Kesehatan Mental

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Ini Hal-Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Hoarding Disorder

July 19, 2020 | Husni Efendi
feature image

Belum lama, sebuah unggahan mengenai kamar kos penuh dengan tumpukan sampah viral di media sosial. Sang pengunggah mengungkapkan kekagetannya mengetahui kamar tetangga kosnya yang sebelumnya dihuni seorang perempuan dipenuhi sampah.

Tak lama percakapan warganet menanggapi video itu pun menjadi ramai dengan pembahasan topik soal hoarding disorder. Sebelum menggali lebih jauh apa penyebab dan bagaimana menanganinya, kamu perlu tahu apa sebenarnya hoarding disorder itu.

Baca juga: Gangguan Depresi: Jenis, Gejala dan Pengobatan

Apa itu hoarding disorder

Hoarding disorder adalah gangguan kesehatan mental di mana seseorang menyimpan atau menimbun barang, terlepas dari barang tersebut memiliki nilai atau tidak. Barang-barang yang ditimbun seperti koran, majalah, kertas, barang rumah tangga, hingga pakaian, bahkan ada juga hewan.

Gangguan suka menimbun ini bisa menyebabkan kekacauan yang berbahaya, sebab bisa mengganggu kualitas hidup dalam banyak hal.

Dari mulai menyebabkan stres dan malu dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pekerjaan, ini juga dapat menciptakan kondisi hidup yang tidak sehat dan tidak aman. Misalnya bisa menimbulkan bahaya kebakaran, tersandung dan pelanggaran kode kesehatan.

Penyebab hoarding disorder

Alasan mengapa seseorang melakukan penimbunan tidak sepenuhnya dapat dipahami, sebab ini dapat menjadi gejala dari kondisi lain.

Misalnya, seseorang dengan masalah mobilitas mungkin secara fisik tidak dapat membersihkan ‘kekacauan’ yang telah dilakukan. Ini juga berlaku bagi mereka dengan masalah demensia atau ketidakmampuan belajar, mungkin juga tidak dapat mengategorikan dan membuang barang-barang.

Masalah kesehatan mental yang terkait dengan penimbunan, meliputi:

  • Depresi berat
  • Gangguan psikotik, seperti skizofrenia
  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Dalam beberapa kasus, penimbunan adalah suatu kondisi dalam diri seseorang yang kerap dikaitkan dengan pengabaian diri.

Orang-orang ini lebih cenderung misalnya, hidup sendiri, memiliki masa anak-anak cenderung tidak mampu, memiliki sejarah keluarga yang suka menimbun, atau tumbuh di rumah yang berantakan, dan tidak pernah belajar memprioritaskan dan menyortir barang.

Penimbunan tidak sama dengan ‘koleksi’, karena kolektor umumnya mencari dan mengumpulkan barang tertentu, seperti mainan tertentu atau perangko, dan biasanya diatur atau ditata. Namun orang dengan hoarding disorder sering menyimpan barang secara acak dan sembarangan.

Biasanya karena merasa mungkin membutuhkan barang tersebut di masa depan, atau barang tersebut dinilai berharga atau memiliki nilai sentimental, dan beberapa mungkin juga merasa lebih aman dikelilingi oleh barang-barang yang mereka simpan.

Bagaimana penanganan hoarding disorder

Sangat penting untuk mendorong seseorang yang punya hoarding disorder untuk mencari bantuan. Sebab kesulitan membuang benda ini tidak hanya dapat menyebabkan kesepian dan masalah kesehatan mental, namun juga menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan.

Perawatan pada hoarding disorder di antaranya adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif. Terapis akan membantu penderita untuk memahami apa yang membuatnya sulit untuk membuang barang-barang, dan alasan mengapa kekacauan menjadi menumpuk.

CBT adalah jenis terapi yang bertujuan membantu mengelola masalah, dengan mengubah cara berpikir (kognitif) dan bertindak (perilaku). Ini mendorong penderita berbicara tentang bagaimana berpikir tentang diri sendiri, orang lain dan bagaimana dampak atas apa yang dilakukan.

CBT akan dikombinasikan dengan tugas-tugas praktis. Terapis tidak akan membuang apa pun, namun membantu membimbing dan mendorong penderita melakukannya, sebab penting bagi penderita untuk tetap bertanggung jawab membersihkan kekacauan yang diperbuatnya.

Tujuan dari terapi ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan dan pengorganisasian. Juga membantu penderita mengatasi dorongan untuk menyimpan dan pada akhirnya membersihkan kekacauan di rumah atau kamarnya.

Baca Juga: Sering Mati Rasa dan Sulit Bicara? Awas Gejala Stroke Ringan!

Obat-obatan hoarding disorder

Saat ini belum ada obat yang secara resmi disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati hoarding disorder.

Namun biasanya, obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan dan depresi, yang sering terjadi bersamaan dengan hoarding disorder, dianggap dapat membantu. Sebut saja jenis antidepresan yang disebut Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRIs).

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  • Cleveland Clinic, Hoarding Disorder https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17682-hoarding-disorder, diakses 15 Juli 2020
  • Mayo Clinic, Hoarding disorder https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hoarding-disorder/symptoms-causes/syc-20356056, diakses 15 Juli 2020
  • NHS, Hoarding disorder https://www.nhs.uk/conditions/hoarding-disorder, diakses 15 Juli 2020
  • Psychiatry, What Is Hoarding Disorder? https://www.psychiatry.org/patients-families/hoarding-disorder/what-is-hoarding-disorder, diakses 15 Juli 2020
    register-docotr