Diet dan Nutrisi

Gak Cuma Obat, Inilah 7 Antibiotik Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah

July 18, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Antibiotik tidak hanya bisa kamu dapatkan dari obat. Ada banyak lho antibiotik alami yang bisa kamu temukan dengan mudah di rumah.

Antibiotik atau juga dikenal sebagai antibakteri, adalah obat yang menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri.

Untuk mengetahui lebih dalam soal antibiotik alami dan dari mana saja kita bisa mendapatkannya, simak ulasan berikut ini.

Mengenal antibiotik

Antibiotik bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak dapat mengobati infeksi virus, seperti pilek, flu, dan batuk.

Awalnya, antibiotik adalah zat yang diproduksi oleh satu mikroorganisme yang secara selektif menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.

Saat ini ada banyak jenis antibiotik sintetis (atau obat) yang bisa dibeli dengan bebas di toko-toko obat.

Bentuknya beragam, mulai dari tablet, kapsul, sirup, cairan suntik, hingga yang berbentuk krim, lotion, spray, dan obat tetes.

Antibiotik alami yang mudah ditemukan

Selain dalam bentuk produk sintetis, kamu juga bisa dengan mudah menemukan antibiotik alami dari bahan-bahan yang ada di rumah lho.

Berikut beberapa contoh bahan yang mengandung antibiotik:

1. Bawang putih

Bahan antibiotik alami yang pertama adalah bawang putih yang biasanya masyarakat gunakan sebagai bumbu dapur. Tak hanya bawang putih mentah, ekstrak bawang putih juga punya manfaat antimicrobial yang tak kalah baiknya.

Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menjadi pengobatan yang efektif terhadap berbagai bentuk bakteri, termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). 

Bawang putih bahkan telah dipertimbangkan untuk digunakan sebagai obat tuberkulosis yang resisten terhadap beberapa obat.

Kamu bisa membeli ekstrak bawang putih atau membuat campuran sendiri dengan merendam beberapa siung bawang putih dalam minyak zaitun.

Baca Juga : 12 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan: dari Mengatasi Flu hingga Mencegah Kanker

2. Madu

Sejak zaman Aristoteles, madu telah digunakan sebagai salep yang membantu menyembuhkan luka dan mencegah atau menghilangkan infeksi. Madu jenis manuka dikenal punya manfaat kesehatan paling besar.

Kandungan hidrogen peroksida dalam madu memiliki fungsi sebagai antibakteri. Selain itu, kandungan gula yang tinggi juga dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.

Selain itu, madu memiliki tingkat pH rendah. Ini berfungsi untuk menarik kelembaban dari bakteri, menyebabkan bakteri mengalami dehidrasi dan mati.

Untuk menggunakan madu sebagai antibiotik, oleskan langsung ke luka atau daerah yang terinfeksi. Madu dapat membantu membunuh bakteri sekaligus proses penyembuhan.

Baca Juga : Selain Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Manfaat Madu bagi Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui

3. Antibiotik alami dari oregano

Carvacrol adalah zat yang ditemukan dalam minyak atsiri oregano. Kandungan ini memiliki sifat terapeutik penting yang dapat mengaktifkan penyembuhan dalam tubuh ketika dihirup.

Minyak oregano juga disebut mampu membantu menyembuhkan tukak lambung dan mengurangi peradangan.

Untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, tambahkan satu tetes minyak esensial oregano per sendok teh minyak seperti zaitun atau minyak kelapa. Oleskan campuran ke daerah yang terkena.

Selain itu, oregano juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan.

4. Minyak dari ekstrak thyme

Seperti oregano, thyme adalah salah satu bahan kuliner yang telah terbukti memiliki sifat antibakteri yang kuat saat diolah menjadi minyak esensial.

Dalam sebuah penelitian yang meneliti aktivitas antibakteri dari minyak esensial thyme dan lavender pada strain Staphylococcus, Enterococcus, Escherichia, dan genus Pseudomonas.

Para peneliti menemukan bahwa minyak esensial thyme menunjukkan kemampuan terhadap strain resisten antibiotik dari bakteri yang diuji.

5. Jahe

Antibiotik alami lainnya bisa kamu dapatkan dari jahe. Beberapa penelitian, termasuk satu yang diterbitkan pada tahun 2017, telah menunjukkan kemampuan jahe untuk melawan banyak jenis bakteri.

Para peneliti juga mengeksplorasi kekuatan jahe untuk memerangi mabuk laut dan mual dan untuk menurunkan kadar gula darah.

Baca Juga : Berbagai Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Cegah Infeksi hingga Kanker!

6. Cengkeh sebagai antibiotik alami

Rempah lain yakni cengkeh juga dikenal sebagai bahan yang mengandung antibiotik lho. Cengkeh secara tradisional telah digunakan dalam prosedur perawatan gigi.

Sebuah penelitian menyebut bahwa ekstrak air cengkeh mungkin efektif terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk E coli.

Baca Juga : Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan: Jaga Kondisi Mulut hingga Organ Hati

7. Adas manis

Adas manis (Pimpinella anisum) adalah bumbu dengan rasa seperti licorice yang sering digunakan sebagai penyedap dalam makanan penutup dan minuman.

Di antara banyak manfaat kesehatannya, adas manis telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 14 Juli 2020. What to know about antibiotics

Medical News Today. Diakses pada 14 Juli 2020. Top seven safe, effective natural antibiotics

Healthline. Diakses pada 14 Juli 2020. What Are the Most Effective Natural Antibiotics?

MDLinx. Diakses pada 14 Juli 2020. Hold the prescription: Try these 7 natural antibiotics instead

    register-docotr