Kulit & Perawatan Tubuh

Suka Melakukan Hair Coloring? Ketahui Ciri-Ciri Alergi Cat Rambut Berikut Ini

August 4, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Tak sedikit orang yang memutuskan untuk melakukan hair coloring agar rambut terlihat lebih menarik. Sayangnya, kandungan pada cat rambut bisa menyebabkan reaksi tertentu. Saat ciri-ciri alergi cat rambut sudah muncul, ada baiknya segera hentikan penggunaannya.

Tidak hanya sekadar rasa gatal dan ruam kemerahan, syok akibat alergi dapat terjadi jika kamu tidak segera mengatasinya. Yuk, cari tahu apa saja ciri-ciri alergi cat rambut dan cara mengatasinya berikut ini.

Sekilas tentang alergi cat rambut

The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA) mendefinisikan alergi sebagai respons berlebihan dari sistem kekebalan terhadap benda dari luar. Dalam hal ini, benda asing yang dimaksud adalah senyawa yang ada pada cat rambut.

Kandungan tersebut adalah parafenilendiamin (PPD), zat kimia yang sangat umum digunakan untuk pewarna rambut. PPD banyak dipilih karena dapat memberikan tampilan alami.

PPD biasanya mendapat campuran peroksida, senyawa kimia yang berfungsi untuk mengubah warna. Dalam label kemasan cat rambut, PPD ditulis dengan banyak nama, seperti PPDA, phenylenediamine base, atau benzenediamine.

Baca juga: Rambut Rontok Bikin Tak Percaya Diri? Atasi dengan 7 Cara Ini

Ciri-ciri alergi cat rambut

Pada alergi ini, reaksi akan nampak pada permukaan kulit, bukan rambut. PPD yang telah teroksidasi bisa menyebabkan dermatitis, yaitu peradangan pada lapisan luar kulit. Ciri-ciri alergi cat rambut dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Ciri-ciri alergi ringan

Pembengkakan kelopak mata. Sumber foto: www.findatopdoc.com

Ciri-ciri alergi cat rambut tahap ringan adalah kulit menjadi lebih kering dari biasanya. Kelopak mata dan telinga merupakan bagian paling awal yang muncul bercak merah disertai rasa gatal.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin memburuk, dan gejalanya dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kepala, leher, dan dahi. Reaksi alergi ini biasanya muncul dalam waktu 48 jam setelah paparan PPD.

Kulit akan mengalami iritasi, pecah-pecah, dan muncul sensasi terbakar. Bahkan, pada beberapa kasus, kulit di area terdampak bisa melepuh dan mengalami pembengkakan. Perlu dilakukan penanganan sesegera mungkin, agar kondisinya tak bertambah parah.

2. Ciri-ciri alergi berat

Alergi tahap berat hampir tak ada bedanya dengan tahap sebelumnya. Hanya saja, tanda-tandanya bisa terasa lebih menyakitkan, seperti rasa gatal yang lebih intens.

Pembengkakan juga mulai menunjukkan dampak signifikan, berupa pembesaran ukuran bagian tubuh terdampak, misalnya dahi.

Selain itu, gejalanya tidak hanya terjadi di kepala, tapi bisa di seluruh tubuh. Tanda-tanda tersebut dapat berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari setelah paparan pertama PPD.

Baca juga: Awas! Sering Gonta-ganti Shampo Datangkan Masalah Bagi Rambut

3. Syok anafilaksis

Tanpa penanganan yang tepat, gejala-gejala di atas bisa berubah menjadi anafilaksis, yaitu syok akibat alergi kronis. Mengutip Mayo Clinic, anafilaksis terjadi saat sistem imun melepaskan lebih banyak bahan kimia untuk melawan zat asing dari luar, dalam hal ini adalah PPD.

Anafilaksis pada alergi cat rambut ditandai dengan:

  • Pembengkakan pada bibir, tangan, dan kaki
  • Sulit untuk membuka mata karena kelopak telah mengalami pembengkakan
  • Pusing tidak biasa
  • Suara mengi
  • Pembengkakan di mulut, termasuk lidah dan tenggorokan hingga menyebabkan sulit menelan dan bernapas
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba serta membuat saluran udara menyempit. Setelah itu, kamu mungkin akan tak sadarkan diri atau pingsan.

Mengatasi alergi cat rambut

Mendatangi dokter kulit adalah keputusan yang tepat saat mengalami alergi ini. Tapi, kamu juga bisa mengatasinya dengan cara mandiri di rumah, seperti:

  • Segera bilas rambut dengan air hangat jika reaksi terhadap pewarna sudah muncul. Gunakan sampo untuk menyegarkan kulit kepala dari sensasi terbakar.
  • Gunakan obat topikal kortikosteroid pada permukaan kulit yang mengalami reaksi alergi, seperti wajah, leher, kepala, dan bagian lainnya. Obat ini tidak boleh digunakan di dekat mata atau mulut.
  • Gunakan antiseptik yang mengandung hidrogen peroksida untuk membantu menenangkan kulit. Antiseptik ini juga bisa mengurangi iritasi dan lepuhan yang ada.
  • Minum obat-obatan antihistamin untuk mengurangi peradangan dan gatal-gatal pada kulit.
  • Gunakan obat dengan kandungan kalium permanganat untuk mengurangi reaksi alergi.

Baca juga: Mau yang Salep atau Oral, Ini Sederet Pilihan Obat untuk Atasi Dermatitis

Nah, itulah ciri-ciri alergi cat rambut beserta cara mengatasinya yang perlu kamu tahu. Untuk meminimalkan terjadinya alergi ini, kamu bisa mencari pewarna rambut yang tidak memiliki kandungan seperti yang telah dijelaskan di atas, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 29 Juli 2020, What you should know about hair dye allergies.
  2. Healthline, diakses 29 Juli 2020, Hair Dye Allergy.
  3. NHS UK, diakses 29 Juli 2020, Hair dye reactions.
  4. Dermnet NZ, diakses 29 Juli 2020, Allergy to paraphenylenediamine.
  5. ActionAgainstAllergy.org, diakses 29 Juli 2020, From The Cosmetic, Toiletry and Perfumery Association (CTPA).
  6. Science Direct, diakses 29 Juli 2020, Dermatological drugs, topical agents, and cosmetics.
  7. Mayo Clinic, diakses 29 Juli 2020, Anaphylaxis.
  8. The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), diakses 29 Juli 2020, Allergy Facts and Figures.

    register-docotr