Kesehatan Mental

6 Cara Ampuh Hadapi Pertanyaan: “Kapan Punya Anak?”

October 15, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kehadiran buah hati dapat melengkapi kebahagiaan pasangan yang menikah. Namun sayangnya ada beberapa pasangan yang harus menunggu lama kehadiran seorang anak. Bahkan tak jarang mereka harus menghadapi pertanyaan “kapan punya anak?” atau “kok belum punya anak sih?”

Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi komentar orang-orang terdekat soal belum punya anak. Yuk simak!

Baca juga: Ingin Segera Punya Momongan? Ini Macam-macam Promil yang Bisa Kamu Coba!

Cara menghadapi komentar soal belum punya keturunan

Menunda kehamilan atau masalah infertilitas merupakan beberapa alasan mengapa pasangan belum dikaruniai momongan.

Pertanyaan soal belum punya keturunan pun terkadang dapat terasa menganggu atau membuat tidak nyaman, terlebih lagi jika ini diucapkan oleh keluarga atau orang-orang terdekat. Padahal kenyataannya kamu telah berusaha untuk mendapatkan momongan.

Namun, tak perlu khawatir karena ada beberapa cara mudah untuk menghadapi ‘nyinyiran’ tersebut. Berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan.

1. Pertimbangkan siapa yang bertanya

Sebelum kamu menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya lihatlah siapa yang bertanya, apakah itu anggota keluarga, teman dekat, atau seseorang yang tidak tahu apa-apa dan hanya ingin mencoba membuat pertanyaan santai saja.

Kamu juga dapat bertanya pada diri sendiri apa motivasi mereka menanyakan hal tersebut. Meskipun terkadang pertanyaan tersebut terasa menganggu dan membuat tidak nyaman, kebanyakan orang tidak memiliki motif yang jahat.

Menentukan siapa yang bertanya dan mempertanyakan alasan mereka dapat membantumu mengetahui apa yang harus dikatakan.

2. Ingatlah kamu tidak berhutang penjelasan kepada siapapun

Ketika orang lain bertanya hal tersebut kepadamu, kamu mungkin merasa bahwa kamu perlu memberi penjelasan mengenai diri sendiri. Ini mungkin cara yang baik untuk menjawab pertanyaan tetapi tidak di semua kasus.

Sayangnya, ada beberapa orang yang masih tidak mengerti meskipun kamu telah memberi penjelasan.

Beberapa mungkin memberikan nasihat yang tidak diinginkan, membuat komentar yang menyalahkan, atau bahkan menanggapi secara negatif. Meskipun demikian, tetap saja ada seseorang yang bertanya dengan polos.

Bagi pasangan yang memilih untuk belum memiliki momongan, ini adalah pertanyaan pribadi, tetapi mungkin bukanlah pertanyaan yang terlalu membebani.

Sedangkan, jika kamu menghadapi masalah infertilitas (ketidaksuburan), pertanyaan ini dapat terasa menyakitkan. Memutuskan apakah akan memberitahu seseorang terkait dengan masalah yang kamu hadapi adalah hal yang rumit.

Ini bukanlah keputusan yang baik untuk dibuat ketika kamu berada di bawah tekanan atau tanpa memikirkan semuanya terlebih dahulu.

3. Ganti topik pembicaraan

Jika orang lain mengajukan pertanyaan “kapan punya anak?”, kamu dapat menjawab secukupnya dan kemudian mengganti topik pembicaraan. Kamu mungkin saja merasa kesal dengan pertanyaan tersebut atau bahkan ingin menumpahkan kekesalanmu.

Tetapi dengan latihan, kamu dapat menghentikan diri sendiri untuk melakukan hal tersebut, sehingga dapat menanggapinya dengan lebih baik.

Jika kamu tidak ingin membicarakan hal ini kepada orang lain, kamu dapat menjawab misalnya saja dengan ucapan “akan lebih baik bagiku untuk tidak membicarakannya” kemudian mengalihkan topik pembicaraan.

Namun jika kamu merasa berani dan telah memutuskan untuk memberitahu orang lain, kamu dapat menjawab dengan jujur mengenai perjuangan yang sudah kamu lakukan untuk mendapatkan momongan.

4. Praktikan cara yang dapat diterima untuk menanggapi pertanyaan umum

Jika kamu berulang kali mendapatkan pertanyaan yang sama, kamu dapat membuat jawaban yang dapat digunakan untuk membantumu menghindari apapun yang membuat merasa tidak nyaman.

5. Menjawab pertanyaan dengan tenang

Ketika seseorang mengajukan pertanyaan pribadi, terkadang rasa gugup bisa kamu rasakan. Namun, sebaiknya selalu ingatkanlah dirimu untuk tetap tenang dan memerhatikan situasi ketika kamu mendapatkan pertanyaan ini.

Selain itu, berhati-hatilah dengan apa yang dapat terjadi dan hindarilah menjawab dengan cara yang berlebihan. Bereaksi secara tidak sadar hanya akan membuatmu terjebak dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

Jangan biarkan situasi menguasaimu, tetapi kamulah yang harus mengendalikan kata-kata dan tindakan.

6. Menghindar

Cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan adalah berusaha untuk menghindari interaksi dengan orang-orang yang suka mengajukan pertanyaan ‘nyinyir’ tersebut.

Jika kamu berada di sebuah acara, kamu dapat mundur secara perlahan atau beralih ke orang lain, misalnya saja dengan mengatakan alasan “aku perlu mengisi kembali gelasku”.

Atau kamu juga dapat melibatkan orang disekitar untuk melakukan pembicaraan kemudian menarik diri secara perlahan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Life Hacker (2017). Diakses pada 14 Oktober 2020. How to Answer the Question “When Will You Have a Baby?” When You’re Infertile 

Online Life Guide (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. 8 Ways To Deal With Nosy People 

Psychology Today (2015). Diakses pada 14 Oktober 2020. 9 Ways to Handle Nosy People 

Very Well Family (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. How to Cope When People Ask When You’re Going to Have Kids 

 

    register-docotr