Diet dan Nutrisi

Manfaat Cuka Apel untuk Diet dan Efek Samping yang Bisa Terjadi

July 31, 2020 | Husni Efendi
feature image

Mungkin kamu pernah mendengar tentang manfaat cuka apel untuk diet. Tapi apakah bahan ini benar bisa dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan?

Cuka apel merupakan hasil olahan fermentasi apel. Dalam proses fermentasi tersebut, hasil perasan akan menjadi cuka oleh bakteri pembentuk asam asetat (acetobacter).

Manfaat cuka apel untuk diet

Saat ini ada berbagai manfaat cuka apel bagi kesehatan, salah satunya yang tak kalah populer yakni untuk membantu program diet sehat. Berikut ulasannya:

Membantu menurunkan berat badan

Salah satu manfaat cuka apel yang banyak dipercaya adalah membantu menurunkan berat badan. Mengonsumsi sebanyak 2 sendok makan cuka sebelum makan setiap harinya selama sebulan bisa menurunkan berat badan antara 1-2 kg.

Namun supaya benar-benar efektif, sebaiknya jangan lupa tetap barengi dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga.

Hampir tidak ada efek positifnya jika kamu mengonsumsi cuka apel dengan tujuan menurunkan berat badan, apabila tanpa upaya pola hidup sehat lain.

Menjaga gula darah

Mengonsumsi cuka apel juga bermanfaat meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlambat proses pelepasan gula ke dalam darah.

Cuka apel memiliki kandungan efek antiglikemik, sehingga bisa menghambat penyerapan karbohidrat dan membuat gula darah tidak meningkat secara drastis setelah makan.

Tapi tetap harus diperhatikan, pola makan sehat penting dijaga jika kamu memiliki penyakit diabetes. Cuka apel tetap bukan penawar diabetes, tetap berkonsultasi dengan dokter penting untuk dilakukan.

Menjaga kesehatan pencernaan

Cuka apel banyak dimanfaatkan untuk diet karena sifatnya yang membatasi penyerapan karbohidrat di dalam tubuh. Namun untuk ini, disarankan mengonsumsi cuka apel yang belum mengalami proses penyaringan.

Cuka apel juga dianggap dapat membantu mencegah sembelit, membantu mengatasi gangguan asam lambung dan maag.

Mengenai manfaat tersebut bisa tergantung dari kondisi atau gejala bisa berbeda-beda, perbedaan faktor daya tahan tubuh masing-masing orang juga ikut menentukan.

Membantu mengatasi diare

Fermentasi apel bisa menghasilkan pertumbuhan bakteri baik usus di dalam tubuh dan efeknya baik pula untuk pencernaan.

Ini karena cuka apel memiliki sifat antibiotik alami yang dapat menghancurkan bakteri penyebab diare.

Baca juga: Ragam Manfaat Cuka Apel: Bantu Dietmu dan Rawat Kulit Wajah

Beberapa efek samping cuka apel

Meskipun kamu bisa mengonsumsi cuka apel untuk diet atau untuk beberapa alasan kesehatan di atas, tetap perhatikan porsinya. Cuka apel juga bisa memiliki efek samping, terlebih jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja?

Menyebabkan gangguan pada gigi

Cuka apel yang rasanya asam bisa memengaruhi kesehatan gigi, karena makanan atau minuman yang asam cenderung bisa merusak lapisan enamel gigi.

Jika konsumsi cuka apelnya berlebihan dan dalam waktu yang lama, enamel gigi bisa terkikis dan menyebabkan kerusakan lebih parah seperti gigi menjadi berlubang.

Membuat kerongkongan menjadi tidak nyaman

Mengonsumsi cuka apel juga bisa membuat efek samping rasa iritasi di kerongkongan, hal itu bisa terjadi dari konsumsi cuka apel yang berlebih dan dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, campur cuka dengan beberapa tambahan air putih bisa dilakukan untuk membantu mencegah dinding kerongkongan menjadi tidak nyaman.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat hendak mengonsumsi cuka apel

Supaya bisa mendapatkan manfaat sehat cuka apel secara maksimal, penting bagi kamu untuk tetap membatasi konsumsinya. Kamu bisa memulai dengan takaran yang kecil, batasi penggunaan maksimal dua sendok makan saja per hari.

Kemudian untuk menghindari rasa ngilu di gigi, kamu bisa menggunakan sedotan saat mengonsumsi cuka apel. Rasa asamnya mungkin bisa menjadi sangat sensitif untuk beberapa kondisi gigi.

Setelah mengonsumsi cuka apel, yang perlu kamu lakukan adalah berkumur membersihkan rongga mulut, supaya tida ada rasa asam yang tertinggal. Ada baiknya, kamu juga langsung menyikat gigi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • Healthline, 6 Health Benefits of Apple Cider Vinegar, Backed by Science, https://www.healthline.com/nutrition/6-proven-health-benefits-of-apple-cider-vinegar#4.-May-aid-weight-loss, diakses 28 Juli 2020
  • Livestrong, 10 Health Benefits of Apple Cider Vinegar, https://www.livestrong.com/article/114578-health-benefits-apple-cider-vinegar, diakses 28 Juli 2020
  • Medical News Today, Is apple cider vinegar good or bad for diarrhea?, https://www.medicalnewstoday.com/articles/321579, diakses 28 Juli 2020
  • Mayo Clinic, Apple Cider Vinegar for Weight Loss, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/apple-cider-vinegar-for-weight-loss/faq-20058394, diakses 28 Juli 2020
  • WebMD, Apple Cider Vinegar, https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-816/apple-cider-vinegar, diakses 28 Juli 2020
  • WebMD, Apple Cider Vinegar, https://www.webmd.com/diet/apple-cider-vinegar-and-your-health#1, diakses 28 Juli 2020
  • WebMD, Vinegar May Aid in Fat Loss, https://www.webmd.com/diet/news/20090622/vinegar-may-aid-in-fat-loss, diakses 28 Juli 2020
    register-docotr