Diet dan Nutrisi

Sering Minum Bubble Tea? Waspadai Dampak Buruknya bagi Kesehatan

July 10, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bubble tea atau boba siapa yang tidak kenal minuman ini, minuman yang jadi primadona orang-orang terutama anak-anak dan remaja. Rasanya yang manis cocok dinikmati saat disajikan dingin.

Tapi, tahukah kamu, bahwa bubble tea tidak baik untuk dikonsumsi setiap hari karena punya dampak yang buruk bagi kesehatan. Seperti apa dampak mengonsumsi bubble tea setiap hari? Simak ulasan lengkapnya!

Apa itu bubble tea

Bubble tea  adalah sebuah minuman yang berasal dari Taiwan yang pertama kali dibuat pada1980. Minuman ini punya rasa yang manis dengan campuran susu, teh dan bola-bola mutiara di bagian bawahnya. 

Salah satu komponen yang menjadi daya tarik minuman ini adalah bubble-nya yang berbentuk bola-bola berwarna hitam, yang juga lebih sering disebut dengan boba. Bahan dasar pembuatannya adalah tepung tapioka yang direbus sehingga menghasilkan bola-bola yang kenyal.

Karena punya rasa yang unik, dan nikmat, minuman satu ini semakin populer di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Saat ini, menemukan bubble tea tidaklah sulit.

Hampir di setiap kota ada dengan menawarkan berbagai variasi rasa, tidak hanya teh tapi ada juga kopi untuk menarik pembeli terutama anak-anak dan remaja.

Dampak minum bubble tea berlebihan

Siapa sih yang bisa menolak minum bubble tea, rasanya yang manis, dan disajikan dalam keadaan dingin, pasti semua sulit mengatakan tidak pada minuman satu ini. Tidak heran jika bubble tea dengan cepat menjadi tren. Eits, tapi kamu tetap harus membatasi konsumsi minum bubble tea, ya. 

Berdasarkan penelitian, bubble tea punya kandungan gula yang terbilang banyak, satu bubble tea bisa mengandung gula sebanyak 50 gram dan mendekati 500 kalori.

Jadi akan mendatangkan efek yang buruk jika kamu mengonsumsi setiap hari. Berikut ini dampak yang bisa terjadi jika kamu mengonsumsi bubble tea secara berlebihan.

1. Sebabkan jerawat

Campuran dalam boba seperti tapioka, gula, dan susu berhubungan dengan penyebab jerawat

Susu sapi bisa mendatangkan peradangan, apalagi kalau ternyata kulit kamu tidak toleran laktosa, ini bisa membuat hormon testosteron bereaksi dalam tubuh sehingga produksi sebum meningkat di kulit yang menyebabkan jerawat.

Gula memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang selain menghasilkan lonjakan insulin, meningkatkan sekresi androgen, peradangan dan produksi minyak, yang semuanya memainkan peran penting dalam perkembangan jerawat.

2. Membuat kulit kasar

Pasti kamu bertanya-tanya apa hubungannya bubble tea dengan kulit kasar? Nah, ternyata ada. Kandungan gula dalam bubble tea sangat banyak, gula tersebut membuat lonjakan insulin yang akhirnya dapat menutup pori pori dan menyebabkan banyak masalah kulit lainnya.

3. Sembelit

Teh mengandung kafein dan bahan kimia lain yang disebut theophylline. Dua kandungan ini sebenarnya baik, kafein baik untuk sistem ekskresi dan theophylline baik untuk detoksifikasi tubuh kamu, menenangkan pikiran dan otot serta meningkatkan aliran darah.

Namun, ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak teh, theophylline dapat menyebabkan sembelit yang ekstrem karena membuat dehidrasi. 

4. Tekanan darah tak normal

Salah satu efek samping paling berbahaya dari minum terlalu banyak teh adalah menyebabkan ketidakseimbangan tekanan darah kamu.

Dalam jumlah kecil, ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi, menjaga kesehatan jantung, fungsi otak dan saraf dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, ketika kamu mengonsumsi teh secara berlebihan bisa meningkatkan detak jantung. Inilah pemicu tekanan darah tinggi atau bahkan memperlambatnya karena sifatnya yang menenangkan, dan juga menurunkan tekanan darah kamu. 

5. Obesitas

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa dalam satu bubble tea mengandung 50 gram gula, padahal konsumsi gula harian kita seperti yang direkomendasikan oleh WHO adalah 50 gram. Itu artinya setiap kita meminum boba, kita meningkatkan jumlah kalori total harian kita. 

Sehingga menghasilkan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu, dan dengan demikian risiko obesitas lebih tinggi. Obesitas dapat menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan jenis kanker tertentu. 

Bagaimana solusi menikmati bubble tea yang aman?

Dampak buruk dari bubble tea, bukan berarti minuman ini sama sekali dilarang untuk dikonsumsi, kamu tetap bisa kok menikmatinya. Untuk meminimalisir dampak buruknya, pastikan ketika kamu memesan bubble tea kamu memerhatikan hal berikut ini:

  • Jika kamu memesan dengan boba, coba untuk memilih yang tidak mengandung susu.
  • Pesan dengan takaran gula yang sedikit (less sugar).
  • Ganti susunya dengan susu rendah lemak, atau skim.
  • Nikmati tanpa boba hanya susu dan teh saja.
  • Konsumsi dalam batas wajar, misalnya memilih ukuran reguler saat memesan.

Itulah beberapa dampak yang bisa kamu alami ketika berlebihan mengonsumsi bubble tea atau boba. Jadi konsumsi boba dalam jumlah wajar saja.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Health Essentials (2019). Diakses 06/07/20. Effects of drinking bubble tea on the skin

NCBI (2017). Diakses 06/07/20. Calories and sugars in boba milk tea: implications for obesity risk in Asian Pacific Islanders

Parenting First cry (2019). Diakses 06/07/20. 6 Scary Side Effects of Milk Tea You Wish You Knew Before

The Time of India (2019). Diakses 06/07/20. Here Is How Bubble Tea Affects Your Health

    register-docotr