Diet dan Nutrisi

Tak Cuma Tingkatkan Massa Otot, Apa Fungsi Lain dari Whey Protein?

July 25, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Mempunyai tubuh yang atletis layaknya binaragawan adalah keinginan banyak orang. Tapi untuk bisa seperti itu dibutuhkan latihan fisik dan juga konsumsi protein tinggi. Salah satu caranya dengan memanfaatkan fungsi whey protein.

Ya, selama dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan dibarengi dengan rutin olahraga, whey protein bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, lho. Apa sajakah itu?

Apa itu whey protein?

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang biasa ditemukan dalam produk susu. Susu terbuat dari dua protein, kasein dan whey. Whey protein dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua jenis asam amino esensial. Selain itu, whey protein juga rendah kandungan laktosa.

Bubuk protein whey biasanya mengandung rasa tambahan, karena rasanya tidak terlalu menggugah selera. Kandungan protein di dalamnya dapat dengan mudah menambah sekitar 25-50 gram asupan protein.

Fungsi whey protein

Beberapa penelitian menunjukan bahwa whey protein mengandung banyak nutrisi. Maka, tak heran jika jenis protein yang satu ini menjadi suplemen paling populer di dunia bagi mereka yang ingin mempunyai otot. Berikut fungsi whey protein yang mungkin belum kamu ketahui:

1. Membantu menurunkan berat badan

Bukan rahasia lagi jika protein dapat membantu penurunan berat badan. Sebab, protein merupakan salah satu zat yang dapat membuat kita kenyang lebih lama. Selain terdapat dalam produk susu, protein juga banyak terkandung dalam makanan-makanan sehat.

Mengonsumsi whey protein adalah cara paling tepat untuk meningkatkan asupan protein. Mengganti sumber kalori dengan protein dapat mengurangi berat badan sekaligus membakar lemak.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 158 orang menunjukan bahwa whey protein efektif menghilangkan lemak tubuh. Ketika mengonsumsi whey protein, tubuh tidak lagi menyimpan lemak. Tubuh justru membentuk otot dari sisa kalori yang tidak terbakar.

2. Meningkatkan massa otot

Meningkatkan massa otot adalah fungsi whey protein yang paling banyak diketahui. Biasanya, orang-orang sengaja mengonsumsi whey protein untuk membentuk otot.

Whey protein sangat populer di kalangan atlet, binaragawan, dan model kebugaran. Whey protein juga sering disebut sebagai ‘raja nutrisi’ bagi orang-orang yang ingin membentuk otot.

Namun, perlu dipahami bahwa whey protein tidak akan berfungsi maksimal bagi orang yang kekurangan asupan protein.

Jika kamu termasuk orang yang mengonsumsi whey protein untuk membentuk otot, maka cukupi dulu asupan proteinmu. Kamu bisa mengonsumsi makanan kaya protein seperti brokoli, tempe, tahu dan telur.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Sebuah penelitian menemukan bahwa salah satu fungsi whey protein dapat melawan penyakit asma. Sebab, whey protein dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. 

Penderita asma yang mengonsumsi setidaknya 10 gram whey protein dua kali sehari akan memiliki kekebalan tubuh yang semakin kuat.

4. Menurunkan kolesterol

Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, jangan khawatir karena whey protein dapat membantumu menurunkan kolesterol.

Mengonsumsi whey protein secara rutin terbukti menurunkan kolesterol secara signifikan. Jika dibandingkan dengan sumber protein lainnya, whey protein lebih cepat menurunkan kolesterol.

Meski demikian, mengonsumsi whey protein bagi orang berkolesterol tinggi perlu mendapat rekomendasi dokter. Dengan berkonsultasi, dokter akan menyarankan dosis yang tepat dan mengurangi efek samping.

5. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau dalam istilah medis disebut hipertensi juga bisa menyebabkan serangan jantung. Dengan mengonsumsi whey protein dalam dosis yang pas, tekanan darah akan turun secara perlahan.

Setidaknya, mengonsumsi whey protein sebanyak 54 gram setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sebesar 4 persen. Tetapi efek ini baru kelihatan setelah konsumsi selama 12 hari.

Meski demikian, fungsi whey protein yang satu ini hanya bekerja bagi penderita hipertensi. Jadi, orang-orang dengan tekanan darah normal tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.

6. Membantu mengurangi peradangan

Peradangan adalah bagian dari respons tubuh terhadap penyakit. Dalam jangka pendek peradangan bermanfaat, tetapi dalam keadaan tertentu bisa menjadi kronis.

Tetapi bila peradangan menjadi kronis itu dapat berbahaya dan merupakan faktor risiko banyak penyakit. Ini bisa menjadi tanda adanya penyakit serius.

Sebuah studi menemukan bahwa suplemen whey protein dosis tinggi secara signifikan mengurangi C-reactive protein (CRP), penanda utama peradangan dalam tubuh.

Cara tepat untuk mengonsumsi whey protein

Untuk mendapatkan fungsi whey protein secara tepat, kamu perlu mengetahui bagaimana aturan penggunaan dan dosisnya. Whey protein pada umumnya dijual dalam bentuk bubuk dan disajikan dengan cara menyeduhnya.

Jika kamu bosan, kamu bisa mencoba whey protein dengan menambahkan ke dalam jus, yoghurt, dan susu.

Adapun dosis yang dianjurkan adalah mengonsumsi 25-50 gram whey protein per hari. Ini sekitar 1-2 sendok makan.

Perlu diingat, konsumsi whey protein berlebih dapat menimbulkan efek samping. Sebab pada dasarnya tubuh hanya dapat mengolah protein dalam jumlah tertentu. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Misalnya seperti mual, nyeri, kram, perut kembung, dan diare.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi whey protein. Terutama jika kamu memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2017). Diakses pada 19 Juli 2020. 10 Evidence-Based Health Benefits of Whey Protein

Medical News Today (2017). Diakses pada 19 Juli 2020. What are the benefits and risks of whey protein?

Heathifmy (2020). Diakses pada 19 Juli 2020. Is Whey Protein Good for You: Benefits and Side Effects

    register-docotr