Kesehatan Mental

6 Cara Mengendalikan Emosi untuk Jaga Kesehatan Mental

December 4, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Orang yang sehat secara mental memiliki emosi yang sangat beragam. Pada beberapa situasi, mengontrol luapan emosi adalah sesuatu yang cukup sulit dilakukan. Tenang, ada beberapa cara mengendalikan emosi yang bisa kamu terapkan.

Mengontrol emosi hanya bisa dilakukan oleh diri sendiri. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pentingnya mengendalikan emosi

Emosi adalah keadaan psikologis yang kompleks, melibatkan tiga komponen berbeda, yaitu pengalaman subjektif, respons fisiologis, dan respons perilaku atau ekspresif. Emosi juga dipengaruhi oleh keadaan sekitar, suasana hati, dan hubungan dengan orang lain.

Bentuk emosi ada banyak, yaitu senang, marah, sedih, takut, khawatir, cemas, dan lain sebagainya. Sangat penting untuk mengelolanya dengan baik agar kesehatan mental tetap terjaga.

Dikutip dari Psychology Today, orang-orang yang tidak bisa mengelola dan mengontrol emosinya rentan mengalami berbagai gangguan mental, salah satunya adalah depresi. Saat kondisi ini terjadi, suasana hati dapat berubah-ubah dalam waktu yang singkat.

Tak hanya itu, kontrol emosi yang tidak baik juga bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), yaitu kondisi mental yang memengaruhi cara berpikir tentang diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Lho Perbedaan Stres dan Depresi

Cara mengendalikan emosi dengan baik

Ada banyak cara mengendalikan emosi yang dapat kamu lakukan, mulai dari memikirkan dampak dari reaksi yang dilakukan, hingga metode meditasi yang bisa menenangkan jiwa. Berikut beberapa tips untuk mengelola emosi yang dapat kamu terapkan:

1. Pikirkan tentang dampak dari emosi

Tak semua emosi yang intens adalah sesuatu yang buruk. Emosi membuat hidup lebih unik dan menarik. Sangatlah normal untuk mengalami suatu beban emosional pada satu kesempatan, baik itu hal yang baik atau buruk.

Hanya saja, ada baiknya kamu memikirkan apa dampak yang akan ditimbulkan dari emosi yang akan diluapkan. Emosi yang tak terkendali dapat menyebabkan banyak hal yang merugikan, baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain.

2. Identifikasi apa yang dirasakan

Terkadang, suatu peristiwa dapat mengubah emosi secara spontan. Lalu, ada tindakan sebagai reaksi yang dilakukan. Sebelum melakukan tindakan reaksi tersebut, kamu perlu mengidentifikasi lebih dulu apa sebenarnya yang sedang dirasakan.

Tanyakan pada dirimu sendiri:

  • Apa yang sedang dirasakan? (kecewa, bingung, geram, senang, sedih, atau lainnya)
  • Apa yang membuatmu merasa seperti itu? (Faktor pemicu)
  • Apakah ada penjelasan masuk akal tentang kondisi yang menyebabkanmu emosi?
  • Apa yang ingin kamu lakukan tentang perasaan tersebut? (berteriak, melempar barang, atau lainnya)
  • Apakah ada cara yang lebih baik untuk meluapkan emosi?

Kerangka berpikir tersebut akan membantumu untuk jauh lebih baik mengontrol emosi sebelum melakukan tindakan reaksi.

3. Atur napas

Seseorang bisa terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa ketika terlalu bahagia, sangat marah, atau sedih mendalam. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah menarik napas dalam-dalam.

Tujuannya bukan membuat emosi tersebut hilang, tapi untuk menenangkan tubuh sehingga bisa berpikir jernih dan mengidentifikasi apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Ini akan membantumu untuk melakukan reaksi yang tepat.

4. Luapkan emosi di waktu dan tempat yang tepat

Selalu ada waktu dan tempat untuk segalanya, termasuk meluapkan emosi. Menangis tak terkendali, berteriak, dan memukul sesuatu adalah respons yang sangat umum untuk meredakan amarah dan ketegangan.

Hanya saja, kamu harus mengetahui kapan dan di mana emosi tersebut perlu diluapkan. Berteriak kepada atasan di tempat kerja karena tindakan disipliner yang tidak adil tak akan membantumu menyelesaikan masalah. Justru, kamu mungkin akan mendapatkan masalah baru.

5. Menyendiri sejenak

Menjaga jarak dari keramaian adalah salah satu cara mengendalikan emosi yang cukup efektif. Jarak di sini mungkin bersifat fisik, seperti meninggalkan situasi yang menjengkelkan. Meski, kamu juga bisa menciptakan jarak untuk mental dengan mengalihkan perhatian.

Cobalah untuk melakukan hal-hal lain yang bisa mengembalikan mood. Sebab, suasana hati sangat memengaruhi emosi seseorang.

Luangkan waktu untuk jalan-jalan, berkomunikasi intens dengan orang tercinta, menghabiskan beberapa menit dengan hewan peliharaan, atau sekadar menonton video lucu.

6. Meditasi

Cara mengendalikan emosi yang terakhir adalah dengan meditasi. Langkah ini sangat cocok jika kamu mengalami gejolak emosi yang ekstrem. Dengan meditasi, kamu bisa duduk menenangkan diri, membuang berbagai tekanan, dan berusaha melepaskan semua amarah.

Mengutip dari Healthline, meditasi dapat meningkatkan kemampuan diri dalam menerima semua emosi yang kamu dapat dari suatu peristiwa. Penerimaan itu bisa membuat dirimu lebih tenang dan terhindar dari penyangkalan yang berujung pada gangguan mental.

Nah, itulah enam cara mengendalikan emosi yang bisa kamu lakukan. Jadikan langkah-langkah di atas sebagai kebiasaan agar emosi dan suasana hati lebih mudah dikontrol. Selamat mencoba!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Akses layanannya 24/7 melalui aplikasi Grab Health sekarang juga. Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

Reference

  1. Healthline, diakses 17 November 2020, How to Become the Boss of Your Emotions.
  2. Psychology Today, diakses 17 November 2020, 5 Ways to Get Your Unwanted Emotions Under Control.
  3. Verywell Mind, diakses 17 November 2020, Emotions and Types of Emotional Responses.

    register-docotr