Kulit & Perawatan Tubuh

Faktor-faktor Penyebab Jerawat yang Perlu Dihindari

May 21, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jerawat adalah masalah kulit paling umum yang sering kita hadapi. Untuk itu, kamu perlu memahami dulu faktor penyebab jerawat yang sering tidak disadari.

Selain faktor hormon, beberapa aktivitas keseharian tanpa disadari juga bisa menjadi penyebab jerawat muncul lagi dan lagi.

Bahkan tidak cuma di wajah, jerawat juga bisa muncul hampir di semua bagian kulit, seperti pada bahu, punggung, leher, dada, dan lengan atas.

Nah, agar kamu bisa mengantisipasi datangnya jerawat, simak beberapa penyebab jerawat dan apa saja yang harus dihindari.

Apa itu jerawat?

Jerawat adalah pustula atau papula kecil pada kulit. Jerawat berkembang ketika kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak, menjadi tersumbat dan terinfeksi, menyebabkan lesi merah bengkak yang diisi dengan nanah.

Selama pubertas, produksi hormon berubah. Ini dapat menyebabkan kelenjar sebaceous, yang terletak di pangkal folikel rambut, menjadi terlalu aktif.

Itulah kenapa ketika kamu memasuki masa pubertas, kamu berisiko memiliki lebih banyak jerawat. Terutama saat memasuki masa menstruasi bagi perempuan.

Jerawat paling sering memengaruhi wajah, punggung, dada, dan bahu. Ini karena ada banyak kelenjar sebaceous di area kulit ini.

Acne vulgaris, penyebab utama jerawat, memengaruhi lebih dari 80 persen remaja. Setelah usia 25 tahun, itu memengaruhi 3 persen pria dan 12 persen wanita.

Penyebab jerawat di kulit

Ada berbagai penyebab jerawat bisa muncul di kulit. Mulai dari penyebab alami sampai penyebab yang tanpa sadar sering dilakukan setiap hari. Penyebab tersebut di antaranya:

1. Hormon

Pasti kamu sudah tahu, bahwa munculnya jerawat juga bisa karena hormon terutama saat masa pubertas. Saat pubertas, baik laki-laki maupun perempuan menghasilkan androgen lebih banyak. 

Meningkatnya kadar androgen menyebabkan kelenjar minyak di bawah kulit tumbuh. Kelenjar yang membesar ini pun menghasilkan lebih banyak sebum.

Nah, sebum yang berlebihan dapat memecah dinding seluler di pori-pori, menyebabkan bakteri tumbuh, sehingga pada akhirnya muncul jerawat.

2. Penggunaan produk kecantikan rambut yang tidak sesuai

Bagi kamu yang mungkin sering menggunakan hair spray dan merasa kulit jadi mudah muncul jerawat, perhatikan lagi penggunaannya.

Penggunaan produk rambut yang disemprotkan bisa menempel di dahi, yang dapat menjebak bakteri penyebab jerawat di pori-pori.

Pori-pori yang tersumbat menjadi meradang, memerah, bernanah, dan akhirnya jerawat jadi lebih mudah tumbuh.

Bukan hanya itu, jika kamu terbiasa menggunakan kondisioner sehabis keramas, pastikan untuk membilasnya secara menyeluruh, ya.

Membilas tidak bersih dapat membuat kondisioner mengalir hingga ke punggung, membuat pori-pori tersumbat dan jerawat di punggung pun bisa bermunculan. 

3. Pola makan

Makanan berminyak selain tidak sehat untuk kesehatan juga dapat menjadi pemicu munculnya jerawat.

Menurut British Association of Dermatologists makanan seperti cokelat dan junk food juga bisa menimbulkan jerawat. Begitu juga makanan tinggi karbohidrat tertentu yang bisa meningkatkan kadar gula darah.

4. Tidak mandi setelah berkeringat

Setelah melakukan olahraga, pasti kita berkeringat. Ada baiknya tidak menunda untuk mandi. 

Membiarkan keringat dan kotoran menempel di kulit kamu setelah berolahraga dapat menjadi penyebab utama jerawat di punggung dan bahu. 

Jadi, jangan tunda untuk segera mandi ketika kamu habis berolahraga, ya!

5. Stres

Telah banyak penelitian yang mengaitkan tingkat stres dengan jerawat. Disebut-sebut bahwa stres juga berisiko menimbulkan jerawat atau memperparah jerawat yang sudah ada.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Inflammation & Allergy Drug Targets, stres dapat memicu dan memperburuk jerawat dengan menyebabkan pelepasan bahan kimia inflamasi yang disebut neuropeptida dan perubahan hormon.

6. Penggunaan ponsel yang tidak bersih

Bagi kamu yang setiap hari tidak bisa lepas dari ponsel untuk menelepon, kamu sebaiknya sedikit mengurangi kegiatan tersebut. Terlebih jika kamu jarang membersihkan ponsel.

Penggunaan ponsel dan menggosokkannya ke wajah dalam kondisi tidak bersih berisiko menyebabkan acne mechanica, yang merupakan jerawat akibat adanya gesekan. 

Transfer bakteri juga bisa terjadi ketika kamu selesai memegang ponsel yang kotor, kemudian langsung menyentuh wajah.

7. Penggunaan tabir surya yang tak cocok dengan kulit

Bila kamu punya jenis kulit berminyak, sebaiknya memilih tabir surya yang bebas minyak. Gunakanlah tabir surya berbahan dasar air.

Tabir surya memiliki dua jenis bahan aktif. Tabir surya yang mengandung minyak seringkali dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat.

8. Berganti-ganti produk perawatan kulit

Apa kamu gemar mencoba berbagai produk perawatan kulit? Kalau iya, sebaiknya kamu tidak lagi melakukannya, karena ini bisa menjadi penyebab jerawat. 

Mengganti produk dan menambahkan produk perawatan lainnya ini sama seperti menantang kulit kamu dengan bahan pengawet baru dan bahan aktif, yang dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan jerawat.

Kamu juga harus berhati-hati dalam menggunakan produk antijerawat. Bahkan produk antijerawat dapat menyebabkan noda jika kamu menggunakan terlalu banyak.

9. Menggunakan pakaian dengan bahan tidak menyerap keringat

Kesalahan dalam memilih pakaian juga jadi penyebab jerawat di kulit, terutama di punggung dan bahu.

Pakaian dengan kain yang terlalu lengket atau tidak membuat kulit bernapas dengan baik dapat memerangkap panas, sehingga menyebabkan jerawat.

10. Iritasi pada punggung

Cobalah untuk lebih berhati-hati saat kamu menggunakan tas ransel. Adanya geseken konstan pada bahu dan punggung juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat.

Ya, gesekan ini dapat menyebabkan iritasi dan keringat di bagian punggung dan bahu. Seperti diketahui, produksi keringat berlebihan dapat memancing munculnya jerawat. 

11. Kurang tidur

Kebiasaan begadang juga dapat menjadi penyebab jerawat. Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dan menyebabkan produksi sebum berlebih, yang kemudian dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan berjerawat.

Selain kamu harus cukup tidur, kamu juga harus memerhatikan kebersihan sprei dan selimut, karena kedua benda tersebut bisa menjadi sarang kotoran dan bakteri yang juga bisa menimbulkan jerawat.

Yang paling penting, saat kulit sedang berjerawat hindari memencetnya karena bisa memicu iritasi.

Tidak ada salahnya juga untuk kamu berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakan masalah jerawat dan cara mengatasinya. Terutama jika jerawat sudah termasuk cukup parah, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Web MD (2019). Diakses pada 18/05/20. Skin Conditions and Acne

Medical News Today (2017). Diakses pada 18/05/20. What you need to know about acne

Everyday Health (2019). Diakses pada 18/05/20. 10 Surprising Causes of Adult Acne (and How to Get Rid of It)

NCBI (2014). Diakses pada 18/05/20. Brain-Skin Connection: Stress, Inflammation and Skin Aging

British Association of Dermatologists. Diakses pada 18/05/20. Acne 

Women Health. Diakses pada 18/05/20. 9 Really Normal Habits That Cause Breakouts

Medicine Net. Diakses pada 18/05/20. How to Get Rid of Acne (Pimples)

Insider (2018). Diakses pada 18/05/20. 8 reasons why you are getting acne on your back and how you can prevent it

Bustle (2016). Diakses pada 18/05/20. 6 Clothing Mistakes That Could Cause Acne Or At Least Make It Way Worse

    register-docotr