Kulit & Perawatan Tubuh

Mengenal Skin Fasting: Tren Puasa Skincare untuk Kembalikan Fungsi Alami Kulit

November 21, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penggunaan produk skincare sudah lama dipercaya bisa membantu menjaga dan merawat kesehatan kulit, terutama wajah. Namun, belakangan ini, muncul tren baru merawat kulit bernama skin fasting, yang praktiknya justru menghentikan pemakaian produk skincare.

Lantas, apa sebenarnya skin fasting itu? Seperti apa cara kerjanya? Benarkah bisa membantu menjaga kesehatan kulit? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu skin fasting?

Skin fasting adalah tren baru dalam menjaga kesehatan kulit dengan menghindari beberapa produk perawatan atau kecantikan tertentu. Metode ini bisa dilakukan satu hari, satu malam, atau durasi yang lebih panjang.

Ada sejumlah alasan mengapa tren ini mulai diminati oleh banyak orang, terutama wanita. Mengutip dari Healthline, skin fasting merupakan salah satu cara agar kulit bisa melakukan proses detoksifikasi secara alami.

Kulit manusia menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum. Sebum membantu kulit agar tetap terhidrasi. Penggunaan skincare seringkali memberi dampak pada produksi zat berminyak tersebut.

Dengan melakukan skin fasting, kulit akan mengatur kembali kondisinya sendiri, salah satunya dengan cara membiarkan sebum bekerja memberi kelembapan secara alami tanpa adanya paparan zat eksternal dari produk kecantikan.

Baca juga: Sering Gonta-Ganti Skincare, Apakah Berbahaya bagi Kulit?

Manfaat utama skin fasting

Pada dasarnya, kulit memiliki siklus dan cara sendiri dalam menjaga kesehatannya. Penggunaan skincare dinilai bisa mengganggu keberlangsungan beberapa proses tersebut.

Misalnya, saat kamu mengoleskan krim pelembap ke wajah, kulit akan memberi sinyal pada sel untuk tidak memproduksi sebum alami sebanyak mungkin. Sebab, sudah ada minyak lain (dari skincare) yang akan menjaga kelembapan kulit.

Belum lagi, penggunaan produk eksofilian berbahan aktif seperti retinol, alpha hydroxy acid (AHA), dan beta hydroxy acid (BHA) secara kimiawi mendorong proses pergantian sel kulit.

Regenerasi sel kulit memang terdengar menyehatkan, tapi ingatlah bahwa proses yang didapat dari skincare bukanlah sesuatu yang alami.

Dengan menghentikan sementara pemakaian beberapa produk perawatan, harapannya adalah kulit bisa menjalankan fungsinya secara alami. Meski, bagi sebagian orang, meninggalkan produk skincare secara total adalah hal yang mungkin sulit dilakukan.

Haruskah menghindari semua produk skincare?

Jika kamu sudah terbiasa menggunakan produk skincare, menghentikan pemakaiannya secara mendadak mungkin akan menimbulkan dampak pada kulit. Cobalah untuk melakukannya secara bertahap hingga kulit kembali ke fungsi yang ‘normal’.

Tak ada ketentuan khusus untuk produk apa saja yang sebaiknya dibatasi. Sebab, kondisi kulit masing-masing orang berbeda. Misalnya, jika kamu adalah orang yang mudah berjerawat, ada baiknya tidak meninggalkan produk berbahan aktif yang bisa meredakan peradangan di wajah.

Pada beberapa kasus, jerawat bisa berkembang semakin parah jika tidak ditangani menggunakan produk skincare tertentu. Namun, jika kulitmu tergolong sehat, tak ada salahnya untuk mencoba mengurangi penggunaan skincare satu per satu secara bertahap.

Intinya, skin fasting adalah cara untuk mengembalikan fungsi alami terbaik kulitmu ke kondisi normal. Meski hingga kini, belum banyak penelitian yang membahas secara mendalam tentang dampak jangka panjang dari metode tersebut.

Baca juga: Cara Perawatan Wajah dengan Es Batu Sebelum Tidur dan Ragam Manfaatnya

Dampak lain yang mungkin ditimbulkan

Meski terdengar menyehatkan untuk kulit, faktanya ada beberapa dampak yang mungkin bisa ditimbulkan dari praktik skin fasting.

Misalnya, secara visual, kulit menjadi nampak lebih kusam. Ini karena kamu tak lagi menggunakan produk skincare yang biasanya memberi kecerahan pada kulit. Namun,di sisi lain, kulit menjadi lebih sehat.

Selain itu, jika kamu ingin melakukan skin fasting, usahakan untuk tidak menghentikan kebiasaan menggunakan tabir surya. Pemakaian tabir surya sangat bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Banyaknya sinar UV yang terserap ke dalam kulit tak hanya bisa merusak kolagen dan zat elastin, tapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker kulit.

Nah, itulah ulasan tentang skin fasting yang perlu kamu tahu. Jika kamu tertarik, cobalah untuk mengurangi penggunaan skincare secara bertahap. Pertimbangkan juga jika kamu memiliki masalah tertentu pada kulit yang masih membutuhkan produk skincare untuk perawatan.

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Akses layanannya 24/7 melalui aplikasi Grab Health sekarang juga. Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

Reference

  1. Healthline, diakses 19 November 2020, I Tried Skin Fasting, the Latest Skin Trend for Clear Skin.
  2. Research Gate, diakses 19 November 2020, What is Skin Fasting and Is it Really Worth Doing?

    register-docotr