Diet dan Nutrisi

Agar Tak Semakin Parah, Jauhi Makanan Pantangan Endometriosis Ini!

August 18, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menghindari makanan pantangan endometriosis dapat membantu para pengidap penyakit ini untuk meringankan efek nyeri yang hadir.

Bagi kamu yang memiliki endometriosis, perubahan gaya hidup (termasuk mengatur pola makan) menjadi hal penting demi menjaga kestabilan kondisi.

Endometriosis sendiri merupakan kondisi di mana jaringan yang seharusnya berada di dalam uterus atau rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur, tuba. Kelainan ini biasanya menghasilkan rasa sakit yang luar biasa dan bertambah parah di sekitar periode menstruasi.

Gejala endometriosis pada tahap memburuk

Endometriosis dapat memburuk saat menstruasi dengan gejala sebagai berikut:

  • Sakit pada panggul
  • Meningkatnya rasa sakit saat menstruasi dan berhubungan seksual
  • Nyeri saat usus bergerak dan buang air kecil
  • Menstruasi yang lebih hebat daripada biasanya 
  • Letih
  • Diare
  • Kembung
  • Konstipasi
  • Sakit punggung bagian bawah
  • Kram yang intens

Jika tidak ditangani, endometriosis bahkan dapat berujung pada infertilitas.

Makanan-makanan pantangan endometriosis

Endometriosis dapat dikendalikan dengan penanganan yang beragam. Aksi ini bisa dilakukan dengan membuat rencana kelola nyeri dan gaya hidup sehat, yang menyertakan konsumsi makanan bernutrisi dan olahraga. 

Meskipun dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk mengetahui korelasi mendalam antara makanan dengan perkembangan endometriosis, tetapi tak ada salahnya kamu lebih memerhatikan pola makan, ya.

Beberapa jenis makanan pantangan endometriosis di antaranya:

Makanan tinggi lemak trans

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan yang mengandung lemak trans dengan endometriosis. Diagnosis endometriosis banyak ditemukan pada responden yang konsumsi lemak transnya tinggi.

Lemak trans sendiri hadir dalam bentuk alami dan buatan. Pada lemak trans yang dihasilkan secara alami, dia terdapat pada produk susu dan daging sapi, domba dan kambing.

Sementara itu, lemak trans buatan pabrik atau lemak yang sebagian terhidrogenasi sangat berbahaya bagi tubuh. Lemak ini terdapat pada makanan-makanan yang digoreng, makanan olahan serta makanan cepat saji.

Selain berpengaruh terhadap endometriosis, lemak trans juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sindrom metabolik, diabetes dan arthritis.

Daging merah

Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Via Medica Journals menyebut adanya pengaruh makanan terhadap peningkatan risiko perkembangan endometriosis. Para peneliti mencatat jika daging merah menjadi salah satu makanan pantangan endometriosis.

Penelitian di Tiongkok menyebut jika daging merah dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit-penyakit seperti kanker, penyakit jantung bahkan kematian.

Meskipun demikian, daging merah juga mengandung banyak vitamin, mineral, antioksidan dan nutrisi lainnya yang memiliki efek besar bagi kesehatan.

Gluten

Kajian yang dilakukan di Italia mencatat jika gluten merupakan salah satu jenis makanan pantangan endometriosis. Para peneliti menemukan adanya pengurangan gejala endometriosis setelah responden mengonsumsi makanan bebas gluten selama 12 bulan.

Beberapa orang memiliki intoleransi terhadap gluten, akibatnya tubuh mereka tidak mampu untuk mencerna atau memecahkan protein gluten di makanan mereka. Makanan yang biasanya mengandung gluten adalah pasta, roti hingga biskuit.

Untuk itu, kamu bisa mengganti makanan mengandung gluten dengan beberapa makanan berikut ini:

  • Buah dan sayur
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Kentang
  • Telur
  • Produk susu
  • Jagung
  • Nasi
  • Ikan
  • Ayam
  • Seafood

Makanan tinggi FODMAP

FODMAP merupakan singkatan dari ‘Fermentable Oligo-‘, ‘Di-‘, ‘Mono-saccharides’ dan ‘Polyols’. Kelompok makanan ini mengandung karbohidrat yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Sebuah jurnal yang diterbitkan pada tahun 2017 menemukan adanya efektivitas diet rendah FODMAP pada perempuan yang memiliki penyakit irritable bowel syndrome (IBS) dan endometriosis.

Dengan demikian, kamu bisa menjadikan makanan tinggi FODMAP sebagai salah satu makanan pantangan endometriosis. Adapun jenis makanan ini adalah:

  • Gandum
  • Bawang bombay
  • Bawang putih
  • Beberapa buah seperti apel, aprikot, ceri, mangga, persik, pir hingga semangka
  • Makanan dengan pemanis buatan

Banyak makanan umum yang mengandung FODMAP, kurangi jenis makanan ini saat kamu memiliki masalah dengan endometriosis.

Demikian informasi tentang makanan pantangan endometriosis yang perlu kamu ketahui. Jika kamu ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan doktermu, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses 15 Agustus 2020. What to Eat and What to Avoid If You Have Endometriosis
  2. Healthline.com (2018) diakses 15 Agustus 2020. Is Red Meat Bad for You, or Good? An Objective Look
  3. Healthline.com (2019) diakses 15 Agustus 2020. Gluten Intolerance Food List: What to Avoid and What to Eat
  4. Healthline.com (2019)  diakses 15 Agustus 2020. What Are Trans Fats, and Are They Bad for You?
  5. Healthline.com (2017) diakses 15 Agustus 2020. 10 Foods High in FODMAPs (and what to eat instead)
  6. Obgyn.onlinelibrary.wiley.com (2017) diakses 15 Agustus 2020. Endometriosis in patients with irritable bowel syndrome: Specific symptomatic and demographic profile, and response to the low FODMAP diet
  7. Journals.viamedica.pl (2017) diakses 15 Agustus 2020. Influence of diet on the risk of developing endometriosis
  8. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 15 Agustus 2020. Red and processed meat consumption and mortality: dose-response meta-analysis of prospective cohort studies
  9. Europepmc.org (2012) diakses 15 Agustus 2020. Gluten-free diet: a new strategy for management of painful endometriosis related symptoms?
  10. Academic.oup.com (2010) diakses 15 Agustus 2020. A prospective study of dietary fat consumption and endometriosis risk
    register-docotr