Kesehatan Mental

4 Kondisi Psikologis Berikut Bisa Kamu Pelajari dari Drama Korea It’s Ok Not To Be Okay

August 17, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Drama korea It’s Ok Not To Be Okay sedang hangat diperbincangkan tidak hanya karena chemistry para aktor, namun juga isu yang diangkat. Drama asal Korea Selatan satu ini mengangkat isu tentang gangguan mental yang dimiliki oleh pemain.

Gangguan mental sendiri bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita dari berbagai kalangan usia. Nah, untuk mengetahui kondisi psikologis yang ada di dalam drama ini yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Deteksi Ciri-ciri Remaja Depresi dan Ketahui Bagaimana Peran Orang Terdekat

Berbagai kondisi psikologis dalam drama It’s Ok Not To Be Okay

Generasi millennial saat ini sudah semakin sadar akan kesehatan mental sehingga tema drama It’s Ok Not To Be Okay menjadi suguhan menarik untuk ditonton.

Berbagai gangguan psikologis para pemain, termasuk aktor utamanya dikemas dengan apik dan bisa dijadikan pembelajaran tersendiri.

Drama ini mengisahkan tentang kisah cinta antara perawat Rumah Sakit Jiwa OK bernama Moon Gang Tae yang diperankan oleh Kim Soo Hyun dengan penulis buku anak terkenal bernama Go Moon Young yang diperankan oleh Seo Ye Ji. 

Mengutip Webmd, gangguan psikologis biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti genetik, biologi, dan pengalaman semasa hidup. Nah, berikut beberapa gangguan psikologis yang perlu kamu ketahui.

Antisocial personality disorder atau ASPD

Dilansir dari Healthline, penderita gangguan kepribadian ini akan memiliki kondisi kesehatan mental yang menyebabkan pola manipulasi dan pelanggaran terhadap orang lain di sekitarnya.

Biasanya, seseorang dengan kondisi ini tidak memiliki empati atau rasa kasihan, tidak bisa mengintropeksi diri, merasa lebih hebat dari orang lain, dan manipulatif.

Dalam drama ini, tak hanya Go Moon Young yang memiliki Antisocial Personality Disorder namun juga sang Ibu Do Hui Jae. Kedua karakter ini digambar tidak memiliki empati pada orang lain dan tidak segan-segan untuk melukai seseorang dengan benda tajam.

Autisme

Selain antisosial, salah satu karakter bernama Moon Sang Tae dalam drama It’s Ok Not To Be Okay juga mengalami gangguan psikologis bawaan yakni autisme.

Dilansir dari Medical News Today, autisme atau Autism Spectrum Disorder menyebabkan seseorang membentuk pola perilaku berulang dan seringkali mengganggu interaksi sosial dengan orang lain.

Moon Sang Tae yang merupakan kakak dari Moon Gang Tae ini digambarkan mengidap autisme yang membuatnya sulit berkomunikasi dan mengendalikan emosi.

Meskipun begitu, Sang Tae merupakan seorang seniman brilian yang memiliki impian besar sehingga hal tersebut bisa membantunya bangkit dari trauma masa kecil.

Post-traumatic stress disorder atau PTSD

Gangguan psikologis lainnya yang bisa kamu pelajari dalam drama It’s Ok Not To Be Okay adalah Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD.

Salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa OK bernama Kan Pil Wong digambarkan sebagai seorang veteran perang yang memiliki gangguan stres pascatrauma tersebut.

Dalam drama tersebut, gangguan yang dimiliki Kan Pil Wong didapatkan ketika menjadi tentara semasa muda di mana ia terpaksa menembak orang-orang tidak bersalah atas perintah atasannya.

Karena alasan inilah, Pil Wong mengalami serangan panik hebat ketika mendengar suara menyerupai tembakan.

Dilansir Mayo Clinic, PTSD merupakan kondisi kesehatan mental yang dipicu akibat peristiwa menakutkan di masa lalu. Untuk itu, seseorang dengan kondisi ini akan mengalami gejala, seperti kilas balik, mimpi buruk, kecemasan parah, serta pikiran tidak terkendali.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental Selama #dirumahaja dengan Video Call, Bisa! Begini Penjelasannya!

Dissociative identity disorder atau DID

Meski terhitung langka, Dissociative Identity Disorder atau DID terjadi akibat pengalaman traumatis di masa lalu.

Dalam drama It’s Ok Not To Be Okay salah satu karakter bernama Yoo Sun Hae digambarkan menderita gangguan psikologis akibat menerima kekerasan fisik dari kedua orang tuanya semasa kecil.

Karena hal itulah, Sun Hae memiliki dua kepribadian berbeda, yakni dirinya sendiri ketika dewasa bertindak sebagai cenayang dan sebagai anak kecil yang rapuh.

Ketika gangguan ini muncul, Yoo Sun Hae akan mengalami perubahan perilaku, ingatan, dan pemikiran sesuai dengan kepribadian yang dimiliki.

Dilansir dari Cleveland Clinic, DID termasuk gangguan disosiatif yang merupakan penyakit mental di mana melibatkan kerusakan memori, kesadaran, serta identitas. Gejalanya bisa ringan hingga parah, karena itu akan mengganggu fungsi umum seseorang dalam menjalani kehidupan. 

Nah, itu dia beberapa gangguan psikologis yang bisa penonton pelajari dalam drama It’s Ok Not To Be Okay.

Gangguan psikologis pada dasarnya bisa disembuhkan, namun perlu melalui perawatan intensif yang tidak sebentar dan tetap harus mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2020), diakses pada 14 Agustus 2020. Mental Illness Basics
  2. Healthline (2012), diakses pada 14 Agustus 2020. Antisocial Personality Disorder
  3. Medical News Today (2018), diakses pada 14 Agustus 2020. What to know about autism
  4. Mayo Clinic (2018), diakses 14 Agustus 2020. Post-traumatic stress disorder (PTSD)
  5. Cleveland Clinic (2016), diakses pada 14 Agustus 2020. Dissociative Identity Disorder (Multiple Personality Disorder)
  6. Kompas (2020), diakses pada 27 November 2020. #ITS OKAY TO NOT BE OKAY
    register-docotr