June 8, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Meskipun dikenal dengan makanan berbau tidak sedap, ternyata jengkol bisa membawa manfaat bagi kesehatan kita.

Jengkol bisa membantu kita terhindar dari berbagai penyakit lho. Mulai dari diabetes, kanker, hingga osteoporosis. Ketahui berbagai manfaat jengkol lewat ulasan berikut ini.

Mengenal jengkol

Jengkol atau archidendron pauciflorum merupakan tanaman spesies pohon berbunga yang masuk ke keluarga kacang polong alias fabaceae. Tanaman ini tumbuh subur di area Asia Tenggara.

Saat dikonsumsi mentah ataupun sudah jadi masakan, jengkol bisa menimbulkan bau tidak sedap pada urin orang yang mengonsumsinya.

Tapi di luar itu, jengkol mengandung antimikroba yang efektif melawan infeksi bakteri, jamur, parasit, maupun cacing yang membuatnya bisa memberikan manfaat untuk tubuh.

Kandungan nutrisi jengkol yang memiliki manfaat

Dilansir dari Dr Health Benefit, jengkol megandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. 

Berikut adalah kandungan nutrisi yang terdapat pada 100 gram jengkol:

  • Kandungan energi : 140 kcal
  • Protein : 6,3 gram
  • Lemak : 0,1 gram
  • Karbohidrat : 28,8 gram
  • Kalsium : 29 mg
  • Fosfor : 45 mg
  • Zat besi : 0,9 mg
  • Vitamin A : 0 UI
  • Vitamin B1 : 0,65 mg
  • Vitamin C : 24 mg

Manfaat jengkol

Dari berbagai kandungan nutrisi yang ada di dalam jengkol, ada manfaat besar yang bisa didapat untuk kesehatan.

Berikut beberapa manfaat jengkol untuk kesehatan yang harus kamu tahu.

1. Mencegah kanker

Siapa sangka makanan murah dan nikmat ini bisa menjauhkan kita dari kanker. Jengkol dipercaya mengandung senyawa yang bisa bekerja lebih baik ketimbang obat kemoterapi adriamycin.

Dilansir dari situs Kemenkes RI, sebuah penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikan jika jengkol mengandung antioksidan.

Antioksidan ini baik untuk melawan berbagai penyakit degeneratif dan juga kanker. Selain buahnya, kulit jengkol juga bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional bagi penderita diabetes.

2. Mencegah diabetes

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus lab menunjukkan kemampuan jengkol dalam menangkal penyakit diabetes. Hal ini diduga karena adanya kandungan asam amino tak biasa yang kerap disebut sebagai asam jengkolat.

Asam ini berbentuk kristal dan tidak dapat larut dalam air. Tikus lab yang diberikan jengkol mengalami penurunan kadar glukosa darah secara signifikan. 

Bahkan jengkol juga menyebabkan kembalinya nafsu makan dan status oksidatif organ pada tikus tersebut. Sayangnya ada efek samping yang ditemukan dari penelitian ini.

Asam jengkolat yang berbentuk kristal ini tidak bisa dicerna oleh ginjal. Meski begitu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan objek manusia untuk memastikan hal tersebut.

3. Manfaat jengkol untuk anemia

Anemia bisa terjadi saat tubuh kekurangan zat besi dan tidak mampu memproduksi sel darah merah secara optimal. Alhasil suplai oksigen dan nutrisi dalam darah juga berkurang.

Kandungan zat besi yang tinggi dalam jengkol bisa membantu mencukupi kebutuhan zat besi yang diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Jadi anemia bisa dicegah.

Bagi perempuan yang tengah menstruasi juga disarankan mengonsumsi jengkol. Sebab saat periode haid perempuan mengalami kekurangan zat besi karena darah menstruasi yang keluar dari tubuh.

4. Memperkuat tulang dan gigi

Selain zat besi, jengkol juga tinggi akan kandungan fosfor dan kalsium. Dua nutrisi ini sangat bermanfaat dalam kesehatan tulang dan gigi kita. Kalsium dan fosfor mampu mencegah terjadinya tulang keropos atau osteoporosis. 

5. Pembentukan jaringan tubuh

Kandungan protein yang ada di dalam jengkol jauh lebih tinggi ketimbang protein pada kacang kedelai maupun kacang hijau. Protein memegang peranan penting dalam pembentukan jaringan dalam tubuh.

6. Manfaat jengkol untuk masalah penyempitan pembuluh darah

Penyempitan pembuluh darah utamanya jika terjadi di jantung bisa berakibat fatal pada orang yang mempunyai penyakit jantung. 

Kandungan mineral dalam jengkol memiliki kemampuan untuk melebarkan pembuluh darah dan mencegahnya menyempit lagi.

7. Menstabilkan organ vital dalam tubuh

Kandungan asam folat serta vitamin B6 berperan untuk menjaga kestabilan organ vital dalam tubuh.

Meski begitu, konsumsi jengkol harus tetap dibatasi mengingat dampak buruknya pada organ ginjal.

8. Manfaat jengkol untuk diet

Ingin punya perut yang rata? Coba masukkan jengkol ke dalam menu diet kamu. Jengkol mengandung serat yang bisa melancarkan sistem pencernaan kamu.

Lancarnya sistem pencernaan bisa membantu kamu untuk menjaga penampilan perut tidak terlihat buncit.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Kemenkes RI. Diakses pada 5 Juni 2020. Jengkol Efektif Tangkal Kanker.

National Library of Medicine. Diakses pada 5 Juni 2020. Evaluating the Toxic and Beneficial Effects of Jering Beans (Archidendron Jiringa) in Normal and Diabetic Rats.

Fit for The Soul. Diakses pada 5 Juni 2020. Health Benefits of Jengkol, Dogfruit, Jering Bean (Archidendron pauciflorum).

Dr Health Benefits. Diakses pada 5 Juni 2020. 18 Scientific Health Benefits of Dogfruit (#1 Surprising).

    register-docotr