Kesehatan Mental

Kenali Cherophobia: Penyebab dan Gejala Sindrom Takut untuk Bahagia

November 18, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kebahagiaan adalah hal yang paling diinginkan oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya jika seseorang justru menghindari perasaan bahagia dan takut akan konsekuensi dari kebahagiaan? Kondisi ini disebut dengan Cherophobia.

Ketakutan untuk bahagia memang terdengar mustahil, tetapi ini nyata adanya. Tanpa disadari, mungkin saja ini lebih umum terjadi dibandingkan dengan apa yang kamu pikirkan.

Baca juga: Inilah 5 Jenis Makanan yang Mampu Menunjang Kesehatan Mental Kamu

Apa itu Cherophobia?

Cherophobia adalah suatu fobia di mana seseorang memiliki keengganan yang tidak rasional untuk bahagia. Istilah ini berasal dari kata bahasa Yunani “chairo” yang berarti “aku bersukacita”.

Ketika seseorang mengalami Cherophobia, seringkali mereka takut untuk ikut serta dalam aktivitas yang dianggap oleh banyak orang menyenangkan, atau membuat bahagia.

Pada dasarnya, orang yang memiliki Cherophobia tidak selalu takut pada perasaan menyenangkan yang dibawa oleh kebahagiaan.

Namun, mereka lebih mengkhawatirkan tentang kemungkinan perasaan negatif, seperti kekecewaan, kesedihan, atau bahkan kesepian yang bisa terjadi ketika apa pun yang menyebabkan kebahagiaan berhenti.

Apa penyebab Cherophobia?

Kadang kala, Cherophobia dapat berasal dari keyakinan bahwa jika sesuatu yang sangat baik datang pada seseorang, maka peristiwa buruk ditakdirkan untuk terjadi.

Oleh karenanya, seseorang dengan kondisi ini takut pada aktivitas yang berhubungan dengan kebahagiaan, karena mereka yakin bisa mencegah terjadinya sesuatu yang buruk.

Orang introvert lebih mungkin mengalami Cherophobia. Karena, mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan tempat yang ramai dan tempat dengan banyak orang. Dalam beberapa kasus, Cherophobia dapat dipicu atau diperburuk dengan kejadian traumatis.

Selain itu, orang yang perfeksionis juga dapat lebih mungkin mengembangkan kondisi ini. Sebab, mereka merasa bahwa kebahagiaan hanya dimiliki oleh orang-orang yang malas atau tidak produktif.

Gejala Cherophobia

Beberapa ahli menggolongkan Cherophobia sebagai bentuk dari gangguan kecemasan. Dalam kasus Cherophobia, kecemasan ini berkaitan dengan keikutsertaan dalam aktivitas yang dirasa dapat membuat bahagia.

Perlu kamu ketahui bahwa, seseorang dengan kondisi ini belum tentu orang yang mengalami kesedihan, melainkan orang yang menghindari aktivitas yang dapat mengarah pada kegembiraan. Berikut ini adalah beberapa contoh gejala dari Cherophobia.

  • Mengalami kecemasan saat memikirkan untuk pergi ke pertemuan sosial yang menyenangkan, seperti pesta, konser, atau bahkan acara menyenangkan lainnya
  • Menolak kesempatan yang dirasa dapat membawa perubahan hidup yang positif karena takut akan terjadi sesuatu yang buruk
  • Menolak berpartisipasi dalam kegiatan yang dirasa menyenangkan

Beberapa pemikiran utama yang mungkin saja dimiliki oleh seseroang dengan Cherophobia di antaranya adalah:

  • Merasa senang dapat berarti sesuatu yang buruk akan terjadi
  • Kebahagiaan dapat membuat ia menjadi orang yang buruk atau bahkan lebih buruk
  • Menunjukkan bahwa ia bahagia tidak baik bagi diri sendiri serta keluarga
  • Mencoba untuk bahagia adalah hal yang dapat membuang waktu dan menghabiskan tenaga

Baca juga: Abaikan Body Shaming! Yuk Cerdas Menghadapinya dengan Body Positivity, Ini Tipsnya

Ketakutan akan kebahagiaan dan keterkaitan budaya

Melansir dari Happiness.com, kebahagiaan dievaluasi secara berbeda bergantung pada latar belakang budaya masing-masing.

Mohsen Joshanloo, seorang ilmuwan dari Chungbuk National University di Korea Selatan melakukan studi global tentang ketakutan akan kebahagiaan pada tahun 2014.

Penelitian ini dilakukan terhadap 2.700 mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Iran, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dan 10 negara lainnya.

Hasil menunjukkan bahwa, orang-orang dari semua negara tersebut (kecuali partisipan dari Kenya dan India) menunjukkan rasa takut akan kebahagiaan.

Bagaimana cara mengatasi Cherophobia?

Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa perawatan yang mungkin saja dapat membantu untuk mengatasi Cherophobia.

  • Cognitive behavioral therapy (CBT), terapi ini dapat membantu seseorang mengidentifikasi garis pemikiran yang salah serta perilaku yang dapat membantu mereka untuk berubah
  • Relaksasi, seperti melakukan teknik pernapasan dalam. Membuat jurnal serta berolahraga juga bisa dilakukan
  • Hipnoterapi
  • Mencoba mengikuti kegiatan yang memberikan kegembiraan. Hal ini digunakan sebagai sarana untuk membantu seseorang dengan kondisi ini mengidentifikasi bahwa kebahagiaan tidak memicu efek buruk

Pada dasarnya, mengobati Cherophobia dilakukan dengan mengubah cara berpikir. Jika gejala Cherophobia terkait dengan trauma masa lalu, mengobati kondisi yang mendasarinya dapat membantu untuk mengatasi Cherophobia.

Jika Cherophobia menganggu kehidupan sehari-hari sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

Meskipun dibutuhkan waktu mengubah cara berpikir untuk mengatasi masalah, tetapi dengan pengobatan kamu pasti bisa mengatasi ketakutanmu, sehingga kamu dapat menikmati kebahagiaan.

Punya pertanyaan seputar kesehatan mental? Silakan chat dokter terpercaya kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Happiness.com. Diakses pada 17 November 2020. Cherophobia: the fear of happiness explained 

Healthline (2017). Diakses pada 17 November 2020. Cherophobia: Is Being Too Happy A Thing? 

Science Alert (2018). Diakses pada 17 November 2020. Cherophobia Is The Fear of Being Happy, And It’s More Common Than You Might Think

Joshanloo Mohsen, Muhammad Rizwan (2016). Conceptions of happiness and life satisfaction: An exploratory study in 14 national groups. Research Gate (diakses pada 17 November 2020)

    register-docotr