Kulit & Perawatan Tubuh

Bingung Pilih Pelembap untuk Kulit Berminyak? Yuk, Simak Tips Cari yang Tepat!

September 9, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Memiliki wajah yang cerah tanpa minyak dan komedo menjadi dambaan tiap wanita. Bagi kamu yang memiliki kulit berminyak, tak perlu khawatir, berikut tips memilih pelembap untuk kulit berminyak.

Kulit berminyak terjadi ketika kelenjar sebaceous pada kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Peran sebum untuk menjaga kulit tetap lembap, tetapi terlalu banyak justru bisa menyebabkan kulit berminyak, pori-pori tersumbat, dan muncul jerawat.

Baca juga: 8 Cara Terbaik Mengecilkan Pori-pori Wajah

Fakta penting pelembap kulit berminyak

Penggunaan pelembap untuk kulit jenis ini seringkali dihindari karena takut akan membuat wajah terlihat semakin berminyak.

Nah, salah satu pelembap yang baik untuk kulit berjerawat dan berminyak adalah lidah buaya. Senyawa tertentu di dalam lidah buaya bisa memberikan efek menenangkan alami pada kulit.

Kulit berminyak memiliki pori-pori yang lebih besar sehingga bisa tersumbat dengan mudah dan membuat wajah tampak lebih buruk. Untuk itu, orang dengan kulit berminyak membutuhkan pelembap dengan bahan non-komedogenik.

Beberapa bahan alami untuk pelembap yakni gliserin, minyak jojoba, ekstrak alpukat, minyak pohon teh, asam hialuronat, dan ekstrak lidah buaya.

Baca juga: Muncul Kutil Pada Tubuh, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Tips memilih pelembap untuk kulit berminyak

Orang dengan kulit berminyak mungkin mengalami kesulitan untuk menemukan perawatan wajah yang cocok. Kondisi kulit berminyak pada setiap orang bervariasi, tergantung pada genetika, perubahan hormon, dan tingkat stres.  

Dilansir dari Webmd, terdapat berbagai jenis pelembap yang berbeda-beda sesuai dengan jenis kulit wajah. Memilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit untuk mencegah terjadinya masalah lebih lanjut pada wajah akibat salah produk.

Pelembap yang diperuntukkan untuk jenis kulit ini memiliki tujuan untuk mengurangi kelebihan minyak pada wajah. Nah, beberapa tips yang tepat untuk memilih pelembap paling tepat jika memiliki kondisi kulit berminyak:

Baca label pada kemasan

Dalam memilih sebuah produk pelembap, ada baiknya untuk mengecek dan membaca terlebih dahulu label formula pada kemasan. Biasanya, terdapat istilah-istilah yang tercantum pada produk dimana telah dirancang khusus untuk kulit berminyak. 

Beberapa ketentuan formula ringan yang harus dimiliki sebuah produk pelembap, meliputi oil free atau bebas minyak, non-comedogenic atau tidak akan menyumbat pori-pori, berbahan dasar air, dan non-acnegenic atau tidak akan menyebabkan jerawat.

Untuk mencegah kulit semakin berminyak, cara paling tepat adalah menemukan pelembap dengan kombinasi bahan tersebut.

Perhatikan kandungan pelembap

Jika label pada kemasan sudah dicek, kamu juga perlu memerhatikan kandungan yang tertera pada produk. Kandungan Alpha Hidroxy Acid atau AHA, seperti asam glikolat cocok untuk jenis kulit berminyak.

Kandungan ini direkomendasikan karena tidak akan menyumbat pori-pori. AHA juga dapat membantu kulit wajah untuk lebih mudah menyerap serta mempertahankan kelembapan tanpa mengeluarkan sebum atau minyak tambahan.

Karena itu, sangat penting untuk memeriksa terlebih dahulu kandungan dalam suatu produk pelembap sebelum membelinya.

Baca juga: Agar Tak Iritasi, Ketahui Cara Memilih Pelembab Wajah Sesuai Jenis Kulit

Hindari bahan-bahan tertentu

Ketika memilih pelembap yang wajib diketahui yakni bahan-bahan tertentu yang perlu dihindari. Beberapa bahan dalam pelembap yang harus kamu hindari jika memiliki kulit berminyak adalah emolien dan oklusif.

Kedua bahan tersebut memang berfungsi untuk melembutkan dan menghaluskan kulit kering. Namun, pada kulit yang berminyak justru bisa memicu jerawat karena sebum terperangkap di dalamnya.

Nah, beberapa bahan lain yang perlu kamu hindari, seperti minyak mineral, lanolin, parafin, siloksan, minyak jarak, siklometikon, serta petroleum jelly. 

Hal lain yang perlu kamu hindari setelah mengetahui tips dalam memilih pelembap adalah mengatur pola hidup menjadi lebih sehat. Usahakanlah untuk menghindari konsumsi makanan berlemak dan lemak trans untuk menjaga kulit  wajah tetap sehat dan bebas minyak.

Moisturizer untuk kulit berminyak

Seperti yang telah disebutkan, kulit berminyak membutuhkan perawatan yang berbeda dengan jenis kulit lainnya, termasuk urusan pelembap. Kamu perlu memilih moisturizer untuk kulit berminyak yang tepat, agar efeknya bisa dirasakan secara optimal.

Tidak perlu bingung, pilih moisturizer untuk kulit berminyak yang memiliki beberapa kandungan seperti di bawah ini:

1. Asam salisilat

Mungkin kamu sudah sering mendengar nama asam salisilat pada produk kecantikan. Zat ini memang sering digunakan pada cream untuk kulit berminyak. Pelembap yang mengandung zat ini bisa mengatasi kelebihan minyak di kulit, sehingga bisa meminimalkan munculnya jerawat.

Dilansir dari Moisturizers, asam salisilat mempunyai sifat lipofilik atau menyukai lemak. Zat ini bisa menempel pada lapisan kulit luar kemudian mengikat sebum (minyak) yang menumpuk. Tidak hanya mengikat, asam salisilat bisa mengangkat dan menghilangkan kadar minyak berlebih.

Belum lagi, asam salisilat dapat mendukung proses pengelupasan sel kulit mati dan mengecilkan pori-pori. Selain mencerahkan, kamu bisa katakan selamat tinggal pada jerawat di kulit.

2. Retinol

Selanjutnya, pilih krim untuk kulit berminyak yang memiliki kandungan retinol. Bukan tanpa alasan, zat yang merupakan turunan vitamin A ini bisa mendukung proses regenerasi kulit.

Lalu, apa hubungannya dengan kulit berminyak? Nah, jika proses regenerasi berjalan baik, kadar kolagen akan ikut terpengaruh. Zat tersebut berfungsi untuk mengencangkan dan mengecilkan pori-pori.

Saat pori-pori menjadi kencang dan mengecil, tentu saja ini bisa mengurangi kadar minyak yang keluar ke permukaan kulit. Produksi minyak akan ditekan sehingga tidak akan ada kilauan yang nampak di wajahmu.

3. Niasin

Produk skincare kulit berminyak biasanya mengandung niasin yang cukup tinggi. Zat yang merupakan turunan dari vitamin B3 ini dapat menghidrasi kulitmu. Dengan begitu, tingkat kelembapannya ikut terjaga.

Saat kulit terhidrasi, produksi minyak bisa dikontrol bahkan ditekan. Niasin juga memiliki sifat anti-inflamasi yang bisa membantu mencegah timbulnya jerawat akibat minyak berlebih pada kulit.

4. Dimetikon

Jika kamu ingin mencari cream untuk kulit berminyak yang tepat, teliti kemasannya apakah tercantum kandungan dimetikon atau tidak. Hampir semua pelembap bebas minyak seringkali menggunakan zat ini sebagai komponen utamanya.

Berbeda dengan petrolatum, dimetikon tidak akan menyumbat pori-pori yang bisa menimbulkan masalah baru pada wajah. Dimetikon sangat baik untuk kulit berminyak, meski kulit akan terasa sedikit lebih kering setelah memakainya.

5. Asam hyaluronat

Bukan hanya pelembap, jika kamu mencari skincare kulit berminyak yang tepat, periksa apakah produk itu mengandung asam hyaluronat atau tidak. Asam hyaluronat atau hyaluronic acid bisa menjaga kelembapan kulitmu.

Asam hyaluronat bisa mempertahankan kelembapan alami dengan menarik air ke kulit bagian luar dan menjaganya agar tetap terhidrasi. Dengan begitu, produksi minyak akan ditekan dan risiko munculnya jerawat bisa diminimalkan.

6. Asam glikolat

Kandungan terakhir pada moisturizer yang bisa menjadi solusi masalah kulitmu adalah asam glikolat. Asam glikolat atau glycolic acid adalah alpha hydroxy acid (AHA) yang bisa membantu mengurangi produksi minyak berlebih.

Bukan hanya itu, zat ini bisa mencegah tersumbatnya pori-pori yang dapat menimbulkan jerawat. Asam glikolat juga mampu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki pigmen kulit, hingga mendukung proses regenerasi.

Cara merawat kulit berminyak dan berjerawat

Merawat kulit berminyak dan berjerawat bukan perkara mudah. Selain menggunakan skincare kulit berminyak, kamu bisa mulai menerapkan cara lain. Berikut tips merawat kulit berminyak dan berjerawat menurut American Academy of Dermatology Association:

  • Cuci muka setiap pagi, sore, dan setelah beraktivitas atau olahraga. Saat mencuci, tahan godaan untuk menggosok kulit. Menggosok bisa membuat kulit teriritasi.
  • Pilih produk perawatan kulit yang berlabel ‘bebas minyak’ dan ‘nonkomedogenik’. Produk dengan label tersebut tidak akan menyumbat pori-pori yang bisa menyebabkan jerawat.
  • Gunakan pencuci wajah yang lembut dan berbusa. Busa pada sabun pencuci bisa memberikan sensasi lebih kering pada wajah.
  • Gunakan tabir surya saat berada di luar. Tabir surya bisa membantu mencegah kerusakan kulit.
  • Pilih produk makeup berbahan dasar air dan non-minyak.
  • Jangan tidur dalam kondisi makeup belum terhapus.
  • Jangan menyentuh wajah saat tangan sedang kotor.

Nah, itulah tips memilih pelembap untuk kulit berminyak dan bagaimana cara merawatnya dengan benar.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Boldsky (2020), diakses 19 Mei 2020. Should You Use Moisturiser On Oily Skin?
  2. Medical News Today (2020), diakses 19 Mei 2020. Top six home treatments for oily skin
  3. Webmd, diakses 21 Mei 2020. Choosing the Right Moisturizer for Your Skin
  4. Moisturizers.com, diakses 21 Mei 2020. The Best Moisturizer for Oily Skin
  5. American Academy of Dermatology Association, diakses 9 September 2020, How to control oily skin.
    register-docotr