Kulit & Perawatan Tubuh

Seputar Pemakaian Krim Penghilang Bulu, Ini Do’s and Don’ts yang Wajib Kamu Tahu!

November 5, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Demi kulit bersih dan indah banyak orang mencukur bulu. Namun tahukah kamu bahwa kini ada krim penghilang bulu? Berikut ini penjelasannya.

Apa itu krim penghilang bulu?

Dilansir dari How Stuff Work, beberapa orang memang memiliki lebih banyak rambut. Jika kamu merasa terlalu berbulu dan sedang mencari cara untuk menghilangkan bulu tubuh yang tidak diinginkan, krim penghilang rambut atau bulu bisa menjadi jawaban yang efektif. 

Banyak orang menghilangkan bulu tubuh dengan mencukur, tetapi efek pisau cukur mungkin hanya sementara. Mencukur beberapa titik yang sulit tersebut juga sulit, seperti punggung, dapat menyebabkan iritasi dan membuat kamu lebih rentan terhadap luka. 

Pilihan penghilang rambut lainnya bisa juga dengan laser dan elektrolisis, tetapi metode ini memakan waktu, mahal dan mungkin terlalu permanen. Mereka juga sering membawa banyak potensi efek samping. 

Namun berbeda dengan obat penghilang bulu atau disebut dengan metode depilatori yang dianggap lebih aman. Cara bekerjanya dengan memecah struktur protein rambut sehingga rambut mudah lepas dari kulit saat kamu menggosokan krim.  

Baca juga: Mau Kulit Tetap Mulus? Ini Tips Waxing yang Aman Dilakukan di Rumah!

Cara menggunakan krim penghilang bulu

Jika ingin menggunakan metode ini, kamu dapat dengan mudah mendapatkan krimnya di apotek terdekat. Penting untuk diketahui, langkah pertama kamu buka kemasan krim.

Pada umumnya di dalam kemasan juga sudah tersedia spatula yang gunanya untuk mengoleskan dan mengangkat krim.

Kemudian, pastikan kaki atau bagian tubuh lain yang ingin dihilangkan bulunya sudah dibersihkan ya. Langsung saja kamu oleskan krim pada bagian tubuh yang berbulu, sesuai petunjuk kemasan.

Ratakan menggunakan spatula dan tunggu atau diamkan selama 1 hingga 3 menit untuk menunggu proses pemecahan keratin rambut dengan krim.

Terakhir, gunakan kembali spatula untuk membersihkan atau mengangkat sisa krim dan bulu-bulu yang rontok. Jika semua langkah sudah dilakukan kamu bisa membilasnya dengan sabun dan air bersih untuk menghilangkan sisa krim penghilang bulu.

Cara kerja krim penghilang rambut

Melansir penjelasan dari How Stuff Work, krim ini disebut depilatori kimia karena mengandung beberapa bahan kimia alkali yang berbeda, seperti natrium tioglikolat, strontium sulfida, dan kalsium tioglikolat, yang bereaksi dengan rambut di tubuhmu.

Obat penghilang bulu ini biasanya tersedia dalam bentuk krim, tetapi juga bisa berbentuk gel, losion, aerosol, atau roll-on. Setelah dioleskan atau disemprotkan ke kulit, formulasi tersebut memecah ikatan kimiawi yang menahan struktur protein rambut. 

Protein ini dikenal sebagai keratin. Setelah obat menghilangkan keratin, rambut atau bulu menjadi cukup lemah untuk lepas dari folikelnya. Bahan yang dihasilkannya agak mirip jelly, dan sangat memungkinkan untuk menggosok atau membasuh rambut dengan mudah. 

Cukur bulu dan waxing lebih baik mana? 

Melansir penjelasan dari Healthline, hal ini tergantung pada preferensi, tetapi beberapa orang lebih memilih untuk cukur bulu. Mereka menganggap bahwa mencukur lebih mudah dilakukan sehari-hari untuk ketiak, kaki, dan area bikini. 

Namun yang lainnya justru lebih menyukai efek jangka panjang dari waxing untuk kaki, ketiak, dan area bikini. Untuk area bikini, waxing lebih tepat dan dapat mengurangi tonjolan pisau cukur karena area kulit yang sensitif.

Apa saja yang dos and don’ts saat menggunakan krim untuk menghilangkan bulu? 

Melansir penjelasan dari Bustle, berikut ini ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan krim untuk menghilangkan bulu.

  • Periksa jenis rambut & kulit 

Efektivitas krim penghilang bulu dapat bervariasi tergantung pada ketebalan rambut dan sensitivitas kulit. Secara umum, rambut yang lebih kasar dan tebal, rentan terhadap rambut yang tumbuh ke dalam dan benjolan akibat pisau cukur akan mendapat manfaat lebih dari depilatori. 

Lalu bagi kamu yang memiliki kulit sangat sensitif mungkin ada baiknya lebih memilih metode penghilangan rambut yang berpotensi mengurangi iritasi seperti mencukur. 

  • Oleskan, jangan digosok 

Saat menggunakan krim penghilang bulu, yang terbaik adalah menggunakan waslap atau spons basah. Tekstur yang lembut saat menyeka ke arah yang berlawanan tentu tidak akan menimbulkan iritasi. 

  • Jangan terlalu lama didiamkan 

Meskipun mungkin tergoda untuk membiarkan krim penghilang bulu lebih lama hanya untuk memastikan setiap rambut terakhir telah dibubarkan. Namun sangat ditekankan bahwa melebihi total waktu pengaplikasian yang disarankan dapat mengiritasi kulit. 

  • Jangan terlalu sering menggunakan krim penghilang bulu 

Jika kamu masih memiliki bulu yang tersisa setelah menggunakan krim penghilang untuk jangka waktu maksimal, sebaiknya untuk menunggu setidaknya 48 jam sebelum mencoba menghilangkan sisa rambut yang tertinggal tersebut. 

  • Pastikan ukuran rambutmu

Seperti waxing, jika rambut kamu belum mencapai panjang tertentu, penghapusan menggunakan krim penghilang bulu mungkin tidak akan seefektif itu.

  • Pastikan kamu menggunakan jenis krim yang tepat

Saat menghilangkan rambut dari berbagai area tubuh, kamu harus memastikan menggunakan produk yang tepat untuk jenis rambut dan kulitmu. Karena meski cara menghilangkan bulu ini bisa rumit. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Health.howstuffworks.com (2020) diakses pada 25 Oktober 2020. Hair Removal Creams 101
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 25 Oktober 2020. What’s the Difference Between Waxing and Shaving?
  3. Bustle.com (2017) diakses pada 25 Oktober 2020. 7 Tips For Making Depilatory Cream More Effective
    register-docotr