Kesehatan Mental

Berharap Mendapatkan Pasangan Idaman, Pahami Lebih Dalam Mengenai Cinderella Complex

November 3, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan dongeng Cinderella. Dongeng yang lekat dengan sepatu kaca ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang tinggal bersama dengan ibu dan saudara tirinya. Di dalam cerita, Cinderella memiliki kehidupan yang penuh dengan penderitaan.

Sampai akhirnya munculah ibu peri yang membantu Cinderella untuk pergi ke pesta dansa. Di pesta dansa, Cinderella kemudian bertemu dengan pangeran. Pertemuan dengan pangeran pun merubah hidup Cinderella secara drastis.

Alur cerita yang menarik membuat Cinderella menjadi dongeng Disney yang paling populer. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa di dalam kehidupan nyata terdapat kondisi psikologis yang dikenal sebagai Cinderella complex? Apa itu?

Mengenal lebih dalam Cinderella complex

Istilah Cinderella complex diciptakan oleh Collete Dowling, yakni terapis asal New York yang juga penulis buku “The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence”.

Cinderella complex atau yang juga dikenal sebagai sindrom Cinderella mengacu pada kondisi psikologis di mana seorang wanita takut akan kebebasan sejati dan secara diam-diam mengharapkan “pangeran” datang menyelamatkan dan memperbaiki semua permasalah mereka.

Dalam bukunya, Dowling memiliki teori bahwa secara tradisional wanita dikondisikan sejak lahir untuk bergantung pada orang lain, terutama pria demi keselamatan emosional dan fisik.

Sebenarnya, Cinderella complex belum diakui sebagai kondisi psikologis, namun Cinderella complex dapat menjadi hal menarik yang dapat dipelajari oleh beberapa wanita yang merasa sangat bergantung kepada orang lain.

Bagaimana Cinderella complex terbentuk?

Ada banyak alasan mengapa wanita memiliki Cinderella complex. Dalam masyarakat, wanita lebih cenderung dibentuk untuk berpikir bahwa pria akan masuk ke dalam kehidupan dan menyelamatkan mereka.

Sehingga, mereka dapat lepas dari semua tanggung jawab baik secara finansial maupun emosional.  

Kurangnya kemandirian serta citra diri yang rendah membuat wanita berpikir bahwa mereka memerlukan seorang pria untuk membuat mereka bahagia.

Dalam masyarakat, keputusan pria dianggap lebih berarti, maka dari itu pria memiliki lebih banyak kekuasaan. Hal tersebut dapat menyebabkan wanita merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri.

Pola asuh anak

Pola asuh anak memegang peranan utama dalam membentuk kepribadian seorang anak. Hal ini membuat pola asuh memiliki keterkaitan yang erat dengan Cinderella complex.

Anak perempuan dibesarkan untuk berpikir bahwa mereka memerlukan sosok pria ideal untuk membuat hidupnya lebih baik. Tak hanya itu, anak perempuan juga menerima sedikit dorongan untuk menjadi mandiri, ditambah lagi dengan orang tua yang lebih protektif.

Ciri-ciri cinderella complex

Seorang wanita yang terlihat mandiri, mungkin saja dapat memiliki tanda-tanda Cinderella complex. Meskipun tidak ada daftar lengkap mengenai tanda dari cinderella complex, akan tetapi umumnya cinderella complex memiliki tanda atau ciri-ciri seperti:

  • Secara diam-diam atau terbuka mengungkapkan keinginan yang kuat untuk diperhatikan
  • Merasa sulit atau tidak mungkin membuat keputusan besar dalam hidup sendiri
  • Merasa semuanya akan baik-baik saja ketika bertemu dengan pria yang tepat
  • Merasa cemas hidup sendiri

Bagaimana cara mengatasi Cinderella complex?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut adalah penjelasannya masing-masing.

1. Memahami Cinderella complex

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah memahami Cinderella complex. Wanita dengan cinderella complex memiliki kebutuhan untuk dirawat, dilindungi, serta dicintai.

2. Belajar bahwa kebahagiaan harus datang dari diri sendiri

Cinderella complex juga dapat memengaruhi wanita yang merasa kesepian atau tidak bahagia karena tidak memiliki pasangan.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya hilangkanlah gagasan bahwa cinta sejati dapat menyelesaikan segalanya. Kamu harus belajar bahwa seseorang tidak akan bahagia hanya dengan memiliki pasangan, tetapi kebahagiaan itu datang dari diri sendiri.

3. Membuat diri sendiri menjadi lebih percaya diri

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah memberdayakan diri sendiri. Kamu dapat mencoba untuk memikirkan semua hal yang ingin kamu capai, dan menggambarkan dirimu menjadi seseorang yang sukses luar biasa.

Tak hanya itu, sebaiknya keluarlah dari zona nyaman. Lakukan sesuatu yang berbeda, sekalipun hal yang kecil. Hal lain yang juga dapat kamu lakukan adalah membuat ceritamu sendiri di mana kamu menjadi karakter utama serta tulislah jurnal mengenai diri sendiri dan pencapaian yang ingin diraih.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cognifit (2017). Diakses pada 02 November 2020. Cinderella Complex: What is it and turn it into Independence 

Cognifit (2016). Diakses pada 02 November 2020. Are You A Dependent Person? How To Overcome Cinderella Complex 

Healthgrades (2020). Diakses pada 02 November 2020. Cinderella Syndrome: Signs You Have It and How to Overcome It 

Soul & Spirit. Diakses pada 02 November 2020. Do You Have ‘Cinderella Syndrome’? Here Are The 5 Signs! 

 

    register-docotr