Diet dan Nutrisi

Daftar Pemanis Buatan yang Aman Menggantikan Gula

November 29, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika kamu sedang menjalani diet sehat atau kamu adalah penderita diabetes, ada baiknya jika membatasi atau mengurangi asupan gula. Jika ingin tetap mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa manis, kamu bisa mencoba pemanis buatan yang aman.

Beberapa pemanis buatan diklaim dapat digunakan sebagai pengganti gula dan memiliki kalori yang rendah. Di mana kalori rendah memang disarankan untuk penderita diabetes ataupun untuk mereka yang sedang diet sehat. Lalu apa saja pemanis buatan yang aman tersebut?

Mengenal pemanis buatan yang aman untuk kesehatan

Pemanis buatan adalah pengganti gula sintetis, yang berasal dari olahan bahan kimia. Beberapa jenis pemanis buatan yang dijual bebas mengklaim jumlah kalori yang kecil bahkan mendekati nol, sehingga dianggap aman untuk kesehatan, karena tidak berpengaruh pada tingkat gula darah.

Meski rendah kalori, tapi rasanya tetap manis seperti gula, bahkan beberapa memiliki rasa manis yang lebih kuat.

Apa saja pemanis buatan yang aman dikonsumsi?

Ada lima pemanis buatan yang telah disetujui penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA, yaitu:

  • Sakarin
  • Acesulfame potassium
  • Aspartam
  • Neotame
  • Sukralosa

Sedangkan di Indonesia, jenis pemanis buatan yang diizinkan oleh BPOM sama dengan FDA. Namun, ditambah satu jenis lain yaitu siklamat. Bisa berupa asam siklamat, kalsium siklamat dan natrium siklamat.

Berikut penjelasan selengkapnya dari setiap jenis pemanis buatan tersebut.

Jenis-jenis pemanis buatan yang aman dikonsumsi di Indonesia

1. Sakarin

Sakarin adalah pemanis buatan non-nutrisi yang digunakan sebagai pengganti gula, dengan rasa 200 hingga 700 kali lebih manis dari gula, tetapi tidak mengandung kalori.

Penggunaannya sempat menimbulkan kontroversi di awal 1970 lalu, karena salah satu penelitian mengungkap sakarin dikaitkan dengan perkembangan kanker kandung kemih pada uji coba tikus.

Karena itu, sakarin sempat diberi label peringatan penggunaan. Setelahnya, lebih dari 30 penelitian mencoba mengungkap dampak sakarin pada manusia. Hasilnya, apa yang terjadi pada penelitian yang menggunakan tikus dianggap tidak relevan pada manusia.

2. Acesulfame potassium

Pemanis buatan ini memiliki rasa manis sekitar 200 kali lebih dari gula. Seringkali digunakan pada makanan, kecuali pada daging dan unggas.

Pemanis buatan ini tahan panas, sehingga dapat digunakan pada makanan yang diolah menggunakan suhu tinggi. Lebih dari 90 penelitian mendukung keamanannya.

3. Aspartam

Selain memiliki izin edar sebagai pemanis buatan yang aman untuk kesehatan, aspartam juga masuk kategori pemanis bergizi. Rasa manisnya 200 kali lebih dari gula biasa.

Penggunaan aspartam sebagai pengganti gula dianggap aman secara umum. Namun, beberapa orang dengan kondisi tertentu akan kesulitan mencernanya. Seperti orang dengan penyakit langka fenilketonuria (kelainan genetik).

4. Neotame

Neotame adalah pemanis buatan dengan rasa 7.000 hingga 13.000 kali lebih manis dari gula biasa. Biasanya digunakan pada makanan yang diolah dengan suhu tinggi, karena neotame adalah pemanis buatan yang tahan panas.

Lebih dari 113 penelitian dilakukan pada hewan dan manusia dilakukan untuk mencari tahu kemungkinan efek samping dari penggunaannya.

5. Sukralosa

Sukralosa adalah salah satu pemanis buatan dengan rasa 600 kali lebih manis daripada gula. Untuk memastikan keamanannya telah dilakukan lebih dari 110 penelitian.

Kini sukralosa sudah digunakan untuk berbagai perasa berbagai produk. Mulai dari minuman, permen karet, gelatin hingga makanan yang dipanggang.

6. Siklamat

Di Indonesia, siklamat adalah salah satu pemanis buatan yang diizinkan oleh BPOM. Siklamat biasanya dicampur dengan sakarin dan memiliki rasa 30 sampai 50 kali lebih manis dibandingkan dengan gula biasa.

Seberapa aman pemanis buatan tersebut?

Pemanis buatan aman dikonsumsi tentu saja tergantung dari jumlah yang digunakan. Masing-masing dari pemanis tersebut memiliki batas asupan harian, seperti:

  • Sakarin: 15 mg/kg per hari
  • Acesulfame potassium: 15mg/kg per hari
  • Aspartam: 50 mg/kg per hari
  • Neotame: 0.3 mg/kg per hari
  • Sukralos: 5 mg/kg per hari
  • Siklamat: 11 mg/kg per hari

Jika mengonsumsi lebih dari batas yang sudah ditentukan, memungkinkan adanya efek samping. Untuk memastikannya, jika kamu ingin menggunakan pemanis buatan yang aman, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu kepada dokter.

Demikian penjelasan pemanis buatan yang aman dikonsumsi untuk orang sedang menjalani diet atau untuk orang dengan diabetes.

Punya pertanyaan lebih lanjut tentang penggunaan gula atau kondisi diabetes? Silakan chat dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr