Kulit & Perawatan Tubuh

Mengenal Struktur Kulit Manusia

November 14, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kulit adalah salah satu bagian tubuh paling kompleks. Dengan luas rata-rata mencapai enam meter jika dibentangkan, struktur kulit manusia terbentuk dari banyak komponen, yaitu 650 kelenjar keringat, 20 pembuluh darah, dan lebih dari 1.000 ujung saraf.

Tak hanya itu, jika ditimbang, bobot seluruh kulit di tubuh manusia setara dengan sepertujuh dari berat badanmu, lho. Masih ada banyak fakta lain dari fungsi kulit yang perlu kamu tahu. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab dan Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

Struktur kulit manusia dan fungsinya

Struktur kulit manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu epidermis (kulit luar), dermis (tengah), dan hipodermis (bawah). Setiap lapisan memiliki komponen yang tersusun dengan baik, serta menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.

1. Lapisan epidermis

Lapisan kulit epidermis. Sumber foto: www.bodytomy.com

Epidermis adalah lapisan paling luar, satu-satunya struktur kulit manusia yang bisa dilihat oleh mata. Lapisan yang juga disebut dengan kulit ari ini akan terus melepaskan sel mati, dan menggantinya dengan yang baru. Di sinilah tempat terjadinya proses regenerasi kulit.

Epidermis adalah tempat pori-pori berada, yang memungkinkan minyak dan keringat keluar. Lapisan kulit ini memiliki dua sel utama, yaitu keratinosit dan melanosit. Keratinosit bertugas sebagai penahan bakteri, virus, jamur, parasit, dan paparan panas dari sinar matahari.

Sedangkan melanosit, berfungsi memproduksi melanin, zat pigmen pembentuk warna pada kulit. Dilansir dari Medical News Today, meski tidak mempunyai pembuluh darah, epidermis memiliki setidaknya lima sub-lapisan lebih kecil, yaitu:

  • Stratum korneum, berada di bagian terluar, disebut juga sebagai kulit mati yang mengelupas lalu tergantikan dengan sel baru. Korneum berfungsi melindungi kulit bagian dalam dari infeksi atau paparan bahan kimia.
  • Stratum lusidum, yaitu lapisan tipis yang bisa dilihat pada telapak tangan dan kaki, berfungsi melindungi tubuh dari paparan sinar ultraviolet dan meredam gesekan.
  • Stratum granulosim, lapisan yang banyak mengandung keratinosit, berada di bagian paling tengah dari epidermis.
  • Stratum spinosum, lapisan epidermis paling tebal, tempat terbentuknya keratinosit yang berperan penting pada kekuatan rambut dan kuku.
  • Statum basale, lapisan paling bawah dari epidermis. Di sini, melanosit memproduksi melanin untuk membentuk pigmen atau warna kulit.

2. Lapisan dermis

struktur kulit manusia
Lapisan kulit dermis dan hipodermis. Sumber foto: www.tes.com

Dermis adalah lapisan kulit yang berada di tengah, antara epidermis dan hipodermis. Fungsi utama dari dermis adalah memproduksi keringat dan minyak (sebum), mengalirkan darah ke kulit, dan menumbuhkan rambut.  

Lapisan yang juga disebut dengan kulit jangat ini lebih tebal dari epidermis, karena tersusun dari kelenjar minyak dan keringat, folikel rambut, jaringan ikat, ujung saraf, serta pembuluh darah. Berikut beberapa komponen yang ada pada dermis:

  • Pembuluh darah, berfungsi memberi nutrisi pada kulit yang mendukung kesehatan folikel dan kelenjar keringat.
  • Folikel, yaitu kantong kecil yang berfungsi menumbuhkan rambut dalam siklus teratur. Mengutip Healthline, setiap orang memiliki sekitar 100 ribu folikel rambut di kepalanya.
  • Kelenjar keringat, berfungsi membuang limbah tubuh selain melalui urine. Kelenjar keringat paling banyak berada di dahi, ketiak, dan telapak tangan. Keringat juga memainkan peran penting untuk mengontrol suhu tubuh.
  • Pembuluh getah bening, bertugas membasahi jaringan kulit dengan getah bening, zat seperti susu yang mengandung sel-sel sistem kekebalan untuk melawan infeksi. Pembuluh ini dapat membantu kulit menghancurkan organisme yang berusaha masuk ke tubuh.
  • Bundel kolagen, tempat di mana protein bernama kolagen berada. Zat ini berfungsi mengatur tingkat elastisitas kulit. Semakin bertambahnya usia, jumlah kolagen akan menurun. Sehingga, elastisitas kulit akan berkurang, ditandai dengan munculnya keriput.
  • Ujung saraf, berfungsi sebagai sensor tubuh untuk merasakan panas, dingin, sakit, nyeri, dan kondisi lainnya.
  • Kelenjar sebasea, berukuran sangat kecil (mikroskopik), berfungsi menghasilkan minyak (sebum). Minyak tersebut bisa menjaga kulit agar tetap terhidrasi dan resisten (tahan) terhadap air.

Baca juga: 7 Manfaat Hyaluronic Acid untuk Kecantikan: Kencangkan Kulit hingga Samarkan Kerutan

3. Lapisan hipodermis

Hipodermis adalah lapisan pada struktur kulit manusia paling bawah. Fungsi utamanya adalah mengontrol suhu tubuh dan menyimpan lemak.

Secara teknis, lapisan yang juga disebut dengan subkutan atau subkutis ini bukan bagian dari kulit, tapi hanya membantu menempelkan dermis ke tulang dan otot.

Komponen terbesar dalam hipodermis adalah lemak, jaringat ikat, pembuluh darah, dan elastin (protein elastis yang membantu jaringan untuk kembali ke bentuk normal setelah peregangan). Kadar lemak yang tinggi membantu melindungi tubuh dari hilangnya terlalu banyak panas.

Di lapisan ini, tubuh manusia akan mengolah sinar matahari yang terserap ke dalam kulit menjadi vitamin D.

Nah, itulah tiga lapisan pada struktur kulit manusia beserta bagian dan fungsinya. Yuk, jaga kesehatan kulit dengan rutin mengonsumsi buah-buahan segar dan penuhi asupan cairan per hari!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatan kulitmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 2 November 2020, Skin: How it works.
  2. Healthline, diakses 2 November 2020, The Layers of Your Skin.
  3. Stanford Children’s Health, diakses 2 November 2020, Anatomy of the Skin.
  4. Dermnet NZ, diakses 2 November 2020, The layers of the skin.

    register-docotr