Kesehatan Mental

Apa Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum? Simak Juga Cara Menanganinya!

October 14, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Memiliki bayi bisa membawa perubahan besar dalam hidup, namun banyak juga wanita yang merasa murung dan kewalahan. Perlu diketahui, setelah melahirkan mungkin kadar hormon akan turun sehingga memengaruhi suasana hati.

Penurunan suasana hati jangka pendek bisa disebabkan oleh perubahan yang terjadi saat melahirkan. Nah, untuk mengetahui pengertian kondisi ini lebih lanjut yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Wajarkah Jika Gairah Seks Saat Hamil Menjadi Tinggi? Yuk Ketahui Faktanya!

Perbedaan baby blues dan depresi postpartum

Dilansir dari Webmd, perubahaan suasana hati sering bermula saat bayi baru berusia 2 atau 3 hari, namun cenderung merasa lebih baik saat sudah menginjak 1 atau 2 minggu. Pasang surut emosi atau disebut juga dengan baby blues ini biasa dialami hingga 80 persen wanita.

Jika perasaan sedih bertahan lebih lama atau menjadi buruk, mungkin kamu mengalami kondisi yang disebut dengan depresi postpartum. Depresi pascapersalinan bisa dialami sekitar 10 persen wanita.

Wanita yang mengalami kondisi ini akan ditandai dengan beberapa gejala, seperti merasa sedikit tertekan, sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, hingga sulit tidur. Nah, perbedaan baby blues dan depresi postpartum, antara lain sebagai berikut.

Baby blues

Selama minggu pertama setelah melahirkan, banyak wanita akan mengalami apa yang disebut dengan baby blues. Wanita akan merasakan adanya perubahan suasana hati dan merasa agak tertekan ketika seharusnya merasa bahagia.

Baby blues mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal dan kimiawi yang terjadi secara tiba-tiba di tubuh setelah melahirkan.

Gejala dari kondisi ini, di antaranya merasa emosional dan menangis tanpa alasan jelas, merasa mudah tersinggung atau sensitif, tidak mood, kecemasan, hingga kegelisahan.

Semua gejala ini normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari. Meski normal, baby blues tetap harus mendapatkan penanganan karena jika semakin memburuk bisa berlanjut kepada masalah depresi postpartum.

Depresi postpartum

Biasanya, depresi setelah melahirkan ini diperkirakan memengaruhi sekitar 1 dari 10 wanita.

Kondisi atau masalah ini biasanya terjadi 2 hingga 8 minggu setelah kelahiran, meski terkadang dapat dialami hingga satu tahun setelah bayi lahir. Gejala seperti kelelahan, lekas marah, atau nafsu makan yang buruk sangat normal terjadi pada wanita yang baru melahirkan.

Namun, ketika kamu mengalami depresi setelah melahirkan, kamu mungkin akan merasa semakin tertekan dan putus asa. Merawat diri sendiri atau bayi terasa semakin berat sehingga muncul tanda-tanda emosional.

Beberapa tanda yang dimaksud adalah kehilangan minat pada bayi, perasaan putus asa, tidak bisa berhenti menangis, kecemasan berlebih tentang bayi, dan sulit berkonsentrasi.

Tanda atau gejala lain dari depresi postpartum, yakni serangan panik, pegal dan nyeri, merasa tidak sehat, kelelahan ekstrem, dan kegelisahan.

Baca juga: Penyakit Psikologis Suka Menunda Pekerjaan alias Procrastination, Sudah Kenal Belum?

Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Jika baru saja melahirkan dan merasakan perubahan suasana hati yang ekstrem, selalu ingat bahwa ini merupakan hal yang normal. Perlu diketahui, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, yakni:

Cara menangani baby blues

Biasanya, wanita yang mengalami baby blues akan merasa lebih baik jika melakukan apa yang dibutuhkan tubuh. Cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah tidur sebanyak yang kamu bisa dan istirahatkan tubuh ketika bayi sedang tidur.

Selain tidur, kamu juga bisa menyempatkan waktu untuk olahraga atau sekadar jalan-jalan mencari udara segar. Sinar matahari bisa membantu mengurangi gejala baby blues sehingga ada baiknya untuk melihat lingkungan luar.

Selain bersantai, kamu juga harus mau menerima bantuan saat orang menawarkannya. Fokus saja pada diri sendiri dan bayi agar kondisi baby blues bisa segera tertangani dan tidak berlanjut pada masalah yang lebih serius.

Penanganan terhadap depresi postpartum

Kebanyakan wanita mungkin tidak ingin memberitahu siapapun bahwa sedang merasa tertekan setelah bayi lahir. Padahal, depresi ini membutuhkan bantuan atau penanganan oleh dokter agar cepat sembuh dan menghilang.

Karena itu, jika memiliki kondisi baby blues tidak kunjung mereda setelah 2 minggu maka segera hubungi dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 14 Oktober 2020. Is It Postpartum Depression or ‘Baby Blues’?
  2. American Family Physician, diakses 14 Oktober 2020. Postpartum Depression and the “Baby Blues”
  3. NHS (2018), diakses 14 Oktober 2020. Feeling depressed after childbirth
    register-docotr