Kulit & Perawatan Tubuh

Rambut Rontok Bikin Tak Percaya Diri? Atasi dengan 7 Cara Ini

September 21, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Masalah rambut rontok memang umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun tenang, karena ada solusi cara mengatasi rambut rontok yang bisa kamu coba.

Masalah kerontokan sebenarnya tidak hanya terjadi pada area rambut kepala. Namun urusan rambut kepala inilah yang sering jadi perhatian karena bisa berpengaruh pada penampilan.

Mengenal tentang kerontokan rambut

Normalnya kamu akan kehilangan 50 sampai 100 helai rambut setiap harinya. Tapi jumlah ini tidak terlalu signifikan karena di kepala terdapat lebih dari 100 ribu helai rambut.

Rambut-rambut baru biasanya akan tumbuh dan menggantikan rambut yang sudah lepas dari akarnya. Sayangnya, ini tidak terjadi pada semua orang.

Baik karena faktor keturunan atau pun hormon, tak sedikit orang yang mengalami kerontokan parah dan rambut baru tidak kunjung tumbuh. Akibatnya kebotakan pun terjadi, baik sementara hingga permanen.

Gejala rambut rontok parah yang perlu diperhatikan

Kerontokan sendiri bisa muncul di seluruh area tubuh yang ditumbuhi rambut. Gejala yang muncul juga berbeda-beda.

Tergantung dari lokasi rontok hingga tingkat keparahannya. Berikut beberapa gejala rambut rontok parah yang harus kamu pahami:

1. Rambut di area kepala mulai menipis

Kondisi ini merupakan gejala yang paling umum terjadi, baik pada pria maupun wanita. Pada pria kerontokan akan mulai terjadi dari area depan dan menyebabkan kebotakan pada hairline.

Sedangkan pada wanita kerontokan mulai terjadi di area depan dan menyebabkan area dahi semakin melebar.

2. Botak pada area tertentu

Pada beberapa kasus, ada pula orang yang mengalami kebotakan hanya di area-area tertentu. 

Tak hanya rambut kepala, kadang kerontokan juga terjadi pada rambut alis dan juga brewok ataupun kumis.

3. Rambut rontok tiba-tiba

Gangguan fisik maupun emosional ternyata bisa berpengaruh pada kekuatan akar rambut. Saat terjadi stres misalnya, kamu bisa saja mengalami kerontokan tiba-tiba karena akar rambut melemah.

Jangan kaget jika kamu tiba-tiba mendapati gumpalan rambut saat menyisir ataupun saat berkeramas.

4. Rambut rontok di seluruh area tubuh

Kondisi ini biasanya terjadi karena seseorang menjalani terapi tertentu, seperti kemoterapi pada penderita kanker.

Pada banyak kasus, rambut akan tumbuh kembali setelah proses terapi selesai dilakukan.

Penyebab rambut rontok

Rambut rontok baik di area kepala maupun area tubuh lain bisa terjadi karena beberapa kondisi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Faktor keturunan

Jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat kebotakan, maka risiko untuk mengalami rambut rontok dan botak juga semakin tinggi.

Kondisi ini biasanya mulai terjadi seiring bertambahnya usia dan semakin parah saat usia semakin tua. Pada pria biasanya memunculkan tanda kebotakan, sedangkan pada wanita ditandai dengan rambut yang menipis.

2. Perubahan hormon

Rambut rontok juga bisa terjadi karena adanya perubahan hormon. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, dan perempuan yang masuk ke masa menopause.

3. Konsumsi obat tertentu

Mengonsumsi obat untuk kanker, arthritis, obat antidepresi, obat penyakit jantung, dan obat tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kerontokan pada rambut.

4. Kondisi kesehatan tertentu

Orang yang menderita penyakit tiroid, alopecia areata (penyakit autoimun yang menyerang sel rambut), dan orang yang mengalami infeksi akar rambut juga berisiko tinggi alami kerontokan.

5. Tekanan emosional

Kejadian yang menyerang fisik atau mental seperti demam tinggi, stres karena keluarga yang meninggal, dan penurunan berat badan drastis juga bisa sebabkan rambut rontok.

6. Perawatan atau styling rambut

Rambut rontok juga bisa terjadi karena perawatan rambut yang kurang tepat. Seperti mengikat rambut terlalu kencang dalam waktu lama, mewarnai rambut, dan lain-lain.

Cara mengatasi rambut rontok

Untuk bisa mengatasi rambut rambut rontok, perlu adanya langkah khusus. Mulai dari memperbaiki asupan nutrisi sampai terapi khusus pada rambut.

1. Pola makan sehat

Untuk menjaga kondisi rambut yang sehat, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, zinc, dan vitamin B12.

Kandungan tersebut bisa kamu dapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, ikan, sayur hijau, dan daging. Selain itu, folikel rambut juga terbentuk sebagian besar dari protein.

Jadi jangan lupa untuk memenuhi asupan protein harian. Jika kamu kesulitan memenuhi makanan bernutrisi, bisa dibantu dengan konsumsi suplemen.

2. Vitamin rambut rontok

Vitamin A, B, C, D, zat besi, selenium, dan zinc adalah jenis-jenis vitamin rambut rontok yang berperan dalam pertumbuhan rambut.

Untuk membantu jaga pertumbuhan rambut tetap optimal, kamu bisa membeli suplemen dengan kandungan vitamin tersebut di apotek.

3. Perawatan rambut rontok

Jangan lupa untuk rutin keramas agar kebersihan dan kesehatan akar rambut tetap terjaga. Gunakan shampo dengan kandungan yang tidak terlalu keras untuk rambut.

Kamu juga disarankan untuk menggunakan produk perawatan rambut rontok, yakni yang ditujukan khusus untuk hair growth. Seperti produk yang mengandung minyak kelapa, olive oil, dan juga ginseng.

4. Perlakukan rambut dengan baik

Saat akan melakukan styling pada rambut, ada baiknya untuk hindari tindakan yang bisa merusak akar rambut.

Seperti terlalu sering menggunakan catokan, hair dryer, mengikat rambut dengan gaya ponytail, mengepang rambut dengan kencang, dan lain-lain. 

Saat kamu mengalami gejala kerontokan, ada baiknya untuk mengurangi penggunaan zat kimia seperti mewarnai rambut. Karena hal ini justru bisa memperparah kondisi rambut kamu.

5. Cara mengatasi rambut rontok dengan terapi laser

Metode ini cocok dilakukan untuk orang yang mengalami kerontokan akibat faktor genetik atau kemoterapi kanker. Paparan laser level rendah terbukti mampu mengembalikan ketebalan rambut.

Terapi laser ini bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel induk epidermis yang berperan pada pertumbuhan rambut. Saat ini ada banyak produk yang menawarkan terapi laser untuk bisa dilakukan di rumah.

6. Kurangi stres

Dilansir GQ, Dr. Michele Green yang merupakan seorang dermatologis asal New York menyebutkan bahwa stres mampu memperlambat pertumbuhan rambut baru dan sebabkan kebotakan.

Saat kita mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon yang mampu merusak siklus pertumbuhan rambut. Hal ini berakibat pada pertumbuhan rambut yang lambat atau bahkan berhenti tumbuh.

7. Konsumsi obat tertentu

Obat-obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi kerontokan adalah Minoxidil, Finasteride, dan Phenylephrine. Ketiganya mampu memperbaiki dan mempercepat siklus pertumbuhan rambut.

Phenylephrine sendiri lebih cocok digunakan untuk kamu yang mengalami kerontokan akibat styling berlebih pada rambut. 

Ampuhkah menggunakan shampo rambut rontok?

Mengatasi rambut rontok memang tidak mudah, kamu pun juga harus berhati-hati dalam memilih shampo. Sebagai salah satu upaya, tak ada salahnya kamu menggunakan shampo rambut rontok khusus.

Ketika rambut rontok parah, pastikan ada kandungan ini di dalam shampomu:

  • Rumput laut, protein kedelai dan shea butter
  • Biotin dan asam pantotenat (vitamin B5)
  • Minyak argan
  • Vitamin E

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 7 Mei 2020. Hair loss.

Healthline. Diakses pada 7 Mei 2020. Everything You Need to Know About Hair Loss.

Webmd. Diakses pada 7 Mei 2020. Understanding Hair Loss — the Basics.

Helthline. Diakses pada 7 Mei 2020. Hair Loss Prevention: 22 Tips to Help Save Your Hair.

GQ. Diakses pada 7 Mei 2020. How to (Actually) Prevent Hair Loss.

Huffington Post. Diakses pada 7 Mei 2020. 8 Amazing Tips to Prevent Hair Loss in Women.

 

    register-docotr