Kulit & Perawatan Tubuh

Kondisi Kulit Kering dan Gatal? Yuk, Simak Beberapa Penyebab Dermatitis

July 26, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Penyebab dermatitis dapat diakibatkan oleh berbagai faktor dan biasanya akan menyebabkan kondisi kulit yang parah, lho! Dermatitis merupakan penyakit yang tidak menular, namun bisa membuat penderitanya merasakan tidak nyaman.

Penderita dermatitis terkadang juga akan mengalami kondisi kulit yang parah tergantung penyebab yang mendasari. Nah, untuk lebih jelasnya yuk simak penyebab dermatitis yang perlu diketahui.

Baca juga: Mau Tahu Fakta Soal Kehidupan Seksual Setelah Punya Anak? Yuk, Simak Selengkapnya, Moms!

Penyebab dermatitis secara umum yang perlu diketahui

Dermatitis adalah jenis penyakit yang menyebabkan gatal, kulit kering atau ruam pada kulit, hingga lepuhan berisi cairan jika mengelupas.

Kata dermatitis sendiri digunakan untuk menggambarkan sejumlah ruam kulit berbeda akibat berbagai faktor, seperti infeksi, alergi, dan zat-zat yang mengiritasi.

Dilansir dari Healthline, gejala dermatitis berkisar dari ringan hingga parah dan akan terlihat berbeda tergantung pada bagian tubuh yang terpengaruh. Nah, perlu diketahui juga jika tidak semua penderita dermatitis akan mengalami gejala yang jelas.

Ada berbagai penyebab dermatitis yang dibedakan berdasarkan jenisnya. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa penyebab penyakit dermatitis kulit yang perlu diketahui berdasarkan jenis dermatitisnya.

Dermatitis atopik

Dermatitis atopik atau disebut juga dengan eksim merupakan kondisi kulit yang biasanya diwariskan dan berkembang selama masa bayi. Seseorang dengan eksim kemungkinan akan mengalami bercak kasar pada kulit kering dan terasa gatal.

Kondisi penyakit satu ini paling umum terjadi ketika anggota keluarga memiliki riwayat alergi lingkungan. Meskipun begitu, tak jarang dermatitis atopik disebabkan oleh makanan, seperti telur, susu, ikan, gandum, dan kacang tanah.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat yang menyebabkan alergi tertunda disebut dermatitis kontak alergi atau cedera permukaan kulit disebut dermatitis kontak iritan. Berbagai penyebab dermatitis kontak, seperti paparan zat tertentu dan bahan kimia.

Reaksi-reaksi ini dapat berkembang lebih lanjut menjadi ruam yang membakar, menyengat, gatal, atau melepuh. Tak hanya itu, dermatitis kontak juga bisa menyebabkan gatal yang intens hingga pembengkakan pada wajah serta area genital.

Penyebab dermatitis dishidrotik

Pada jenis dermatitis ini, kulit tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Biasanya, dermatitis jenis ini akan muncul pada area tangan dan kaki. Beberapa gejala yang akan dirasakan adalah kulit kering, terasa gatal, dan seringkali disertai dengan lepuh kering.

Salah satu cara paling tepat untuk mengurangi rasa gatal akibat kulit kering adalah melembapkan kulit. Penderita dermatitis bisa menggunakan lotion atau pelembab kulit lainnya yang disarankan oleh dokter. 

Dermatitis seboroik

Jenis dermatitis satu ini dikenal juga sebagai cradle cap pada bayi yang paling umum muncul pada kulit kepala. Namun, tak jarang gejalanya juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh lainnya seperti wajah dan dada.

Penderita dermatitis seboroik akan merasakan gejala umum, seperti bercak bersisik, kulit memerah, dan muncul ketombe. Kondisi kesehatan bisa menjadi faktor risiko peningkatan penyakit, termasuk gagal jantung kongestif, penyakit Parkinson, dan HIV/AIDS.

Penyebab dermatitis stasis

Dermatitis stasis merupakan iritasi kulit yang terjadi karena sirkulasi buruk dalam tubuh. Biasanya, dermatitis jenis ini akan memunculkan gejala pada beberapa bagian tubuh, seperti tungkai bawah dan kaki.

Karena itu, ada baiknya untuk melakukan beberapa tindak pencegahan agar dapat membantu menjaga sirkulasi tubuh dengan baik. Periksakan juga dengan dokter untuk mengetahui cara tepat dalam mengatasi dermatitis satu ini.

Baca juga: Ini Dia Beberapa Ciri-ciri Jantung Sehat yang Perlu Diketahui

Bagaimana penanganan terhadap dermatitis?

Perawatan untuk dermatitis tergantung pada jenis, keparahan gejala, dan penyebab yang mendasari. Namun, biasanya kulit bisa bersih sendiri setelah satu hingga tiga minggu tanpa butuh perawatan khusus.

Jika gejala tidak menghilang, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis pengobatan dermatitis. Perawatan dermatitis yang bisa diberikan, antara lain obat untuk mengurangi alergi serta gatal, krim topikal dengan steroid, dan lotion untuk kulit kering.

Nah, perawatan di rumah juga bisa dilakukan untuk membantu mengurangi keparahan gejala. Beberapa perawatan rumahan yang perlu diikuti adalah melakukan pembersihan dengan kain dingin dan tutup luka dengan perban untuk mencegah iritasi atau infeksi lebih lanjut.

Perubahan pola makan dapat pula dianjurkan, seperti menghindari makanan pemicu alergi untuk membantu mengelola gejala eksim. Dalam beberapa kasus, suplemen makanan seperti vitamin D dan probiotik bisa membantu menangani penyakit.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2019), diakses 22 Juli 2020. Dermatitis
  2. Healthline (2019), diakses 22 Juli 2020. What Is Dermatitis?
  3. Cleveland Clinic (2015), diakses 22 Juli 2020. Dermatitis
    register-docotr