Kesehatan Mental

Stres dan Tak Semangat Saat Bekerja? Bisa Jadi Akibat Sindrom Burnout

July 16, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Burnout merupakan kondisi psikologis yang berhubungan dengan tingkat stres karena pekerjaan. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Pada tahun 2019, organisasi kesehatan dunia (WHO) sendiri telah resmi memasukkan burnout syndrome atau sindrom burnout sebagai kondisi stres kronis yang berhubungan dengan pekerjaan.

Yuk, kenali lebih lanjut soal sindrom burnout pada pekerjaan dan efeknya bagi kesehatan!

Apa itu sindrom burnout?

Melansir helpguide.org, burnout merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keadaan kelelahan yang sangat secara emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan di tempat kerja.

Dampak sindrom burnout pada kesehatan

Stres yang terjadi secara terus-menerus bisa menjadi pemicu seseorang mengalami burnout di tempat kerja. Jangan diabaikan, burnout memiliki efek berbahaya bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Dampak pada kesehatan fisik

Banyak orang tidak sadar akan bahaya dan dampak negatif yang dapat dialami oleh orang yang sedang berada pada kondisi burnout.

Beberapa dampak buruk bagi kesehatan fisik yang mampu dikenali adalah:

  • Kelelahan fisik yang tidak bisa dijelaskan, bahkan pada kondisi yang sedang tidak banyak menerima pekerjaan
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, masalah pernapasan dan insomnia
  • Menurunkan imun tubuh

Dampak pada kesehatan mental

Beberapa dampak buruk apabila kamu mengalami burnout pada kesehatan mental adalah:

  • Depresi berat
  • Mudah gelisah
  • Mengisolasi diri dari teman dan keluarga
  • Mudah sekali marah terhadap apapun walau hanya dengan gangguan ringan
  • Peningkatan kemungkinan untuk kebutuhan kesehatan mental seperti obat-obatan atau rawat inap
  • Peningkatan kemungkinan terhadap penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • Tidak mampu bertanggung jawab dengan pengelolaan keuangan
  • Mengisolasi diri dari teman dan keluarga
  • Menjadi tidak profesional terhadap pekerjaan

Dampak burnout pada produktivitas kerja

Selain memiliki efek negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, mereka yang mengalami burnout juga akan mengalami dampak yang buruk bagi produktivitas kerja.

Melansir laman kemkes.go.id, stres berkepanjangan di tempat kerja yang akhirnya menjadi burnout akan mengalami penurunan prduktivitas bekerja.

Kondisi burnout pada seorang pekerja mampu menurunkan motivasi kerja, sulit berkonsentrasi, hingga malas berurusan dengan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat burnout yang dirasakan seseorang, maka semakin besar pula keinginannya untuk pindah tempat kerja atau berganti profesi.

Penyebab burnout pada pekerjaan

Kebanyakan kasus burnout juga terjadi karena terlalu meremehkan kondisi mental mereka, contohnya:

  • Pekerja yang bekerja terlalu keras dan merasa tidak perlu berlibur bahkan hingga selama bertahun-tahun
  • Ibu rumah tangga yang lelah merawat anak-anak, pekerjaan rumah tangga, dan bahkan harus merawat orang tua mereka yang telah lanjut usia juga

Faktor lain penyebab burnout

Selain stres dan kelelahan akibat bekerja, burnout juga bisa terjadi karena faktor lainnya, seperti gaya hidup. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang juga bisa menjadi pemicu burnout di antaranya:

  • Bekerja terlalu banyak, tanpa cukup waktu untuk bersosialisasi atau bersantai untuk diri sendiri
  • Tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang terdekat
  • Tidak ada support system atau lingkaran sosial yang saling mendukung
  • Mengambil terlalu banyak tanggungjawab tanpa cukup bantuan dari orang lain
  • Kurang tidur

Tetaplah berpikiran positif meskipun kamu dalam kondisi sangat tertekan. Cobalah untuk tidak membiarkan pekerjaan mengganggu kualitas hidup agar kesehatan mental dan fisik kamu juga tetap terjaga.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. who.int. Diakses 10 Juli 2020. https://www.who.int/mental_health/evidence/burn-out/en/

2. thoracic.org. Diakses 10 Juli 2020. https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/burnout-syndrome.pdf

3. mayoclinic.org. Diakses 10 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642

4. helpguide.org. Diakses 10 Juli 2020. https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm/

5. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 10 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279286/

6. file:///C:/Users. Diakses 10 Juli 2020. file:///C:/Users/62812/Downloads/13462-27670-1-SM.pdf

7. yankes.kemkes.go.id (2018). Diakses 10 Juli 2020. http://www.yankes.kemkes.go.id/read-mengelola-stres-akibat-pekerjaan-4341.html

8. wgu.edu (2019). Diakses 10 Juli 2020. https://www.wgu.edu/blog/workplace-burnout-causes-effects-solutions1906.html

    register-docotr