Kulit & Perawatan Tubuh

5 Mitos Penanganan Luka Bakar yang Harus Dihindari

April 16, 2020 | Santi Andriani | dr. Debby K.A. Saputra
feature image

Ditulis oleh: dr. Debby K.A. Saputra

Semua orang tentu sudah mengenal luka bakar, bahkan beberapa mungkin pernah mengalaminya. Tapi, apakah kita sudah mengetahui cara penanganan luka bakar yang tepat? 

Seringkali masyarakat terjebak dalam mitos yang beredar sehingga melakukan penanganan awal luka bakar yang kurang tepat. 

Baca Juga: COVID-19 Menjangkit di Dunia, Hindari Sentuh Area Wajah! Mengapa?

Cara menangani luka bakar yang ternyata salah

Selama ini mungkin kamu mengobati luka bakar dengan cara yang salah, hanya karena cara itu telah dilakukan secara turun-temurun oleh keluarga.

Berikut beberapa mitos yang perlu kita hindari.

1. Mengolesi luka bakar dengan odol atau pasta gigi

Mengolesi luka bakar dengan odol cuma mitos. Sumber foto:https://www.healthline.com/

Hal ini merupakan mitos yang paling sering dilakukan. Pada umumnya, orang melakukan hal ini untuk mendinginkan area yang terkena luka bakar. Beberapa juga mengoleskan mentega, kecap, ataupun minyak ke area luka bakar. 

Namun, hal tersebut merupakan cara penanganan yang kurang tepat. Apabila terkena luka bakar, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah mendinginkan luka dengan air mengalir selama 15 – 20 menit. 

2. Mendinginkan luka bakar dengan es batu

Hal ini juga bukan langkah penanganan yang tepat. Karena mengompreskan es batu secara langsung ke luka bakar justru dapat memperburuk kerusakan jaringannya. Apabila luka bakar terasa sangat nyeri, kamu dapat menggunakan obat pereda nyeri, seperti parasetamol dan ibuprofen. Tentu saja, kamu tetap harus memperhatikan petunjuk pemakaian dan peringatan akan efek samping obat tersebut. 

3. Gelembung luka bakar harus dipecahkan

gelembung luka bakar jangan dipecahkan. Sumber Foto:https://www.doctordoctor.com.au/

Ini adalah pendapat yang kurang tepat. Mengapa? Karena gelembung atau blister pada luka bakar melindungi dari risiko infeksi. Jadi jangan sengaja memecahkan gelembung yang timbul. Apabila ada gelembung yang tidak sengaja pecah, oleskan salep antibiotik pada area tersebut. kamu dapat berkonsultasi dengan dokter untuk pemilihan salep antibiotik yang tepat. 

4. Luka tidak boleh ditutup agar cepat kering

Faktanya, menurut American Academy of Dermatology dan riset di Harvard Medical School, proses penyembuhan luka dapat dicapai lebih baik di kondisi yang lembap. Penggunaan balutan luka atau wound dressing yang tepat akan membantu proses penyembuhan luka.  

Baca Juga: Jangan Remehkan, Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Perlu Kamu Tahu

5. Luka bakar bukan kondisi yang serius

Penanganan luka bakar yang salah bisa berbahaya. Sumber Foto: https://www.medicinenet.com/

Luka bakar memang cukup sering dijumpai sehingga beberapa orang menganggap luka bakar bukan kondisi yang serius. Hal ini merupakan opini yang kurang tepat. Ukuran luka bakar yang kecil pun bukan berarti kondisi tersebut tidak berbahaya. 

Apabila luka bakar yang dialami memenuhi salah satu kriteria berikut, luka bakar mengenai area wajah, tangan, kaki, atau kemaluan; luka bakar karena bahan kimia, serta luka bakar yang luas; kondisi tersebut perlu mendapatkan penanganan medis segera.

Sekarang kita sudah tahu penanganan luka bakar yang tepat. Yuk, sebarkan ke teman-teman dan orang di sekitar kita agar mereka juga mengetahui faktanya! 

Reference

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/injured-skin/wound-care. n.d. 28 August 2019.

Hettiaratchy, Shehan and Remo Papini. “Initial management of a major burn: I—overview.” BMJ (2004 ): 1555–1557.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burns/diagnosis-treatment/drc-20370545. 24 July 2018. 28 August 2019.

    register-docotr