Diet dan Nutrisi

Mengenal Risiko dan Manfaat Diet Vegan untuk Kesehatan Tubuh

July 9, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Diet vegan adalah pola makan yang menghindari asupan bahan makanan yang bersumber dari hewani dan hanya memakan produk dari nabati.

Mengutip laporan dari Kementerian Kesehatan tentang Gizi dalam daur kehidupan, diet vegan merupakan diet yang paling berisiko bagi kesehatan jika pola dan konsumsi makan tidak diatur dengan baik.

Perbedan diet vegan dan vegetarian

Pada dasarnya, diet vegan dan vegetarian adalah menghindari konsumsi produk hewani karena alasan yang sama. Veganisme secara umum sering didefinisikan sebagai cara hidup yang berupaya untuk menghentikan segala bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan.

Banyak orang melakukan diet vegan dan vegetarian karena berbagai alasan seperti kesehatan, etika, lingkungan dan agama.

Perbedaan terbesar diet vegan dan vegetarian adalah sejauh mana mereka menganggap produk hewani dapat diterima untuk dikonsumsi.

Diet vegan

Pola makan vegan sering dipandang sebagai bentuk vegetarianisme yang paling keras.

Pasalnya, para penganut vegan tidak hanya mengecualikan produk hewani yang berupa daging hewan. Namun, juga semua produk turunan dari hewan tersebut, seperti:

  • Susu
  • Telur
  • Keju
  • Madu
  • Pepsin
  • Gelatin atau ekstrak kolagen hewan
  • Carmine atau bahan pewarna alami yang berasal dari serangga

Para penganut vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas dari eksploitasi dan dimanfaatkan oleh manusia baik untuk makanan, pakaian, ilmu pengetahuan atau hiburan.

Oleh karena itu, penganut vegan berusaha untuk mengecualikan semua produk sampingan hewan.

Diet vegetarian

Sama dengan vegan, vegetarian juga memiliki filosofis menentang pembunuhan hewan untuk makanan.

Hanya saja, yang berbeda dengan vegan, vegetarian masih menganggap beberapa produk turunan hewan masih layak untuk dikonsumsi. Seperti susu dan telur, selama hewan tersebut disimpan dalam kondisi yang baik.

Vegetarian sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti:

  • Vegetarian Lacto-ovo: Vegetarian yang menghindari semua daging hewan, tetapi mengonsumsi produk susu dan telur.
  • Vegetarian Lacto: Vegetarian yang menghindari daging dan telur hewani, tetapi mengonsumsi produk susu.
  • Ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari semua produk hewani kecuali telur.

Manfaat diet vegan

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa diet vegan memberikan manfaat kesehatan yang cukup tinggi.

Sebuah penelitian menemukan bukti yang menunjukkan bahwa vegan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol baik LDL maupun HDL dalam darah.

Sebuah tinjauan tahun 2019 juga menunjukkan bukti bahwa diet nabati baik vegan maupun vegetarian memberikan manfaat kesehatan kardiovaskular, seperti:

  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Meningkatkan tekanan darah dan memperlancar aliran darah
  • Kontrol gula darah yang lebih baik
  • Risiko lebih rendah untuk mengalami aterosklerosis
  • Mengurangi stres oksidatif dan peradangan

Diet vegan lebih baik untuk program berat badan

Pola makan dengan menerapkan diet vegan sering dianggap lebih baik daripada pola makan dengan diet vegetarian untuk mengendalikan berat badan dan mengurangi risiko penyakit tertentu.

Sebuah studi tahun 2018 melakukan penelitian dengan melibatkan 75 orang dewasa yang kelebihan berat badan.

Para peneliti secara acak menugaskan para peserta untuk mengikuti pola makan vegan rendah lemak dan pola makan yang tetap mengonsumsi protein hewani.

Setelah 16 minggu, peserta dalam kelompok vegan kehilangan lebih banyak lemak secara signifikan di sekitar perut daripada mereka yang berada pada kelompok yang tetap mengonsumsi protein hewani.

Risiko diet vegan

Pola makan vegan yang direncanakan dengan baik mampu memberikan manfaat kesehatan. Namun, selalu penting bagi vegan untuk memastikan tetap mengonsumsi makanan yang seimbang dan sehat yang memenuhi semua kebutuhan nutrisi.

Karena jika tidak, risiko efek samping bisa saja dialami oleh mereka yang menjalankan diet ini. Beberapa risiko yang mungkin terjadi seperti:

Pengaruh terhadap kerusakan otak

Beberapa ahli mengatakan bahwa pola makan vegan memiliki risiko kekurangan kolin. Kolin adalah nutrisi yang penting untuk kesehatan otak dan fungsi lainnya.

Sedangkan kolin biasa ditemukan dalam daging dan unggas. Bagi mereka yang melakukan pola makan vegan harus mempertimbangkan suplemen, terutama pada wanita usia subur.

Risiko terserang stoke

Sebuah penelitian di Inggris mengatakan bahwa pola makan vegan memiliki potensi menimbulkan tingkat stroke 20 persen lebih tinggi daripada mereka yang pemakan daging.

Permasalahan rambut rontok

Kekurangan zat besi, vitamin B dan zat seng yang penting untuk pertumbuhan rambut biasanya dihasilkan oleh daging.

Vegan bisa mengganti semua kandungan tersebut dengan makanan pengganti seperti kacang kering dan sayuran hijau tua.

Selain itu, mengonsumsi beberapa suplemen sesuai anjuran dokter juga sangat disarankan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. healthline.com (2016). Diakses 3 Juli 2020. https://www.healthline.com/nutrition/vegan-vs-vegetarian#section2

2. bppsdmk.kemkes.go.id (2017). Diakses 3 Juli 2020. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/GIZI-DALAM-DAUR-KEHIDUPAN-FINAL-SC.pdf

3. medicalnewstoday.com (2019). Diakses 3 Juli 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325478

4. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 3 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6221888/

5. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 3 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5914369/

6. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 3 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4967403/

7. nutrition.bmj.com. Diakses 3 Juli 2020. https://nutrition.bmj.com/content/early/2019/07/16/bmjnph-2019-000037

    register-docotr