Diet dan Nutrisi

Enak dan Bergizi, Ini 10 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan

November 21, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Manfaat brokoli bagi kesehatan sebenarnya sudah dapat dilihat dari tampilannya, warnanya yang hijau menjanjikan serat dan vitamin yang banyak untuk kebutuhan harian kamu. Tapi, masih banyak kandungan brokoli yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Brokoli yang sering disebut sayuran super merupakan salah satu famili dari Brassicaceae yang mengandung fitokimia seperti glukosinolat, senyawa fenolik, serat dan senyawa antioksidan seperti vitamin C dan E, serta mineral.

Dibandingkan dengan sayuran yang lain seperti wortel, kubis dan bayam, kandungan vitamin C dan serat pada brokoli lebih tinggi yaitu sebesar 89,2 mg dan 2,6 mg.

Nah, sudah terbayang kan bagaimana kayanya kandungan brokoli ini? Untuk lebih lengkapnya, inilah manfaat brokoli bagi kesehatan yang wajib kamu ketahui:

Kandungan brokoli

Kandungan brokoli sangatlah beragam. Bukan hanya unggul dalam vitamin C saja, kalau dijabarkan, beginilah kandungan vitamin, mineral, serat serta komponen bioaktif lainnya pada semangkuk brokoli (91 gram):

  • Karbohidrat: 6 gram
  • Protein: 2,6 gram
  • Lemak: 0,3 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Vitamin C: 135 persen dari AKG
  • Vitamin A: 11 persen dari AKG
  • Vitamin K: 116 persen dari AKG
  • Vitamin B9 (folat): 14 persen dari AKG
  • Potasium: 8 persen dari AKG
  • Fosfor: 6 persen dari AKG
  • Selenium: 3 persen dari AKG

Brokoli baik dikonsumsi dengan cara dikukus, karena kalau kamu memasaknya dengan cara merebus, menggunakan microwave atau ditumis hanya akan mengurangi kandungan vitamin C dan juga protein mudah larutnya.

1. Mengandung tinggi antioksidan

Brokoli termasuk dalam golongan sayuran silangan (cruciferous vegetable). Golongan sayuran ini terkenal akan kandungan antioksidan yang mereka miliki yang dapat membantu dalam pencegahan kerusakan sel yang dapat berujung pada kanker.

Salah satu antioksidannya adalah sulforaphane, senyawa yang mengandung sulfur yang membuat brokoli dan sayuran silangan lainnya terasa pahit saat digigit.

Sebuah penelitian di Kanada menyebut sayuran silangan termasuk brokoli memiliki peran dalam ‘pencegahan kemo alami’, yang mana kebanyakan masyarakat menggunakan seluruh tumbuhan atau ekstrak tumbuhan tersebut untuk mencegah kanker.

Sebuah riset yang dilakukan pada 2019 menyatakan sayuran silangan mengandung komponen indole-3-carbinol sebagai antikanker yang sangat kuat.

2. Menyehatkan tulang

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kandungan vitamin dalam brokoli cukup beragam yakni vitamin C, A, K hingga B9.

Kandungan vitamin C yang kaya dalam brokoli dapat membuat tulang kamu sehat, lho. Hal ini dikarenakan vitamin C dibutuhkan untuk membentuk kolagen yang bersama dengan kalsium berperan dalam membuat tulang kuat. 

Sementera itu, kandungan vitamin K di dalam brokoli juga dinilai akan memberikan manfaat dalam kesehatan tulang kamu. Hal ini didasari atas kemampuan vitamin K dalam mencegah atau mengobati osteoporosis.

3. Mengurangi inflamasi

Brokoli mengandung berbagai komponen bioaktif yang dapat mengurangi inflamasi di dalam jaringan kamu. Sebuah studi di Amerika Serikat menyebut gabungan komponen tersebut bekerja untuk mengurangi inflamasi. 

Sementara itu, studi yang dilakukan di Tiongkok menyebut kandungan kaempferol dalam brokoli menunjukan kemampuan yang sangat kuat dalam mengurangi inflamasi.

4. Meningkatkan kesehatan imun dan kulit

Keunggulan vitamin C dalam brokoli juga memberikan dampak pada sistem imun dan kesehatan kulit kamu. 

Vitamin C yang mudah kamu temui dalam bentuk suplemen dapat membantu sistem imun kamu dalam mengurangi gejala penyakit seperti batuk pilek dan mempercepat masa penyembuhan sakit pilek kamu.

Sementara itu, kolagen yang diproduksi dengan bantuan vitamin C dapat membantu menyehatkan kulit. Sebagai antioksidan vitamin C juga dapat mencegah kerusakan kulit seperti kerutan karena penuaan.

5. Melancarkan pencernaan

Serat dalam brokoli dapat membantu sistem pencernaan kamu, mengurangi risiko konstipasi dan mempertahankan kesehatan saluran pencernaan serta mengurangi risiko kanker usus besar.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan adanya pengaruh konsumsi serat terhadap pengurangan risiko kanker di pencernaan. 

Penelitian tersebut menyatakan orang yang sering mengonsumsi banyak serat memiliki risiko yang lebih rendah ketimbang mereka yang mengonsumsi sedikit serat.

6. Mengontrol gula darah

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 menyebut konsumsi brokoli dapat membantu kamu yang memiliki diabetes tipe 2 untuk mengatur gula darah. Hal ini diduga dipengaruhi oleh kandungan sulforaphane dalam brokoli.

Studi lain yang dilakukan di Iran terhadap orang yang mengonsumsi brokoli selama satu bulan menunjukan adanya penurunan resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2.

7. Manfaat brokoli untuk diet

Manfaat brokoli untuk diet sudah lama diketahui oleh banyak orang. Hal ini disebabkan brokoli adalah sumber karbohidrat baik yang dapat membantu menahan perut agar tidak makan berlebihan. 

Brokoli akan menyerap air dan menciptakan gel di saluran pencernaan sehingga membuat perut merasa kenyang lebih lama. Inilah salah satu manfaat brokoli untuk diet yang sangat diandalkan. 

Bukan hanya itu, manfaat brokoli untuk diet yang tidak kalah penting adalah mampu mengurangi sekresi ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang dapat memicu nafsu makan sehingga tubuh tidak akan mudah lapar. 

Kandungan brokoli yang berupa kalsium juga diketahui membantu menurunkan berat badan dengan memecah lemak yang sudah tersimpan di dalam tubuh dan dengan mencegah pembentukan sel lemak baru.

8. Manfaat brokoli untuk bayi 

Vitamin dalam brokoli juga baik untuk pertumbuhan bayi. Namun bayi baru bisa diberi brokoli ketika usianya sudah mencapai 10 bulan, saat pencernaannya sudah terbiasa dengan makanan padat.

Ada banyak manfaat brokoli untuk bayi. Mulai dari meningkatkan imunitas, kemampuan penglihatan, mengurangi anemia, mengobati sakit lambung, hingga mengurangi sembelit.

Sayuran yang satu ini juga punya kandungan antioksidan dan vitamin C yang tinggi. Sehingga manfaat brokoli untuk bayi tidak perlu diragukan lagi. 

Manfaat brokoli untuk bayi akan terasa bila cara penyajian dan pemilihannya tepat. Pilihlah brokoli yang memiliki warna merata, tidak menguning dan tidak berjamur. Untuk mengolahnya, kukuslah atau tumis dengan minyak zaitun hingga matang. 

9. Manfaat brokoli untuk asam lambung

Selain punya banyak manfaat kesehatan, brokoli juga aman dikonsumsi oleh orang dengan penyakit tertentu. Misalnya asam lambung. 

Konsumsi brokoli untuk asam lambung justru disarankan. Konsumsi brokoli untuk asam lambung dianggap dapat meredakan gejala mulas karena brokoli diketahui rendah lemak, asam dan gula. 

10. Manfaat brokoli untuk asam urat

Bukah hanya asam lambung, konsumsi brokoli untuk asam urat juga dianjurkan, lho. Jenis sayuran yang satu ini memiliki banyak manfaat dalam hal pencegahan asam urat.

Salah satu zat yang harus dihindari penderita asam urat adalah purin. Sementara brokoli adalah sayuran yang rendah purin. Inilah mengapa brokoli untuk asam urat aman dikonsumsi. 

Di samping rendah purin, vitamin dalam brokoli juga mampu mengurangi asam urat. Terutama vitamin C yang memang disarankan bagi penderita asam urat. 

Seluruh bagian dari brokoli, termasuk bunga dan batangnya juga memiliki kandungan antioksidan. Berdasarkan penelitian, senyawa antioksidan dapat melawan peradangan yang terjadi di asam urat. Sehingga konsumsi brokoli untuk asam urat sangat aman dan sebaiknya ditingkatkan. 

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Ncbi.nlm.nih.gov (2018) diakses 05 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5842175/
  2. Science.sciencemag.org (2019) diakses 05 Juni 2020. https://science.sciencemag.org/content/364/6441/eaau0159
  3. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2009) diakses 05 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19519500/
  4. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2018) diakses 05 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29771951/
  5. Ncbi.nlm.nih.gov (2015) diakses 05 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4588743/
  6. Stm.sciencemag.org (2017) diakses 05 Juni 2020. https://stm.sciencemag.org/content/9/394/eaah4477
  7. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2012) diakses 05 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22537070/
  8. Healthline.com(2018) diakses 05 Juni 2020. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-broccoli
  9. Medicalnewstoday.com (2020) diakses 05 Juni 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/266765
  10. Eprints.undip.ac.id (2014) diunduh 05 Juni 2020. http://eprints.undip.ac.id/45156/1/623_KRISTANTI_NOVITA_SARI.pdf
  11. Parenting.firstcry. (2018). Diakses pada 20 November 2020. Broccoli for Babies: Nutritional Value, Benefits and Recipes
  12. Healthifyme. (2018). Diakses pada 20 November 2020. Here’s Why You Should Add Broccoli in Your Diet: HealthifyMe Blog
  13. Healthline. (2019). Diakses pada 20 November 2020.Broccoli and Gout: Why It’s Beneficial, Plus Other Low-Purine Foods
    register-docotr