Diet dan Nutrisi

Penting, Perhatikan Asupan Gizi Lansia saat Puasa

April 25, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Asupan gizi lansia atau orang lanjut usia saat menunaikan ibadah puasa harus dilakukan dengan benar. Para lansia harus mengatur pola makannya secara berimbang.

Karena, penurunan kondisi fisik maupun mental serta metabolisme yang semakin melambat, membuat kolompok lansia menjadi rentan akan berbagai penyakit.

Baca Juga: Jangan Cuek, 5 Gejala Anemia Ini Bisa Berakibat Fatal

Kebutuhan kalori pada lansia yang berpuasa

Mengutip dari kompas.com, tercatat sebanyak 76,5 persen lansia menjalankan ibadah puasa. Catatan ini berdasarkan hasil survei poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Agustus 2008 terhadap sekitar 100 lansia usia 64-83 tahun.

Normalnya, Kebutuhan energi untuk lansia pria sekitar 2200 kalori dan wanita 1850 kalori per hari. Namun seiring bertambahnya usia, penurunan kondisi yang mereka alami harus mendapat perhatian, khususnya dalam memenuhi asupan gizi lansia saat puasa.

“Saat puasa kebutuhan kalori lansia bisa diatur dengan komposisi 40 persen saat sahur, 50 persen saat berbuka, dan 10 persen saat sesudah tarawih,” terang Siti Setiati dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan melalui Kompas.com.

Agar lansia mampu menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman, maka pemenuhan kebutuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian.

Komposisi asupan gizi lansia yang seimbang

Asupan gizi lansia bisa diatur sesuai dengan persentase kebutuhan kalori, baik saat sahur, buka puasa maupun sehabis tarawih.

1. Karbohidrat

Asupan gizi lansia memerlukan energi. Untuk memenuhi kecukupan energi, lansia dianjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, jagung, sagu dan umbi-umbian.

Karbohidrat yang berasal dari biji-bijian dan kacang-kacangan utuh juga mampu berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat. Dianjurkan agar lansia mengurangi konsumsi gula sederhana seperti gula pasir dan sirup.

2. Zat besi

Selain karbohidrat, lansia juga dianjurkan untuk konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Karena zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Secara alami, zat besi bisa diperoleh dari makanan seperti daging, hati dan sayuran hijau.

3. Kalsium untuk asupan gizi lansia

Lansia sangat dianjurkan untuk konsumsi makanan berkalsium tinggi seperti susu, ikan, makanan  laut.  Karena pada usia lanjut,  khususnya ibu-ibu yang menoupouse, sangat perlu mengkonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.

4. Makanan berserat

konsumsi makanan berserat seperti sayur, buah, gandum, oat, juga diperlukan agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.

Untuk memenuhi asupan gizi lansia, pilihlah sayur dan buah yang berwarna hijau, kuning, oranye agar kebutuhan vitaminnya juga terpenuhi.

5. Makanan rebus atau panggang baik untuk penuhi asupan gizi lansia

Konsumsi makanan yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus sangat direkomendasikan untuk sahur ataupun buka puasa. Karena, makanan tersebut tidak mengandung kolesterol dan mudah dicerna tubuh.

6. Penuhi kebutuhan cairan

Minumlah air yang bersih, yaitu air yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan telah didihkan serta disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup.

7. Kurangi makanan berminyak

Makanan berminyak mengandung banyak kolesterol yang mengganggu asupan gizi lansia. Kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah sehingga mengakibatkan serangan jantung. Jika ingin konsumsi makanan berminyak, pilihlah yang rendah kolesterol dan gunakan hanya sedikit untuk menumis bukan menggoreng.

8. Jangan makan pedas dan asam

Diusakan selama berpuasa, lansia tidak mengkonsumsi makanan dengan rasa ekstrim seperti pedas atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan.

10. Kurangi garam dalam asupan gizi lansia

Konsumsi garam bagi lansia tidak lebih dari 4 gram per hari (1sdt = 5 gram), hal ini ditujukan untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

11. Batasi konsumsi lemak

Para lansia tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi karena menambah risiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung dan ginjal

Baca Juga: Puasa di Musim Virus Corona, Kapan Kita Boleh Membatalkan Puasa?

12. Konsumsi sumber lemak baik

Kebutuhan lemak baik bisa diperoleh dari kacang-kacangan, alpukat, minyak jagung dan minyak zaitun. Lemak minyak ikan yang mengandung omega 3 juga baik dikonsumsi oleh lanjut usia. Namun sebaiknya, lansia tidak mengkonsumsi lemak lebih dari seperempat kebutuhan energinya.

Sebelum berpuasa, ada baiknya para lansia mengkonsultasikan kondisi mereka terlebih dahulu kepada dokter atau ahli gizi. Konsultasi tersebut dibutuhkan agar kebutuhan asupan gizi lansia yang diinginkan bisa tercapai.

Selain itu, para lansia juga  perlu mengkonsultasikan dosis obat-obatan pribadi kepada dokter. Konsumsi dosis yang tepat saat sahur dan buka puasa akan membuat khasia dan reaksi obat akan tetap terjaga.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. http://digilib.poltekkesdepkes-sby.ac.id/ (2012) diakses 21 April 2020.  http://digilib.poltekkesdepkes-sby.ac.id/public/POLTEKKESSBY-Books-399-Pedomanpelayanangizilanjutusia.PDF
  2. Kompas.com (2009) diakses 21 April 2020. https://lifestyle.kompas.com/read/2009/08/20/10073517/8.hal.yang.perlu.diperhatikan.pada.lansia.saat.berpuasa.
  3. Kemenkes.go.id (2019) diakses 21 April 2020.   http://www.yankes.kemkes.go.id/read-asupan-gizi-pada-usia-lanjut-6715.html
    register-docotr