Kesehatan Mental

Cara Kerja Terapi Binaural Beats yang Konon Bisa Bantu Redakan Stres

November 7, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seiring dengan majunya teknologi, kesehatan mental menjadi salah satu topik yang sering dibahas di tengah masyarakat. Hal ini terlihat misalnya pada viralnya terapi pereda stres yang dinamakan binaural beats.

Terapi ini banyak digunakan untuk membantu mengobati kecemasan, stres, dan gangguan mental sejenis. Bisa dilakukan secara mandiri, terapi binaural beats biasanya tersedia dalam bentuk rekaman audio yang didengarkan melalui perangkat headphone.

Apa itu terapi binaural beats?

Dilansir dari Medicalnewstoday, binaural beats merupakan bentuk terapi gelombang suara.

Mulanya ini dikembangkan berdasarkan fakta bahwa otak mempersepsikan perbedaan nada yang diterima telinga kanan dan kiri sebagai satu nada yang sama.

Terapi ini dianggap sebagai ilusi pendengaran, di mana sebelum ramai dikaitkan dengan adanya potensi manfaat kesehatan, binaural beats telah banyak dieksplorasi untuk membantu menyetem instrumen musik, seperti piano dan organ.

Baca juga: Bikin Makin Pintar, Ini Manfaat Belajar Musik untuk Tumbuh Kembang Anak!

Apakah terapi ini bisa mengobati stres?

Menurut sebuah ulasan ilmiah pada 2015, agar dapat memberikan dampak yang signifikan pada penerimanya, nada yang diberikan dalam terapi ini harus memiliki frekuensi kurang dari 1000 Hz. Juga perbedaan antara kedua nada tidak boleh lebih dari 30 Hz.

Misalnya, jika telinga kiri mencatat nada pada 200 Hz dan telinga kanan mencatat satu nada pada 210 Hz, binaural beats atau perbedaan antara kedua frekuensi yang terjadi adalah 10 Hz.

Terkait dengan pertanyaan apakah terapi ini dapat membantu meredakan gejala stres dan sejenisnya. Temuan studi di 2018 menunjukkan bahwa mendengarkan binaural beats selama periode yang direkomendasikan dapat memengaruhi perilaku dan siklus tidur seseorang.

Bagaimana cara kerja terapi binaural beats?

Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa ada lima kategori pola frekuensi yang menjadi cara kerja dalam terapi ini, yakni:

Pola delta

Binaural beats dalam pola delta beroperasi pada frekuensi 0,5–4 Hz, di mana ini banyak dihubungkan dengan tidur tanpa mimpi.

Orang yang menerima pola frekuensi delta saat tidur akan memasuki tahap tidur yang lebih dalam. Hal ini terlihat melalui hasil pemindaian otak electroencephalogram (EEG).

Pola teta

Praktisi menyetel binaural beats dalam pola theta ke frekuensi 4–7 Hz. Pola theta berkontribusi pada peningkatan meditasi, kreativitas, dan tidur dalam fase gerakan mata cepat (REM).

Pola alfa

Binaural beats dalam pola alfa berada pada frekuensi 7-13 Hz dan dapat mendorong terjadinya relaksasi.

Pola beta

Binaural beats dalam pola beta berada pada frekuensi 13-30 Hz. Rentang frekuensi ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Namun, hal itu juga dapat meningkatkan kecemasan pada tingkat yang lebih tinggi.

Pola gamma

Pola frekuensi ini mencakup kisaran 30-50 Hz, dan dikaitkan terhadap meningkatnya gairah saat seseorang terjaga.

Baca juga: Moms Wajib Tahu: Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Benar dan Aman

Manfaat yang dapat diperoleh

Dilansir dari Healthline, terapi binaural beats diklaim dapat memberikan efek yang jauh lebih cepat dalam perbaikan kondisi mental dibandingan dengan latihan meditasi.

Adapun beberapa gangguan kesehatan mental yang bisa ditangani menggunakan terapi ini di antaranya adalah:

  1. Kecemasan
  2. Penurunan fokus dan konsentrasi
  3. Stres
  4. Ketegangan
  5. Suasana hati yang buruk
  6. Gangguan kreativitas, dan
  7. Rasa sakit lainnya.

Cara menggunakan terapi binaural beats

Untuk memakai terapi ini, seseorang membutuhkan headphone dan sistem pemutar nada.

Penting untuk menghindari penggunaan terapi binaural beats saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan kewaspadaan dan perhatian penuh, seperti mengemudi.

Apakah terapi ini memiliki efek samping?

Sejauh ini tidak ada efek samping yang diketahui saat mendengarkan binaural beats. Akan tetapi kamu harus memastikan bahwa tingkat suara yang masuk melalui headphone tidak disetel terlalu tinggi.

Ini dikarenakan mendengarkan suara dalam waktu lama dengan frekuensi di atas 85 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Terapi binaural beats juga tidak dianjurkan apabila kamu menderita epilepsi. Jadi ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba terapi ini.

Masih punya pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

What are binaural beats, and how do they work? https://www.medicalnewstoday.com/articles/320019 diakses pada 6 Oktober 2020

Do Binaural Beats Have Health Benefits? https://www.healthline.com/health/binaural-beats#potential-benefits diakses pada 6 Oktober 2020

    register-docotr