Kesehatan Mental

Jika Pasangan Belum Siap Punya Anak, Bagaimana Harus Menyikapinya?

December 16, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pasca pernikahan, salah satu hal yang mungkin diharapkan semua pasangan adalah memiliki momongan. Namun, untuk memiliki anak memang bukan keputusan mudah. Tidak semua individu merasa siap untuk memiliki anak.

Lantas, bagaimana jika itu terjadi pada pasangan kamu? Bagaimana kamu menyikapinya? Berikut beberapa hal yang mungkin bisa membantu.

Sempatkan waktu untuk bicara

Hal terbaik yang harus dilakukan untuk mendekati masalah ini adalah duduk bersama pasangan dan membicarakan berbagai hal dengan benar.

Memutuskan kapan harus melakukan ini bisa jadi sulit. Meskipun ini bukanlah sesuatu yang ingin kamu lakukan pada tahap-tahap awal hubungan, ada baiknya kamu mencoba mengobrol lebih awal daripada nanti. 

Temukan akar masalahnya

Pasti ada alasan kenapa pasangan kamu merasa belum siap memiliki anak. Nah dengan berdiskusi, kamu bisa menemukan akar masalahnya.

Kepada Parents, Austin E. Galvin seorang psikoanalis yang tinggal di New York menyebut kekhawatiran seperti keuangan dan ukuran rumah biasanya bukan masalah inti.

Menurut Austin, kurangnya waktu, kekurangan uang, dan hambatan eksternal lainnya hampir selalu merupakan hambatan yang dibuat-buat.

Ada beberapa hal mendalam yang bisa mendasari ketidaksiapan pasangan kamu untuk memiliki anak:

  • Takut akan tanggung jawab
  • Masalah hubungan
  • Trauma masa kecil

Coba dengarkan dan pahami masalah yang pasangan kamu alami. Dengarkan dan cari solusi bersama, bukan menghakimi. Ini tentang memahami perspektif satu sama lain, mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban, dan kemudian bertukar peran. 

Baca Juga : 6 Cara Ampuh Hadapi Pertanyaan: “Kapan Punya Anak?”

Ketahuilah bahwa pasangan mungkin memiliki alasan medis

Tak hanya soal psikis dan mental, ketidaksiapan pasangan kamu untuk memiliki anak juga mungkin didasari adanya alasan medis.

Jika ini adalah masalah kesuburan atau usia, bicarakan dengan dokter tentang pro dan kontra menunda kehamilan. Pertimbangkan opsi pembekuan telur sebagai kompromi sehingga ada keamanan di masa depan saat kamu dan pasangan siap.

Apakah diskusi bisa menyelesaikan masalah?

Melakukan percakapan ini tidak berarti kamu akan langsung setuju dengan pemikiran pasangan. Tapi sekali lagi, bukan itu inti dari diskusi ini.

Ini lebih tentang mencapai titik di mana kamu tidak harus bekerja dalam kebingungan atau memiliki pemahaman terpisah tentang apa yang sedang terjadi.

Jika kamu tidak setuju dengan jawabannya, kamu dapat memperoleh pemahaman lebih baik tentang alasannya, dan dapat memikirkan jika ada yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya.

Jika kamu setuju, kamu dapat mengetahui lebih lanjut tentang cara-cara yang kamu setujui. Dan di luar ini, kamu mungkin menemukan bahwa ada banyak area kesepakatan dan ketidaksepakatan kecil yang tidak kalian sadari, dan sangat berguna bagi kalian berdua ke depannya.

Baca Juga : Intip 5 Alasan Menikah Tapi Tak Ingin Buru-Buru Punya Anak

Berkompromi

Sekalipun sebuah pasangan setuju di masa lalu untuk memiliki anak, salah satu pasangan bisa mengubah pemikiran tersebut di tengah jalan.

Tetapi penting untuk memahami apa yang dipertaruhkan, sehingga pasangan dapat merasa bertanggung jawab atas keputusan mereka dan konsekuensinya.

Pada beberapa sesi terapinya Austin bertanya kepada setiap pasangan, “Seberapa penting memiliki bayi bagi kamu? Apakah kamu bersedia melepaskan pria atau wanita ini karena masalah ini?

Kecuali jika hubungan berada dalam masalah serius, mereka selalu mengatakan tidak dan begitu mereka memperkuat komitmen untuk bersama, mereka dapat menegosiasikan solusi.

Austin menunjukkan bahwa pasangan paling resisten seringkali menjadi orang tua yang menyayangi.

Cari bantuan

Jika kamu dan pasangan merasa butuh bantuan orang lain untuk berdiskusi, maka lakukanlah. Kamu dan pasangan dapat berkonsultasi dengan konselor.

Konselor tidak akan memberitahu kamu apa yang harus dilakukan atau berpihak, mereka hanya akan membantu kamu melakukan percakapan yang terbuka, jujur, dan produktif.

Ibarat mediator, mereka akan membantu kamu mendengarkan satu sama lain dan membuat suara kamu didengar. Dan mereka mungkin dapat membantu kamu memikirkan cara menggunakan apa yang telah kamu bicarakan untuk lebih mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.

Pastikan kamu ingin punya anak karena alasan yang benar

Jangan terburu-buru memiliki bayi jika motivasi utama kamu adalah untuk menutup kesepakatan atau memperkuat hubungan.

Memiliki anak adalah tanggung jawab seumur hidup, jadi pastikan kamu dan pasangan sudah sama-sama siap menjalaninya bersama ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Parents. Diakses pada 15 Desember 2020. When One Partner Doesn’t Want a Baby

Relate. Diakses pada 15 Desember 2020. I want kids, but my partner doesn’t

Huffington Post. Diakses pada 15 Desember 2020. When You’re Ready For A Baby And Your Partner Is Not

    register-docotr